Polemik RI-China Di Laut Natuna

Pic: sinarharapan.co

Tensi diplomatik antara Indonesia dan China akhir-akhir ini semakin bergejolak. Ini tak lepas dari pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang dilakukan kapal Negeri Tirai Bambu di perairan Natuna, Kepulauan Riau

Fakta dibalik Polemik Laut Natuna

Adapun fakta yang terjadi dari ketegangan antara Indonesia dan China di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE), berikut faktanya;

Baca Juga: Isu Tertinggi Papua yang ramai di bicaran pada bulan Juni 2021

  • Cina meminta Indonesia menyetop pengeboran minyak dan gas (migas) di Natuna.

Cina mengklaim wilayah  Laut Natuna Utara bagian dari wilayah perairan tradisionalnya yang ditentukan dalam batas sembilan garis putus-putus (nine dash line).

  • RI tetap melakukan pengeboran di wilayah Natuna

Berdasarkan aturan Konvensi PBB tentang hukum laut, UNCLOS, zona ekonomi eksklusif (ZEE) ialah wilayah sejauh 200 mil laut dari garis pangkalan tempat lebar laut teritorial diukur. Di perairan itu, Indonesia punya hak berdaulat untuk keperluan eksplorasi dan eksploitasi serta konservasi sumber daya alam.

  • Indonesia tegas menolak semua klaim Cina.

Penolakan Indonesia ditunjukan lewat pengerahan kekuatan militer secara penuh di Laut Natuna Utara.

  • Indonesia Ocean Justice Initiative mencium adanya keinginan Cina untuk menguasai SDA di Natuna.

Dugaan tersebut muncul setelah terdeteksinya kapal riset Cina, Hai Yang Di Zhi 10, di Laut Natuna Utara, yang tertangkap oleh citra satelit dan data sistem identifikasi otomatis (AIS).

Mengapa China begitu ngotot mengklaim Natuna sebagai wilayahnya?

Melansir dari laman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Natuna, setidaknya ada 3 potensi yang menarik perhatian Cina terhadap kawasan tersebut.

Baca Juga: Waspada Varian Baru B.1.1.519 Omicron

  • Potensi sumber daya kelautan dan perikanan

Tahun 2011, potensi ikan laut Natuna mencapai 504.212,85 ton per tahun. Angka itu hampir 50 persen dari potensi WPP 711 (Laut China selatan, Laut Natuna, dan Selat Karimata) yang menyentuh 1.143.341 ton per tahun.

  • Kandungan minyak dan gas (Migas)

Blok East Natuna mempunyai kandungan volume gas di tempat (Initial Gas in Place/IGIP) sebanyak 222 triliun kaki kubik (tcf), serta cadangan sebesar 46 tcf.Tak hanya itu, Kementerian ESDM juga melirik potensi kandungan minyaknya. Potensi minyak di blok itu mencapai 36 juta barel minyak. Namun baru dimanfaatkan sekitar 25 ribu barel minyak.

  • Laut Natuna sebagai jalur perdagangan yang strategis

Laut Natuna diperkirakan menjadi rute utama bagi sepertiga pelayaran dunia. Sistem Monitoring Skylight atau sistem pemantau dengan teknologi penginderaan jarak jauh pun mencatat jumlah kapal yang lalu-lalang mencapai 1.000 unit per harinya.

Menhan Prabowo Trending Twitter

Seolah menjawab ketegangan di Laut Natuna, pada Minggu 5 Desember 2021 Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meluncurkan Kapal Perang Tipe Cepat Rudal (KCR) 60 meter kelima bikinan PT PAL Indonesia (Persero) Surabaya.

Hal tersebut tidak luput dari sorotan masyarakat di media sosial, dan menjadi trending di kanal twitter dengan hampir 10.000 ribu tweet yang menggunakan #PrabowoJawabAncamanDiNatuna, dan 9.596 yang menggunakan kata kunci Menhan Kerahkan Kapal Perang, per 07 Desember 2021.

Setelah ditelusuri, munculnya trending tersebut merupakan suatu bentuk kebanggaan dan dukungan masyarakat terhadap Indonesia melalui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang akan meluncurkan Kapal Perang Rudal (KCR) canggih buatan anak bangsa demi mempertahankan kedaulatan negara Indonesia.

Spesifikasi Kapal Cepat Rudal (KCR)

– Panjang: 60 Meter, Lebar:  8,10 meter

– Kapasitas:  55 orang

– Berat: 500 ton

– Kecepatan: maksimum 28 knot

– Jarak jelajah: 2400 Nautical Mile (Nm) pada kecepatan 20 knot

– Fungsi: Pengamanan wilayah maritim dan melakukan pengejaran terhadap kapal asing yang melanggar wilayah teritorial laut Indonesia. – Kategori: Offshore Patrol Vessel

Ekspos Pemberitaan

Adapun pergerakan data ekspos di media online terkait konflik Indonesia-China di wilayah Natuna periode 02 Desember hingga 08 Desember 2021 terpantau bergerak fluktuatif, dengan puncak pemberitaan terjadi pada patanggal 03 Desember 2021

Ekspos Tekait Polemik Laut Natuna

Media monitoring Kazee

Top Organisasi

  • Kementerian Luar Negeri Indonesia

Organisasi yang paling banyak terekspos media terkait konflik wilayah Natuna ialah Kementerian Luar Negeri Indonesia. Karena konflik bermula pada saat pemerintah China melayangkan protes kepada Kemlu RI agar Indonesia berhenti melakukan pengeboran diwilayah laut china selatan, Namun Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan masih mendalami protes China mengenai eksplorasi migas Indonesia di wilayah Laut China Selatan serta latihan gabungan antara TNI Indonesia bersama militer Amerika Serikat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan protes yang dilakukan oleh China melalui nota diplomatik bersifat tertutup

  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Top organisasi diposisi kedua yakni DPR RI. DPR RI melalui Anggota Komisi I Christina Aryani yang menyatakan protes Tiongkok terkait pengeboran minyak di Laut Natuna Utara, tidak memiliki dasar hukum. Untuk itu, Christina mendukung pemerintah mengabaikan protes tersebut. Karena menurutny, Natuna merupakan kawasan yang diklaim sepihak oleh Beijing sebagai bagian dari teritorial di Laut China Selatan.

  • Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Selain protes mengenai pengeboran minyak dan gas, ternyata pemerintah China juga mempermasalahkan latihan bersama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD dengan US Army pada Agustus 2021 lalu. Yang menurut China membahayakan keamanan wilayah. Selain itu PKS Minta Panglima TNI Baru Lakukan Langkah Taktis Amankan Laut Natuna Utara.

  • Badan Keamanan Laut (Bakamla)

Berkaitan dengan pernyataan Anggota DPR RI Christina Aryani juga mendorong Pemerintah RI untuk lebih memperkuat kehadiran Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di perairan Natuna, khususnya untuk menjalankan tugas-tugas pengamanan terhadap kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi sumber daya alam di ZEE

Referensi :

Referensi : https://oceanjusticeinitiative.org/2021/12/03/ancaman-iuuf-dan-keamanan-laut-indonesia-oktober-november-2021/

https://dpmptsp.natunakab.go.id/kekayaan-laut-natuna-alasan-kenapa-cina-selalu-mengklaimnya/

https://www.kemhan.go.id/2021/12/05/menhan-prabowo-luncurkan-kapal-kcr-kelima-karya-anak-bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *