Sektor Paling Banyak Diberitakan Terkait Realisasi Investasi

Pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian. Sejumlah upaya dilakukan pemerintah Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, salah satunya dengan upaya meningkatkan investasi di berbagai sektor.

Baca Juga : Peran Investasi Sebagai Salah Satu Penyokong Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Target Realisasi Investasi

Dikutip dari www.idxchannel.com Presiden Joko Widodo menargetkan Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dapat menarik investasi modal asing ke Indonesia sebesar Rp1.200 triliun di 2022. Target tersebut naik dari sebelumnya pada tahun 2021 sebesar Rp900 triliun.

Sementara itu pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penenaman Modal mengatur strategi, ada empat sektor yang menjadi prioritas. Pertama, industri padat karya yang berorientasi ekspor antara lain farmasi dan alat kesehatan, otomotif, dan elektronik. Kedua, industri energi baru dan terbarukan. Ketiga, infrastruktur. Keempat, pertambangan yang menciptakan nilai tambah.

Isu mengenai realisasi investasi menjadi sorotan media online seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, maka dari itu kali ini akan dibahas mengenai sektor yang paling banyak diberitakan terkait realisasi investasi di media online. Berikut hasil yang didapatkan dari media monitoring Kazee :

Pergerakan Data Realisasi Investasi

Data terkait realisasi investasi diambil dari pemberitaan di media massa online dengan periode waktu 19 November hingga 2 Desember 2021. Puncak isu ada pada tanggal 24 Desember 2021, lantas sektor apa saja yang paling banyak dibicarakan terkait realisasi investasi ? berikut hasil presentase ekstraksi media monitoring Kazee :

Industri Tembakau

Industri tembakau menempati posisi pertama sebagai sektor yang paling banyak diberitakan mengenai realisasi investasi. Isu ini berkembang karena PT HM Sampoerna Tbk., afiliasi dari Philip Morris International, mengumumkan realisasi investasi dengan total nilai sekitar US$166,1 juta untuk pembangunan fasilitas produksi untuk produk tembakau yang dipanaskan. Industri pengolahan tembakau mempunyai peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional, karena mempunyai multiplier effect yang luas. Industri jasa terkait dapat tumbuh melalui ekspansi investasi, penyediaan lapangan usaha dari hulu ke hilir, penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan bahan baku dalam negeri serta kontribusi cukai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai salah satu penyumbang pendapatan negara.

Migas

Sektor industri Migas menempati posisi kedua sebagai sektor yang paling banyak diberitakan mengenai realisasi investasi. Isu ini berkembang siring dengan pernyataan dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, bahwa target investasi hulu minyak dan gas hingga akhir tahun ini bisa mencapai US$11 miliar atau sekitar Rp 157,57 triliun (kurs Rp14.324 per US$). Kementerian Investasi pun akan mendorong investasi di sektor hulu migas naik menjadi US$15 miliar hingga US$16 miliar pada masa mendatang.

Perkebunan

Sektor perkebunan menempati posisi ketiga sebagai sektor yang paling banyak diberitakan mengenai realisasi investasi. Isu ini berkembang seiring dengan laporan realisasi investasi pada Triwulan III tahun 2021 di sektor perkebunan yang semakin membaik di berbagai daerah. Seperti halnya di Banda Aceh realisasi investasi sektor perkebunan mencapai US$.1.413.510 atau 11,36%. Adapun pada Triwulan II tahun 2021, Realisasi Investasi Bangka Belitung mencapai Rp 2,37 triliun, dan telah melampaui target pembangunan daerah yang ditetapkan sebesar Rp 1,9 triliun. Pencapaian tersebut salah satunya didorong oleh Nilai Tukar Petani (NTP) yang juga meningkat, hal ini mencerminkan kinerja pertanian dan perkebunan di Bangka Belitung semakin baik.

Pertanian

Sektor Pertanian menempati posisi keempat sebagai sektor yang paling banyak diberitakan mengenai realisasi investasi. Isu ini berkembang seiring dengan laporan realisasi investasi pada Triwulan III tahun 2021 di sektor pertanian dari berbagai daerah. Adapun layanan perizinan usaha yang diberikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat tetap tinggi di masa pandemi Covid-19, meski sitem perizinannya secara online. Permohonan izin usaha di Jawa Barat untuk sektor pertanian mencapai 613 permohonan perizinan

Pertambangan

Sektor pertambangan menempati posisi kelima sebagai sektor yang paling banyak diberitakan mengenai realisasi investasi. Isu ini berkembang salah satunya dengan adanya pemberitaan realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur yang kenaikannya disominasi oleh sektor tambang. Sebelumnya, di tahun 2020 realisasi PMA di Kutai Timur bernilai Rp 1,7 triliun, sementara itu di tahun 2021 meningkat nilainya menjadi Rp 1,9 triliun. Angka tersebut uatamanya didominasi oleh sektor pertambangan.

Sebagai kesimpulan bahwa terdapat sektor yang menjadi sorotan media online terkait isu realisasi investasi kuartal III 2021. Kazee Digital Indonesia memetakan 5 sektor tertinggi dengan industri tembakau menempati posisi pertama dan diikuti oleh sektor migas, perkebunan, pertanian dan pertambangan.

Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *