Teknologi Blockchain Untuk Pengembangan Uang Digital

Pic: ekrut.com

Beberapa tahun terakhir mata kripto semakin populer di dunia termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga akhir Mei 2021, jumlah investor aset kripto Indonesia mencapai 6,5 juta orang. Jumlah tersebut naik lebih dari 50% dari tahun 2020 yang berjumlah 4 juta orang.

Sementara itu akhir-akhir ini bank sentral di dunia semakin gencar melakukan kajian dan uji coba mata uang digital bank sentral alias central bank digital currency (CBDC). Sebelumnya sejumlah bank sentral seperti bank sentral Australia, Singapura Malaysia, China, dan Uni Emirate Arab juga tengah melakukan uji coba uang digital bank sentral tersebut. Selain itu, kajian soal pengembangan CBDC ini dilakukan oleh bank Indonesia (BI). BI menilai CDBC akan meningkatkan efisiensi dari segi ekonomi.

Sementara dari sisi teknologi, Direktur eksekutif kepala departemen komunikasi bank Indonesia Erwin Haryono juga mengungkapkan, bahwa teknologi blockchain memang merupakan salah satu pilihan bagi penggunaan uang digital. Menurutnya, teknologi blockchain sangat potensial karena blockchain merupakan sebuah platform dimana setiap individu yang terlibat dalam platform tersebut bisa saling terkonfirmasi sehingga tidak akan terjadi kecurangan.

Definisi Blockchain

Dikutip dari modengkara.net, Teknologi BlockChain atau biasa disebut blockchain adalah teknologi pencatatan transaksi terintegrasi dengan teknologi modern, dimana memiliki enkripsi data yang sangat kuat dan data tersebut hanya bisa dibaca dan ditambahkan, tetapi tidak bisa dirubah.

Teknologi BlockChain menawarkan system untuk berbagi informasi yang aman dan terpercaya, karena dilengkapi oleh enskripsi kryptography yang tidak bisa di edit namun hanya bisa dibaca dan ditambahkan. Teknologi Blockchain ibarat sebuah general ledger (buku besar) digital yang mencatat semua transaksi yang terjadi secara permanen dan kemudian disebarkan pada seluruh jaringan blockchain tersebut.

Cara Kerja Blockchain

Bettina Warburg, peneliti pada Transformative Technologies, menjelaskan konsep Blockchain tidak berbeda jauh dengan transaksi jual beli konvensional. Jika Transaksi jual beli biasa dilakukan dengan mengunjungi toko, bila menggunakan Blockchain, tetap ada transaksi namun tidak membutuhkan toko.

Bagi yang telah terbiasa menggunakan eBay ataupun Tokopedia, Warburg mengatakan bahwa Blockchain sebenarnya hanya alat untuk mempermudah transaksi. Saat berbelanja di Tokopedia, pengguna membayar barang pesanannya dengan uang baik melalui kartu kredit maupun transfer bank hal ini berarti kegiatan transaksi dibantu oleh pihak ketiga namun bila memanfaatkan Blockchain, kita tidak memerlukan eBay dan pihak ketiga manapun lagi.

Sifat-Sifat Blockchain

  1. Open source dan transparan

Cukup penting untuk dipahami bahwa kode blockchain itu sifatnya sangat transparan. Jika ada seorang developer yang bisa membaca kode blockchain, seseorang itu maka bisa memverifikasi sendiri kode apa yang tertulis, misalnya pada Bitcoin, ada berapa banyak supply Bitcoin, berapa tingkat inflasi Bitcoin (untuk mengerti permintaan dan penawaran).Jadi jika dibandingkan dengan mata uang umum sebuah negara (misalnya Rupiah), yang biasanya dikontrol oleh bank sentral (Bank Indonesia), orang awam seperti kita tidak tahu seberapa banyak uang baru yang akan dicetak pada masa depan, atau berapakah suku bunga tahun-tahun berikutnya.

2. Berifat tidak terpusat (ter-desentralisasi)

Sistem blockchain adalah sitem yang tersebar, tidak ada satu orang atau satu perusahaanpun yang mengontrolnya. Kode blockchain tidak terletak pada sebuah server pusat yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan, namun tersebar pada ribuan komputer di jaringan blockchain tersebut. Bahkan kitapun bisa mempunyai kode sendiri, dimana komputer kita berisi blok-blok serta catatan transaksi dalam sistem blockchain tersebut

3. Tingkat inflasi yang jelas (datanya tersedia)

Karena blockchain itu bersifat transparan, kita bisa tahu secara tepat ada berapa banyak supply cryptocurrency tersebut dan ada berapa banyak yang akan dicetak di masa depan. Semua hal di dunia ini yang bisa diperjualbelikan itu mempunyai harga. Dan harga segala hal akan selalu bergantung dari supply and demand (permintaan dan penawaran).

4. Bersifat immutable alias tak bisa dibatalkan (kekal)

Penting diketahui bahwa apapun yang sudah terjadi dan telah dikonfirmasi di blockchain, tidak akan bisa lagi dibatalkan. Jadi jika kita telah membuat kesalahan dalam mentransfer dana ke alamat yang salah, berarti dana akan hilang kecuali jika pemilik dari akun penerima tersebut berbaik hati untuk mengembalikan dana kita. Inilah salah satu kelemahan dan kekhawatiran orang-orang menggunakan sistem blockchain.

5. Sangat sulit untuk dihack

Project blockchain yang bagus tentunya akan didukung oleh banyak miner (penambang) yang ikut membantu mengamankan jaringan blockchain tersebut dengan kekuatan jaringan komputer mereka. Intinya, para penambang akan bersaing untuk menyelesaikan sebuah perhitungan matematika.

Siapa saja yang berhasil memecahkan perhitungan tersebut dengan tepat dan akurat serta menciptakan blok baru untuk blockchain tersebut, maka akan diberikan imbalan.

Maka dari itu para penambang ini sangat berani untuk berinvestasi besar membeli perangkat komputer yang kuat dan juga membayar biaya listrik yang mahal untuk aktifitas mereka, hal ini belakangan menjadi bisnis dan peluang yang menggiurkan bagi para investor.

Nah untuk bisa merusak atau menghack sebuah sistem blockchain, anda harus mengontrol lebih dari setengah kekuatan jaringan komputer yang ikut mengamankan jaringan blockchain tersebut atau lebih dikenal dengan nama penyerangan 51%.

6. Mempermudah perdagangan dan atau jual beli saham

Teknologi blockchain pastinya akan memiliki dampak terhadap perdagangan saham di masa depan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain ini memungkinkan akurasi perdagangan atau perjual belian yang lebih luas dengan proses penyelesaian yang lebih singkat.

Kesimpulannya seiring dengan perkembangan zaman, dan teknologi semakin maju, maka setiap individu dan organisasi termasuk negara harus dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi agar mampu bersaing.

Membuat mata uang digital menjadi salah satu pengembangan terkini karena dinilai lebih efisien dan praktis terlebih untuk melakukan transaksi dan investasi.

#teknologi #blockchain #teknlogiblockchain #matauangdigital #uangdigital #crypto #bitcoin #ai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *