Isu Tertinggi Terkait Bioavtur Menurut Perspektif Media

Car vector created by macrovector_official – www.freepik.com

Berdasarkan dari website ITB, Bioavtur adalah upaya penggunaan sebagian bahan bakar nabati dalam industri penerbangan untuk menurunkan emisi karbon dunia. Salah satu kunci pembuatan bioavtur adalah pengembangan katalis yang dilakukan oleh pertamina bekerja sama dengan ITB. Bioavtur diproduksi oleh Kilang Pertamina Cilacap. Sebelumnya, Peraturan Kementerian ESDM nomor 12 tahun 2015 telah mengatur kewajiban pencampuran bahan bakar nabati dalam bahan bakar jenis avtur dengan persentase sebesar 3 persen pada tahun 2020.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Indonesia sukses melakukan uji terbang pesawat CN235-220 FTB milik PT Dirgantara Indonesia dengan menggunakan campuran bahan bakar nabati (BBN) di dalam avtur (bioavtur) sebesar 2,4% pada tanggal 6 Bulan Oktober 2021.

Berangkat dari hal tersebut, Kazee Digital Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang big data, mencoba memetakan isu terkait dengan pemberitaan bioavtur yang beredar di media. Analisis ini menggunakan Kazee Media Monitoring System Analytics pada periode tanggal 1-7 Oktober 2021.

Berikut merupakan hasil dari isu tertinggi yang muncul di media dengan kata kunci “bioavtur”:

Berdasarkan grafik di atas, berikut adalah isu tertinggi yang paling disorot oleh media terkait pemberitaan bioavtur:

  • Bioavtur untuk Pesawat, Menko Airlangga: Kita Saksikan Keberhasilan Anak Bangsa

Isu tertinggi yang paling banyak tersorot adalah Bioavtur untuk Pesawat, Menko Airlangga: Kita Saksikan Keberhasilan Anak Bangsa. Isu yang beredar mengenai hal ini adalah ungkapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang mengatakan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk mendukung program B30 pada 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta Kilo Liter. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga CPO. Dengan kebijakan tersebut, target 23% bauran energi yang berasal dari Energi Baru Terbarukan pada 2025 sebagaimana ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional akan dapat tercapai.

  • Pertama dalam Sejarah, Pesawat Buatan Indonesia Terbang dengan Bahan Bakar Nabati

Isu tertinggi kedua terkait Bioavtur adalah Indonesia mencetak sejarah baru dengan bahan bakar nabati. Uji terbang dengan rute Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung–Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin (6/10) menandai keberhasilan penggunaan bahan bakar nabati untuk dunia aviasi. Pesawat CN235-200 FTB mengudara dengan campuran bahan bakar Bioavtur 2,4 persen atau J2.4. Itulah Sejarah baru bagi Indonesia.

  • Ciptakan Energi Terbarukan, Indonesia Jadi Produsen Nomor Satu Biodiesel

Isu tertinggi ketiga adalah terkait dengan Pemerintah terus berupaya melakukan penurunan emisi disektor transportasi darat dan transportasi udara melalui penggunaan Biodiesel dan Bioavtur sebagai bahan bakar pesawat yang telah sukses dilaksanakan uji terbangnya pada Rabu (6/10/2021) kemarin. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, salah satu strategi yang didorong untuk percepatan implementasi EBT dan penurunan emisi gas rumah kaca adalah melakukan substitusi energi primer dan final pada teknologi eksisting.

  • Pertamina Siapkan Kilang Cilacap dan Dumai Produksi Bioavtur

Isu yang beredar selanjutnya adalah mengenai Pertamina yang menyiapkan kilang minyak khusus untuk memproduksi bioavtur. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa persero menyiapkan dua kilang untuk produksi biofuel, yakni Kilang Dumai, Riau dan Kilang Cilacap.

  • Bioavtur Dinilai Jadi Solusi Penurunan Emisi Sektor Transportasi Udara

Isu paling tinggi selanjutnya adalah terkait aksi mitigasi yang berperan paling besar dalam upaya penurunan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) di sektor energi adalah pengembangan EBT. Salah satu upaya yang saat ini sudah dilakukan Pemerintah adalah menurunan emisi disektor transportasi baik darat dan udara menggunakan biodiesel dan Bioavtur sebagai bahan bakar pesawat

Dapat disimpulkan bahwa suksesnya penggunaan bioavtur pada Pesawat CN235-200 FTB merupakan satu langkah lebih maju lagi untuk pemerintah Indonesia mengembangkan bioavtur ini sebagai bahan bakar pesawat di Indonesia. Sangat penting untuk terus dilakukan penelitian dan produksi secara massal karena bioavtur ramah lingkungan dan juga berperan besar dalam upaya penurunan emisi karbon.

Referensi:

https://www.itb.ac.id/berita/detail/58191/indonesia-mengkukir-sejarah-uji-coba-terbang-bahan-bakar-bioavtur-sukses-dilakukan

https://www.cnbcindonesia.com/news/20211006141605-4-281869/sukses-perdana-ri-uji-terbang-avtur-dengan-campuran-sawit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *