Manfaat Media Monitoring Bagi Humas Pemerintah

Manfaat Media Monitoring Bagi Humas Pemerintah

Bayu Septian

24 February 2022 05:15

public relations photo created by freepik - www.freepik.com

Sebelumnya pada artikel berjudul “Efektivitas Media Monitoring Dalam Mendukung Kinerja Humas” telah dibahas bahwa, pemanfaatan media monitoring dapat menjadi solusi yang efektif untuk mendukung setiap kegiatan humas. Kali ini penulis akan membahas lebih dalam mengenai manfaat media monitoring bagi humas pemerintah, dimana media monitoring dapat dimanfaatkan untuk mempermudah kegiatan humas dalam institusi pemerintah terutama dalam manajemen isu dan menjaga reputasi.

Data Seperti Apa Yang Bermanfaat Bagi Humas Pemerintah ?

Media monitoring merupakan sistem yang digunakan untuk melakukan proses membaca, mendengar, dan melihat apa yang terjadi dalam sudut pandang pemberitaan di media ataupun postingan di media sosial. Data berupa konten yang dihasilkan dari media monitoring nantinya dapat dianalisa dan diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan. Dalam mendukung kinerja humas di instansi pemerintah, data yang dihasilkan dari media monitoring dapat digunakan untuk melihat opini publik dengan sentimen yang disajikan baik positif, negatif maupun netral. Sehingga data yang didapatkan dapat berguana seperti untuk melihat respon masyarakat atas kebijakan yang diterapkan, atau sebagai langkah antisipatif sebelum kebijakan diberlakukan dengan melihat dinamika pemberitaan yang beredar di kalangan masyarakat.

Manajemen Isu

Isu-isu penting yang harus diketahui oleh pemerintah bisa hadir dengan cepat di media sosial maupun media massa. Isu atau pemberitaan yang tersebar luas baik di media sosial maupun media online tersebut tidak semuanya bernada positif, bahkan tidak sedikit berita yang beredar adalah hoax atau merupakan berita yang keliru. Dengan media monitoring, public relation atau humas di institusi pemerintahan dapat memantau isu-isu harian yang muncul secara real time. Maka dengan mengetahui isu-isu yang muncul di tengah masyarkat, pemerintah dapat menyusun rencana untuk meredam isu yang keliru jika didapati pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta.

Sebagai contoh penggunaan Media Monitoring Kazee untuk manajemen isu, humas di instansi pemerintah dapat memasukan topik tertentu yang ingin diketahui dengan memasukan kata kunci. Misal dalam kebijakan yang telah ditetapkan, pemerintah dapat melihat opini public dan pemberitaan yang berkembang di media apakah terdapat kekeliruan atau tidak. Penulis mencontohkan kebijakan DPO dan DMO minyak sawit yang telah diberlakukan pemerintah beberapa waktu lalu seperti yang sudah di bahas pada artikel berjudul “Polemik Kebijakan DMO Dan DPO Minyak Sawit”, media monitoring dapat digunakan untuk melihat pemberitaan yang beredar terkait kebjakan tersebut seperti berikut  :

Melalui dashboard media monitoring Kazee, seorang public relation yang berperan dalam manajemen isu dapat mengetahui apakah terdapat pemberitaan yang keliru atau tidak yang berkembang di masyarakat setelah diberlakukannya kebijakan. Fitur analisis sentimen dapat digunakan untuk melihat apakah pemberitaan yang bernada negatif tersebut cenderung keliru atau tidak, jika terdapat kekeliruan dari pemberitaan yang beredar maka bisa dijadikan acuan untuk meluruskan kekeliruan yang ada.

Menjaga Reputasi

Tugas lainnya dari seorang public relation atau humas adalah menjaga reputasi, tidak hanya di perusahaan saja humas di instansi pemerintah juga memiliki peran untuk membangun reputasi yang baik bagi pemrintah. Dalam hal ini media monitoring dapat dimanfaatkan untuk menyimak persepsi masyarakat dan awak media mengenai kinerja pemerintah. Informasi ini dapat menjadi kritik tak langsung bagi pemerintah yang bisa didapatkan jauh sebelum kritik membesar. Dari informasi yang didapatkan ini, pemerintah dapat mencari cara untuk memperbaiki reputasi kurang baik yang tumbuh di masyarakat demi meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.  

Fitur-Fitur Media Monitoring Untuk Mempermudah Peran Humas Pemerintah

Selain fitur alasisis sentimen, berikut juga terdapat beberapa fitur lain dari media monitoring Kazee yang dapat digunakan oleh humas di instansi pemerintah untuk manamejen isu. Sebagai contoh isu DMO dan DPO minyak sawit yang menjadi perbincangan beberapa waktu lalu, dengan menggunakan media monitoring dapat dilihat tokoh yang banyak mendapat sorotan terkait isu tersebut seperti berikut :

Melalui fitur top person humas dapat melihat sentimen yang tertuju pada tokoh tersebut dan melihat seperti apa pemberitaan mengenai tokoh tersebut berkaitan dengan isu yang ingin diketahui. Hal tersebut bisa dijadikan acuan untuk bahan evaluai secara menyeluruh bagi pemerintah.

Kemudian untuk mengukur seberapa besar sebuah isu beredar di media dapat dilihat menggunakan top keyword, atau kata kunci yang paling banyak dipilih dalam pemberitaan menggunakan Media Monitoring seperti berikut :

Fiur lainnya dari media monitoring Kazee yang dapat dimanfaatkan untuk membantu peran humas yaitu fitur top redaksi, dimana fitur ini dapat melihat sejumlah redaksi yang banyak memberitakan terkait isu yang ingin dicari tahu. Melalui fitur ini juga dapat diketahui perbandingan jumlah pemberitaan bernada positif, negatif maupun netral dari suatu portal berita. Seperti contoh isu kebijakan DMO dan DPO minyak sawit sebagai berikut :

Kesimpulan

Media monitoring sebagai teknologi berbasis big data analytics dapat dimanfaatkan untuk membantu peran humas di instansi pemerintah. Selain untuk manajemen isu, data yang dihasilkan dari proses media monitoring juga dapat dijadikan acuan untuk menjaga reputasi dengan melihat isu yang berkembang di tengah masyarakat. Hal ini penting bagi pemerintah agar kebjakan yang akan diberlakukan atau yang sudah diberlakukan tidak menimbulkan kekeliruan, serta untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Referensi :

Share :

Related Articles

No related posts