Pemberitaan Media Online Menyoal Banjir

sumber foto: detik.com

Berdasarkan kepada siaran pers BMKG dalam pemberitaan media online disebutkan bahwa akan terjadi peningkatan curah hujan dampak dari fenomena la nina pada akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, dampak fenomena la nina dengan peningkatan curah hujan hingga 70 persen atau intensitas lemah hingga moderate di tahun 2020 lalu akan terulang di bulan November 2021 hingga Januari 2022.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati  juga menyampaikan peningkatan curah hujan di bulan November ini diperkirakan mencapai 70 hingga 100 persen di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa daerah di antaranya Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, kemudian secara sporadic di Sumatera, kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. Peningkatan curah hujan tersebut telah menyebabkan sebagian wilayah di Indonesia mengalami banjir.

Menyoal Banjir, secara volume pemberitaan, menggunakan keyword Banjir, Banjir Bandang dan Curah Hujan Tinggi, volume pemberitaan dalam kurun waktu 7 hari terakhir (02 – 08 November 2021) terakumulasi sebanyak 9.515 artikel di media online.

sumber: Media Monitoring Kazee

Ekspos pemberitaan tertinggi media online dalam seminggu terakhir jatuh pada tanggal 05 November 2021 berkaitan dengan Banjir di Batu Malang, Jawa Timur yang tersebar di enam titik, yakni Dusun Sambong, Desa Bulukerto Dusun Beru, Desa Bulukerto Desa Sumberbrantas Jalan Raya Selecta, Desa Tulungrejo Jalan Raya Dieng, Desa Sidomulyo Dusun Gemulo dan Desa Punten Kecamatan Bumiaji.

Adapun berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dirilis di media pada tanggal 06 November 2021, dampak banjir bandang Batu Malang menyebabkan enam orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Selain di Kota Batu Malang, musibah banjir juga terekam terjadi pada beberapa daerah di Indonesia. Dalam pemantauan media online selama 7 hari terakhir (02 – 08 November 2021), berikut ini daftar daerah yang terekam diberitakan terjadi banjir di daerahnya.

sumber: Media Monitoring Kazee
  • Banjir di Batu Malang, Jawa Timur mendapat sorotan tertinggi dari media selama 7 hari kebelakang. Adapun guliran isu pemberitaan pada hari ini menginformasikan bahwa ratusan pengungsi banjir bandang di Kota Malang mulai dipulangkan bertahap. Sebelumnya mereka bertahan di pengungsian di Brawijaya Edupark Senaputra, selama empat hari pasca banjir bandang menerjang pada Kamis sore.
  • Selanjutnya sorotan media tertuju pada banjir yang terjadi di Jabodetabek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga Senin (8/11) pukul 09.00 WIB, sebanyak 67 RT di Jakarta masih terendam banjir. Jumlah itu berkurang dari yang sebelumnya 91 RT pada pukul 06.00 WIB. Adapun Petugas Jaga Pintu Air Manggarai, Karlian Seka mengatakan warga yang tinggal di bantaran kali Ciliwung diimbau waspada banjir karena hujan deras yang mengguyur Ibu Kota dan sekitarnya membuat debit air di Pintu Air Manggarai, Menteng, Jakarta Pusat mencapai 800 sentimeter atau berstatus siaga 3.
  • Wilayah terdampak banjir juga diberitakan terjadi di Kalimantan Barat. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, ada 12 kecamatan yang tergenang banjir, mulai dari Kecamatan Binjai Hulu hingga Sintang. Dikutip dari Kompas.id, penyebab banjir diduga akibat degradasi lingkungan khususnya kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang kritis. Kabupaten Sintang, memiliki alokasi kawasan hutan sebesar 59 persen dari luas wilayahnya atau sekitar 1,3 juta hektare dari total luas Sintang 2 juta ha. Berdasarkan data Balai Pengelola DAS dan Hutan Lindung Kapuas, dari sekitar 14 juta ha luas DAS di Kalbar (termasuk Sintang), sekitar 1,01 juta ha di antaranya dalam kondisi kritis, di antaranya DAS Kapuas.
  • Banjir juga terjadi di Desa Isimu Raya, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Adapun banjir yang menggenang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gorontalo hujan lebat yang terjadi Siang hingga malam hari.
  • Selanjutnya sorotan banjit tertuju di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Adapun curah hujan yang tinggi disebut di media mengakibatkan lebih dari 1.750 rumah terendam banjir.

Mengutip dari CNBC Indonesia, untuk informasi perkembangan cuaca dan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia dapat diakses melalui :

1.Website BMKG https://www.bmkg.go.id, untuk prakiraan cuaca hingga level Kecamatan;

2.Akun media sosial @infobmkg;

3.Aplikasi iOS dan android “Info BMKG”;

4.Call center 196 BMKG;

5.atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *