Rencana Rilis Central Bank Digital Currency

Sember Foto: Bisnis Indonesia

Mengutip dalam laman resmi Bank Indonesia, Digital Currency dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi fokus di seluruh Bank Sentral hingga pada pertemuan internasional tentang kebijakan moneter dan sistem keuangan. Dengan adanya fokus tersebut Bank Indonesia  saat ini masih terus melakukan penelitian dalam menentukan  konsep Rupiah Digital / Central Bank Digital Currency (CBDC) sendiri dan  teknologi yang akan digunakan dalam upaya mendukung transformasi digital di Indonesia.

Top 5 Platform Pembayaran Digital Terpopuler di Indonesia

Dalam artikel ini akan membahas bagaimana media memotret isu Rupiah Digital / Central Bank Digital Currency (CBDC) yang berkembang belakangan ini dalam kurun pemantauan 01 -27 Desember 2021.

Adapun dalam linimasa pemberitaan online pembahasan mengenai Rupiah Digital / Central Bank Digital Currency (CBDC) dalam periode 01 – 27 Desember 2021 terdapat 203 pemberitaan di media online.

Kazee Media Monitoring

Puncak pemberitaan ada pada tanggal 01 dan 10 Desember 2021. Pada tanggal 01 Desember 2021 sorotan tertuju pada narasi Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan yang menyoroti kesiapan berbagai aspek stabilitas ekonomi guna menghadapi usulan digitalisasi ekonomi termasuk dalam rencana penerbitan Rupiah Digital seperti dalam konsep central bank digital currency (CBDC). Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan meminta agar risiko gagasan tersebut dianalisis lebih mendalam terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Sementara isu pemberitaan pada tanggal 10 Desember 2021 berkaitan dengan pertemuan Finance and Central Bank Deputies (FCBD) Meeting di Bali agenda utamanya adalah membahas pertimbangan perilisan central bank digital currency atau mata Uang Digital.

Mengungkap Sisi Lain QR Code dalam Proses Transaksi Digital

Selain itu, guliran isu pemberitaan lannya yang menjelaskan Rupiah Digital / Central Bank Digital Currency (CBDC) diantaranya;

Kazee Media Monitoring

Perilisan central bank digital currency atau mata Uang Digital menjadi bahasan utama dalam Finance and Central Bank Deputies (FCBD) Meeting di Bali. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyatakan pembahasan itu penting dilakukan untuk melihat dampak CBDC kepada makro finansialnya, serta terhadap efektivitas kebijakan moneter sistem keuangan.

Sorotan media selanjutnya tertuju pada Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan Memiinta Resiko Analisis mendalam pengadaan Rupiah Digital. Heri Gunawan meminta agar risiko gagasan tersebut dianalisis lebih mendalam terhadap stabilitas ekonomi nasional. 

Isu-isu sorotan media selanjutnya tertuju pada kelebihan dari Rupiah Digital / Central Bank Digital Currency (CBDC) diantaranya:

  1. Rupiah Digital akan menciptakan efisiensi melalui peredarannya dengan platform digital blockchain dan distributed ledger technology (DLT)
  2. Rupiah Digital dihadirkan untuk menekan biaya transaksi perbankan. Transaksi di pasar uang tidak membutuhkan biaya karena tersambung dalam sistem digital currency dalam konteks wholesale digital Rupiah
  3. Rupiah Digital akan menghemat dari sisi ritel karena biaya transaksi yang rendah. Dalam prosesnya pun akan lebih cepat karena dibantu BI Fast dan QRIS.
  4. Bank Indonesia meyakini penerbitan Central Bank Currency Digital (CBDC) alias Rupiah Digital bakal mampu memerangi aset kripto yang saat ini telah merajalela dijadikan instrumen investasi oleh masyarakat di Indonesia.
  5. Rupiah Digital merupakan Uang Digital uang yang diterbitkan Bank Indonesia yang peredarannya dikontrol. Berbeda dengan mata Uang Kripto yang tidak masuk dalam kebijakan moneter dan hanya dianggap sebagai komoditas di Indonesia

“Kami dalam proses untuk penerbitan Rupiah Digital, Insyaallah pada 2022 kami akan luncurkan, kami akan umumkan konseptual desainnya, sekarang dalam tahap finalisasi”

Gubernur Bank Indonesia – Perry Warjiyo

Sumber Kutipan:

Berbagai Media Online

https://bicara131.bi.go.id/knowledgebase/article/KA-01038/en-us

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *