Akan Ditutup BUMN, Ini Perusahaan yang Paling Banyak Dibicarakan Media Menurut Pergerakan Data

Pada tanggal 14 Oktober 2021 dalam kunjungannya ke Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Presiden Joko Widodo meminta perusahaan BUMN untuk lebih mudah memberikan perizinan bagi pihak yang ingin bekerjasama dengan perusahaan BUMN. Presiden juga menyampaikan perintah pada Kementerian BUMN untuk menutup beberapa perusahaan BUMN yang tidak mengikuti perubahan model bisnis dan juga transformasi BUMN sehingga sulit bersaing. Selain itu, BUMN yang memberikan banyak kerugian disoroti untuk ditutup.

Dikutip dari laman IDX, berikut adalah daftar Kementerian BUMN berencana menutup tujuh perusahaan BUMN. Berikut adalah perusahaan serta profil singkatnya:

  • PT Merpati Nusantara

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) merupakan induk dari Merpati Nusantara Airlines, salah satu maskapai penerbangan nasional yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Maskapai ini didirikan pada 1962 dan berpusat di Jakarta. Pada 1 Februari 2014, Merpati menangguhkan seluruh penerbangan dikarenakan masalah keuangan akibat hutang. Diketahui, Merpati membutuhkan Rp7,2 triliun untuk beroperasi kembali.

  • PT Kertas Leces (Persero)

PT Kertas Leces (Persero) terletak di Probolinggo, Jawa Timur. Adapun PT Kertas Leces merupakan pabrik kertas tertua kedua di Indonesia setelah pabrik Kertas Padalarang.

Pabrik kertas Leces sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda. Asalnya bernama N.V Papierfabriek Letjes, berdiri pada 1939. Pabrik ini mulai beroperasi pada 1940, dengan menghasilkan kertas 10 ton per hari.

  • PT Industri Gelas (Persero)

PT Industri Gelas atau PT IGLAS (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kemasan gelas, khususnya botol. Perusahaan ini didirikan pada 29 Oktober 1956 dan beroperasi pertama kali pada 1959. PT Industri Gelas mampu memproduksi berbagai jenis botol dengan total kapasitas 340 ton per hari atau 78.205 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan industri bir, minuman ringan, farmasi, makanan, dan kosmetika.

  • PT Istaka Karya (Persero)

PT Istaka Karya (Persero) adalah BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT ICCI (Indonesian Consortium of Construction Industries) dan merupakan suatu konsorsium yang beranggotakan 18 perusahaan konstruksi Indonesia.

  • PT Kertas Kraft Aceh (Persero)

PT Kertas Kraft Aceh (Persero) mulai beroperasi pada 1983 di Lhokseumawe, Aceh Utara. Adapun tujuan awal KAA didirikan dalam rangka swasembada kertas kantong semen. Produsen pembungkus semen dari Aceh ini terpaksa berhenti beroperasi sejak 2007 karena kesulitan mendapat bahan baku dan gas.

  • PT Industri Sandang Nusantara (Persero)

PT Industri Sandang Nusantara (Persero) merupakan perusahaan tekstil milik pemerintah Indonesia yang berkantor pusat di Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan BUMN ini didirikan pada 1999 dalam swasembada kebutuhan pangan yang dicanangkan pada 1961. PT Industri Sandang Nusantara memproduksi benang tenun, karung, dan karung plastik yang diproduksi oleh 7 baril pemintalan, 1 baril terpadu pemintalan dan pentenunan, serta satu pabrik karung plastik.

  • PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)

PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PT PANN merupakan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan kapal. Perusahaan ini didirikan pada 1974. Selain bergerak di bidang pembiayaan kapal, BUMN ini juga bergerak di bidang telekomunikasi dan navigasi maritim serta jasa pelayaran untuk usaha jasa sektor maritim.

Berangkat dari isu tersebut, Kazee Digital Indonesia sebagai perusahaan big data mencoba untuk memetakan banyaknya data yang beredar di media pada periode 19 – 25 Oktober 2021 yang muncul dengan menggunakan query “BUMN” dan juga ekstraksi tujuh nama perusahaan tersebut. Hasil analisis merupakan hasil dari Kazee media monitoring system.

Perusahaan yang paling banyak dibicarakan oleh media online adalah PT Istaka Karya. Data tertinggi media yang paling banyak membicarakan PT Istaka Karya terjadi pada tanggal 19 Oktober 2021. Menurut isu yang beredar, PT Istaka Karya (Persero) menerima tuntutan utang Rp8,6 miliar. Tuntutan tersebut datang dari PT Bumi Mas Jaya Perkasa (BMJP). Eri Rossatria dari Kantor Hukum Eri Rossatria LAW FIRM yang menerima kuasa BMJP mencatat, utang Istaka Karya ini sudah berlangsung selama 5 tahun. Pihaknya sudah mendatangi kantor Istaka Karya hingga mengirimkan somasi satu dan dua kepada manajemen BUMN di sektor konstruksi tersebut agar melunasi semua kewajibannya. Namun demikian, hingga kini pihaknya belum menerima pembayaran utang.

Referensi:

https://www.idxchannel.com/economics/ini-profil-singkat-7-bumn-yang-akan-ditutup-erick-thohir#:~:text=Ketujuh%20BUMN%20itu%20adalah%20PT,Armada%20Niaga%20Nasional%20(Persero).

#KementerianBUMN #JokoWidodo #MerpatiNusantaraAirlines #Industrigelas #IstakaKarya #KertasKraftAceh #IndustriSandangNusantara
#PembiayaanArmadaNiagaNasional #KertasLeces

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *