Top 5 Isu Holding BUMN Pertahanan

Top 5 Isu Holding BUMN Pertahanan

Bayu Septian

27 January 2022 09:26

Sumber : ekbis.sindonews.com

Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2022. Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Len Industri, pada tanggal 12 Januari 2022. Dengan ditandatanganinya PP tersebut maka pembentukan holding industri pertahanan sudah di depan mata.

Perjalanan Dibentuknya Holding BUMN Pertahanan

Dilansir dari Repubiko.co.id , persiapan pembentukan Holding Industri Pertahanan (Indhan) sudah dilakukan sejak 2020 dengan terbentuknya Komite Eksekutif yang merupakan forum direktur utama BUMN Indhan. Komite tersebut untuk berkoordinasi dan membahas hal strategis di BUMN Indhan. Saat itu juga telah dibentuk Strategic Transformation Office dan tujuh PMO BUMN Industri Pertahanan, untuk mempersiapkan seluruh hal yang berkaitan dengan program holding.

Pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) ini secara legal disahkan melalui dua peraturan pemerintah (PP), yakni PP terkait perubahan maksud dan tujuan pendirian PT Len serta PP terkait inbreng saham kepada PT Len Industri (pendirian Holding). PP pertama sudah terbit pada 30 Desember 2021, sedangkan PP kedua saat ini sudah ditandatangani Presiden dan sedang proses diundangkan oleh Setneg.

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) dengan nama Defend ID (Defence Industry Indonesia) ini ditargetkan dapat diluncurkan pada akhir Januari 2022 ini atau awal Februari 2022. Defend ID terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding, sedangkan PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, serta PT Dahana sebagai anggota holding.

Defend ID memiliki visi untuk menjadi industri pertahanan nasional yang maju, kuat, mandiri, berdaya saing dan terkemuka di pasar global. Adapun misi dari Defend ID seperti membangun kolaborasi inovasi nasional, membangun kemandirian teknologi serta meningkatkan daya saing perusahaan.

Lantas, seperti apa isu mengenai Holding BUMN Pertahanan dalam perspektif media? Kazee Digital Indonesia sebagai perusahaan berbasis big data analytics, mencoba memetakan isu terkait Holding BUMN Pertahanan dengan menggunakan Media Monitoring sebagai berikut :

Pergerakan Data Terkait Holding BUMN Pertahanan

Sumber : Media Monitoring Kazee

Di atas merupakan data yang terhimpun Media Monitoring Kazee terkait isu Holding BUMN Pertahanan yang tersebar di media online. Data diambil dengan periode waktu dua minggu terakhir yaitu 14 Januari hingga 27 Januari 2022. Adapun sebaran data yang terhimpun berasal dari pemberitaan media massa online, media sosial twitter dan program televisi.

Top 5 Isu Terkait Holding BUMN Pertahanan

Dari data yag terhimpun oleh Media monitoring Kazee berikut top 5 isu terkait Holding BUMN Pertahanan berdasarkan hasil ekstraksi :

Len Industri Pimpin Induk Holding BUMN Pertahanan

Penunjukan Len Industri sebagai Holding BUMN Pertahanan, menempati posisi pertama sebagai isu yang paling banyak mendapat sorotan media dengan presentase 57%. Penunjukan Len Industri sebagai Induk Holding sejak 2020, didasari dengan pertimbangan jaringan bisnis Len yang mencakup seluruh bidang pertahanan . Len Industri mampu mengintegrasikan teknologi antar sektor dan memiliki kapabilitas di bidang C5ISR ( Command, Control, Communication, Computer, Cyber, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance ). Len Industri juga dinilai mampu mengakomodir dan mengintegrasikan ketiga matra, yaitu darat, laut, dan udara.

Gubernur Erzaldi Rosman Ajak Perusahaan Pelat Merah Investasi Hilirisasi di Babel

Isu ke-dua yang menjadi sorotan media terkait Holding BUMN Pertahanan yaitu isu mengenai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman yang mengajak perusahaan BUMN untuk berinvestasi hilirisasi dengan presentse 24%. Erzaldi mengajak PT LEN Industri selaku induk Holding BUMN Industri Pertahanan bernama Defend ID, untuk berinvestasi Hilirisasi mineral di Babel. Potensi pengembangan industri logam tanah dari pertambangan timah untuk industri pertahanan dinilai sangat berprospek, hal ini dikarenakan dari 13 mineral timah, ada kandungan yang bisa dijadikan bahan untuk teknologi cat anti radar.

LEN Ungkap Tujuan Pembentukan Holding BUMN Pertahanan

Len yang mengungkap tujuan pembentukan Holding BUMN Pertahanan, menjadi isu ke-tiga yang banyak mendapat sorotan media terkait Holding BUMN Pertahanan dengan presentase 9%.  Adapun beberapa tujuan dari PT Len Industri sebagai Nnduk holding BUMN Pertahanan atau Defend ID yaitu untuk menciptakan efisiensi biaya, meningkatkan daya saing baik regional maupun internasional. Serta meningkatkan peran dan kontribusi BUMN industri pertahanan dalam pemenuhan kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) TNI/Polri, sehingga tercapai kemandirian dalam Alpalhankam.

Holding Pertahanan akan Dibentuk, Saatnya RI Mandiri Penuhi Alutsista

Isu ke-empat yang menjadi sorotan media terkait Holding BUMN Pertahanan, yaitu terkait pembentukan Hoding yang akan mendorong kemandirian Indonesia dalam memenuhi Alutsista atau Alat Utama Sistem Senjata dengan presentase 5%. Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengatakan bahwa, integrasi industri pertahanan BUMN melalui holding dapat memperkuat dan memenuhi kebutuhan Alpalhankam (Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan). Selain itu meningkatkan koordinasi lebih baik antara BUMN dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan), serta meningkatkan kemampuan untuk bisa menaikan TKDN alat pertahanan keamananan.

Holding Industri Pertahanan Segera Diluncurkan, Len Industri Kuasai 4 Saham BUMN

Isu mengenai Len Industri yang kuasai 4 saham BUMN, menempati posisi ke-lima sebagai isu yang banyak dibicarakan terkait Holding BUMN Pertahanan dengan presentase 5%. Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2022, tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Len Industri pada 12 Januari 2022. Peraturan Pemerintah tersebut mengalihkan seluruh saham pemerintah di PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, serta PT Dahana sebagai penyertaan modal pemerintah pada PT Len Industri. Pengalihan saham tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah membentuk Holding BUMN Pertahanan.

Top Redaksi Media

Berikut mrupakan sejumlah media online yang memuat tulisan terkiat Holding BUMN Pertahanan periode waktu 14 Januari hingga 27 Januari 2022 .

Sebagai kesimpulan, bahwa dengan dibentuknya Holding BUMN Pertahanan Indonesia maka industri pertahanan dapat berkolaborasi utamanya untuk pemenuhan kebutuhan Alpalhankam yang lebih mandiri. Holding BUMN Pertahanan dengan nama Defend ID ini bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di dalam negeri untuk mewujudkan visi misi yang dimiliki, salah satunya untuk menjadi industri pertahanan yang maju dan membangun kolaborasi inovasi nasional.

Referensi :

Share :

Related Articles

No related posts