kazee
Blog
AI dan Hollywood: Ketika Perusahaan Berperang di Depan Publik, Tapi Berkolaborasi di Belakang Layar

AI dan Hollywood: Ketika Perusahaan Berperang di Depan Publik, Tapi Berkolaborasi di Belakang Layar

Muhammad Iqbal Anshori

20 October 2026 10:02

Image


Pada Kamis, 11 Desember 2025, Disney mengumumkan akan menanam US$1 miliar di OpenAI. Di hari pengumuman yang sama, Disney juga menuntut Google berhenti memakai karakter-karakternya untuk melatih AI. Satu perusahaan AI dipeluk, satu lagi dimarahi, dan semuanya terjadi dalam sehari.

Kalau kamu bingung Hollywood itu sebenarnya musuh atau sahabat AI, kamu tidak sendirian. Artikel ini membedah drama di baliknya, lengkap dengan data yang bisa kamu cek sendiri.

Jadi, Hollywood Itu Anti-AI atau Pro-AI?

Jawaban singkatnya: dua-duanya. Studio-studio besar menentang AI yang dilatih dengan karya mereka tanpa izin. Tapi mereka terbuka pada AI yang berlisensi, terkendali, dan menguntungkan mereka.

Jadi yang diperebutkan bukan "pakai AI atau tidak". Yang diperebutkan adalah siapa yang pegang kendali dan siapa yang dibayar.

Babak 1: Gugatan Midjourney dan Serangan Balik yang Bikin Studio Gerah

Pada Juni 2025, Disney dan Universal menggugat Midjourney di pengadilan federal Los Angeles. Mereka menyebut perusahaan itu "bottomless pit of plagiarism". Menurut gugatan, Midjourney meraup lebih dari US$300 juta dari langganan pada tahun sebelumnya. Warner Bros. kemudian ikut berada di barisan penggugat.

Midjourney membela diri dengan dalih fair use, yaitu pemakaian terbatas karya berhak cipta tanpa izin pemegang hak dalam kondisi tertentu. Plot twist-nya muncul pada 2026. Midjourney meminta pengadilan memaksa studio membuka rencana bisnis AI, laporan riset, dataset pelatihan, sampai bobot model yang mereka pakai.

Pada 15 Juni 2026, hakim magistrat membatasi permintaan itu hanya pada aplikasi AI yang menghadap konsumen. Midjourney mengajukan keberatan pada 29 Juni. Argumennya: kalau studio sendiri melatih model dengan karya pihak ketiga, itu bukti industri menganggapnya wajar. Pengacara studio menyebut manuver ini upaya memancing-mancing untuk mengalihkan perhatian dari kesalahan Midjourney sendiri.

Perkara ini belum selesai. Putusan akhirnya bisa jadi patokan untuk semua tools AI gambar.

Babak 2: Disney Peluk OpenAI, Lalu Pelukannya Lepas

Kembali ke 11 Desember 2025. Perjanjian tiga tahun itu memungkinkan pengguna Sora, aplikasi video AI milik OpenAI, membuat video dengan lebih dari 200 karakter Disney, Pixar, Marvel, dan Star Wars. Suara dan wajah aktor tidak termasuk. Disney juga berencana menanam US$1 miliar di OpenAI.

Rencana itu tidak bertahan lama. Pada 24 Maret 2026, OpenAI mengumumkan akan menutup Sora, dan Disney mengakhiri kemitraannya. Juru bicara Disney menegaskan perusahaan akan tetap menjajaki platform AI lain. Laporan Financial Times yang dikutip media teknologi menyebut investasi US$1 miliar itu belum sempat dicairkan.

Pelajarannya: kolaborasi AI di Hollywood nyata, tapi rapuh dan bisa berubah dalam hitungan bulan.

Babak 3: Seedance 2.0 dan Hujan Surat Somasi

Februari 2026, ByteDance (induk TikTok) merilis Seedance 2.0, generator video AI. Disney mengirim surat somasi (cease-and-desist) pada 13 Februari. Isinya menuduh ByteDance membawa "pirated library" karakter Star Wars dan Marvel sebagai bahan latih. Disney juga pernah mengirim surat serupa ke Meta dan Character.AI.

Paramount menyusul dengan suratnya sendiri. Netflix, Warner Bros., Disney, Paramount, dan Sony sudah bergerak sendiri-sendiri sebelum akhirnya Motion Picture Association (MPA) mengirim surat atas nama industri. ByteDance berjanji memperketat pengamanan.

