Isu Berkembang di Media Terkait Smart City

sumber: kominfo.go.id

Belakangan ini, istilah pembangunan kota mengarah kepada smart city semakin populer di Indonesia. Bahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam rilisnya dimedia menyebut akan mendorong penerapan Smart City atau Kota Cerdas untuk menciptakan pemerintahan yang efisien dan memudahkan masyarakat dalam berbagai urusan.

Tantangan Penerapan Smart City di Indonesia

Dalam artikel ini akan membahas bagaimana media memotret isu smart city yang berkembang belakangan ini dalam kurun pemantauan 01 -21 Desember 2021.

Adapun dalam linimasa pemberitaan online pembahasan mengenai Smart City dalam periode 01 – 20 Desember 2021 terdapat 899 pemberitaan di media online.

Kazee Media Monitoring

Puncak pemberitaan ada pada tanggal 14 Desember 2021 dengan sorotan tertuju pada Acara Gerakan Menuju Smart City 2021 yang diusung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia .

Selain itu, guliran isu pemberitaan lannya yang menjelaskan Smart City diantaranya;

Kazee Media Monitoring

Sorotan utamanya tertuju pada Gerakan Smart City Kemenkominfo yang berisi Pameran Virtual Rencana Pembangunan Berbasis Smart City masing-masing kota dan kabupaten.

Dalam acara tersebut, Menteri Johnny memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang terpilih dalam Award Smart City Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional dan Ibu Kota Baru dan Award Smart City. Adapun beberapa penghargaan yang diberikan diantaranya:

Award Smart City

  • Kategori Smart Branding antara lain Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Morowali, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Sukoharjo, Kota Ambon, Kota Kediri, Kota Kupang, Kota Pontianak, Kota Samarinda, dan Kota Semarang.
  • Kategori Smart Economy terdapat 17 kab/kota mencakup Kabupaten Badung, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blora, Kabupaten Bogor, Kabupaten Boyolali, Kutai Kartanegara, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Sleman, Kabupaten Sumbawa, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Cirebon, Kota Denpasar, Kota Padang Panjang, dan Kota Pekanbaru.
  • Kategori Smart Environtment terdapat 16 kab/kota mencakup Kabupaten Bandung, Kabupaten Banjar, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Wonosobo, Kota Balikpapan, Kota Banjarmasin, Kota Bogor, Kota Bontang, Kota Cilegon, Kota Jayapura, dan Kota Pekalongan.
  • Kategori Smart Governance terdiri dari 17 kab/kota mencakup Kabupaten Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Mimika, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Siak, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Tuban, Kota Banda Aceh, Kota Bekasi, Kota Binjai, Kota Makassar, Kota Manado, Kota Medan, dan Kota Sukabumi.
  • Kategori Smart Living terdiri dari 16 kab/kota mencakup Kabupaten Indramayu, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kendal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Solok, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tangerang, Kota Banjarbaru, Kota Depok, Kota Jambi, Kota Mataram, Kota Probolinggo, Kota Tangerang, Kota Tomohon, dan Kota Yogyakarta.
  • Kategori Smart Society terdiri dari 17 kab/kota mencakup Kabupaten Bantul, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Batang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Demak, Kabupaten Pati, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sumenep, Kota Batu, Kota Madiun, Kota Magelang, Kota Padang, Kota Palembang, Kota Sibolga, Kota Surakarta, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tanjung Pinang.

“Kami terus mendorong penerapan dan pengembangan Kota Cerdas melalui Gerakan Menuju Smart City. Pengembangan kota tersebut penting untuk mengakomodasi kebutuhan warganya dan mencegah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau urbanisasi”

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate

Peran Humas Menuju Kota Smart City

Isu selanjutnya pemberitan  tertuju pada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginginkan seluruh Kabupaten/Kota di Jatim bertransformasi menjadi Smart City. Karenanya, Khoffiah mengajak bupati/walikota se Jawa Timur untuk melakukan berbagai inovasi dan terobosan untuk mempercepat terwujudnya Smart City.

Semoga pembangunan smart city berjalan lancar dan masyarakat dapat merasakan kebermanfaatan program tersebut.

Referensi:

https://www.kominfo.go.id/content/detail/38736/siaran-pers-no-446hmkominfo122021-tentang-wujudkan-layanan-publik-andal-menteri-johnny-pemerintah-konsolidasikan-aplikasi-dan-integrasi-data/0/siaran_pers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *