Image by rawpixel.com on Freepik

Di era digital seperti saat ini, kemajuan teknologi sangat meningkat pesat. Salah satu output kemajuan teknologi saat ini adalah kecerdasan buatan atau yang biasa disebut dengan Artificial Inteligence (AI).

Tidak diragukan lagi bahwa teknologi telah mengubah cara bisnis, merek, dan cara komunikasi dengan audience satu sama lain.

Sejarah Publik Relation

Salah satu tugas dan fungsi PR yakni komunikasi untuk mempengaruhi dan mempertahankan reputasi positif. Kegiatan itu telah ada selama berabad-abad, hubungan masyarakat sebagai sebuah profesi adalah sesuatu yang relatif baru dibandingkan dengan beberapa profesi tertua di dunia seperti pengacara atau dokter.

Tujuan Dari Artificial Intelligance

Tujuan dari AI dibuat adalah untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam hidup manusia, membuat setiap orang bekerja lebih efisien. Tentunya hal ini memberikan dampak positif dalam hidup kita, namun semakin berkembangnya teknologi juga membawa ancaman sendiri bagi manusia. Ancaman ini sering juga kita temukan di film-film seperti apakah manusia akan tergantikan oleh robot atau dalam hal ini AI? Seperti yang sudah disebutkan tadi, AI sudah mulai digunakan di berbagai aspek dalam hidup dan semua sektor industri, termasuk industry public relations (PR).

Jadi Seperti Apa Masa Depan Public Relation?

Tulisan menarik dari buku Public Relations in The Era Artificial intelligance, yang mengatakan bahwa The Chartered Institute of Public Relation (CIPR), telah membentuk tim untuk menginventarisasi 100 perangkat yang mampu membantu tugas PR agar lebih efisien dan cerdas.

Ai ini juga mengkaji dampak aspek sosial dan budaya, serta karakterisasi dampak dari praktik PR di lingkungan kerja dan ruang publik.  

Pekerjaan Public Relation apa saja yang bisa tergantikan oleh perkembangan teknologi AI dan Big Data?

Masih pada sumber yang sama, pada buku tersebut terdapat data survei yang dilakukan oleh Perhumas Indonesia dan  Forum Humas BUMN.

public relation in the era of artificial intelligence

Berdasarkan data tersebut terdapat beberapa pekerjaan PR yang dapat tergantikan oleh AI yakni kliping berita sebanyak 45%, menganalisis berita di media sebanyak 45%, serta berhubungan dengan media dan stakeholder lainnya sebanyak 37%.

Apakah Manusia Masih Dibutuhkan Dalam Pekerjaan PR?

Adapun pertanyaan terkait apakah manusia masih dibutuhkan menjadi tenaga PR dalam 10 tahun ke depan?

Ada 96% responden percaya bahwa aspek manusia masih dibutuhkan untuk menjalani pekerjaan sebagai PR pada 10 tahun ke depan.

Hanya ada 4% yang menyatakan bahwa aspek manusia sudah tidak dibutuhkan pada pekerjaan PR pada 10 tahun kedepan.

Pada dasarnya memang benar beberapa pekerjaan PR bisa digantikan oleh kecerdasan buatan (AI), namun aspek manusia masih dibutuhkan pada kegiatan kehumasan yang lebih strategis, seperti menganalisis lebih lanjut hasil dari media monitoring yang telah dijalankan untuk memberikan pertimbangan startegis.