Pesannya jelas: di depan publik, studio kompak melindungi kekayaan intelektual.

Di Balik Layar: Studio yang Sama Juga Bereksperimen

Sekarang bagian yang paling menarik. Di luar sorotan, studio dan streamer yang sama justru menguji AI di produksi mereka.

  • Netflix memakai AI di serial Argentina El Eternauta untuk adegan gedung runtuh. Co-CEO Ted Sarandos mengklaim adegan itu selesai sepuluh kali lebih cepat dibanding VFX tradisional.
  • Dalam laporan tahunan ke SEC, Netflix mengingatkan bahwa bisnisnya bisa terganggu jika pesaing lebih piawai memakai AI.
  • Menurut laporan Bloomberg yang dikutip TechRadar, Netflix memakai AI video dari startup Runway untuk produksi konten.
  • Disney juga dilaporkan menguji Runway, meski jurubicaranya menyatakan belum ada rencana mengintegrasikannya. Lionsgate sudah meneken kesepakatan dengan Runway sejak September 2024.

Jadi perang di ruang sidang dan eksperimen di ruang produksi berjalan bersamaan. Ini bukan munafik semata. Banyak studio memang memisahkan AI yang dilatih tanpa izin (ditolak) dari AI yang bisa mereka kontrol dan lisensikan (dicoba).

Suara Para Pekerja: Kontrak SAG-AFTRA 2026

Bagi aktor, ini soal mata pencaharian. Pada 4 Juni 2026, anggota SAG-AFTRA mengesahkan kontrak TV/teatrikal baru dengan dukungan 91,42% suara dan partisipasi pemilih 19,25%. Kontrak berlaku 1 Juli 2026 sampai 30 Juni 2030 dan memperketat pemakaian pemeran sintetis.

Menurut laporan media teknologi, produser hanya boleh memakai pemeran AI sebagai pengganti aktor manusia jika ada nilai tambah yang signifikan.

Kekhawatirannya masuk akal. Laporan CVL Economics memperingatkan potensi gangguan besar pada 204.000 pekerjaan film dan TV sampai 2027, terutama posisi pemula.

Kenapa Ini Penting untuk Brand dan Praktisi PR di Indonesia?

Sebelum merilis proyek atau mengumumkan kerja sama AI, tim komunikasi perlu menjawab pertanyaan sederhana: siapa yang sedang membicarakan isu ini, apa kekhawatiran utamanya, dan bagaimana sentimen berubah dari waktu ke waktu?

Media Intelligence dari Kazee dapat digunakan untuk memantau sebutan merek atau topik di berbagai sumber. Dalam konteks AI dan Hollywood, pemantauan seperti ini dapat membantu tim komunikasi mengelompokkan percakapan tentang hak cipta, digital replica, pekerjaan kreatif, atau kualitas film. Data tersebut bukan pengganti keputusan manusia. Namun, ia dapat membantu perusahaan melihat perubahan isu lebih cepat, membandingkan respons sebelum dan sesudah pengumuman, serta menyiapkan pesan yang lebih relevan.

Manfaatnya bukan sekadar menghitung berapa banyak berita yang terbit. Tim dapat mencari sumber yang paling berpengaruh, membaca arah sentimen, dan melihat apakah sebuah isu menyebar dari media ke platform sosial atau sebaliknya. Dengan begitu, komunikasi tidak hanya bersifat reaktif setelah krisis terjadi.

FAQ Singkat

Apakah Disney menggugat semua perusahaan AI?
Tidak. Disney menggugat Midjourney dan mengirim somasi ke beberapa pihak, tapi sempat menjalin kemitraan dengan OpenAI.

Apakah studio Hollywood benar-benar memakai AI?
Ya, meski tingkat dan caranya beragam. Netflix mengakui pemakaian AI di El Eternauta, dan beberapa studio dilaporkan menguji alat dari Runway.

Bagaimana nasib gugatan Midjourney?
Per Oktober 2026 perkara belum putus. Sengketa discovery soal pemakaian AI oleh studio masih berjalan.

Penutup

Hollywood dan AI bukan hubungan benci atau cinta yang sederhana. Ini negosiasi panjang tentang kendali, uang, dan hak cipta, dengan serikat pekerja yang ikut mengunci batasannya. Cara paling sehat membacanya adalah mengikuti faktanya, bukan headline-nya saja. Dan kalau kamu butuh membaca percakapan publik secara cepat, alat pemantauan media yang tepat akan sangat membantu.

Share :

Related Articles