Melihat Sejarah Piala Sudirman Yang Mendunia

Pada tanggal 26 September 2021 lalu, Piala Sudirman secara resmi telah diselenggarakan, beberapa negara dunia termasuk Indonesia siap bertarung menjadi yang terbaik di ajang bulu tangkis bergengsi dan siap memperebutkan gelar di Piala Sudirman.

Namun apakah kamu tau sejarah dari piala Sudirman?

Mungkin banyak yang belum tahu mengenai sejarah Piala Sudirman salah satu turnamen bulutangkis bergengsi tingkat dunia. Dari namanya pasti sudah diketahui pasti turnamen tersebut berasal dari Indonesia. Namun banyak yang beranggapan nama tersebut di ambil dari Pahlawan Jendral Sudirman, namun anggapan itu salah.

Dilansir dari Detikcom, ternyata Piala Sudirman lahir di Indonesia dan digagas oleh mantan pebulutangkis Indonesia sekaligus pendiri Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)

Piala Sudirman didirikan oleh Dick Sudirman. Ia juga merupakan salah satu pendiri Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua PBSI selama 22 tahun.

Piala Sudirman merupakan kejuaraan beregu campuran dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali. Piala Sudirman adalah ajang yang berfokus untuk menguji kekuatan tim secara menyeluruh.

Dalam Piala Sudirman, terdapat lima pertandingan di setiap seri yaitu Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran

Sudirman juga memiliki andil dalam menggabungkan dua organisasi bulutangkis dunia, International Badminton Federation (IBF) dan World Badminton Federation (WBF).

Untuk mengenang kematian Sudirman pada 10 Juni 1986, teman lamanya yang merupakan Wakil Presiden PBSI Suharso Suhandinata menulis surat kepada Presiden IBF Arthur Jones untuk mengingat jasa-jasa Sudirman.

Dalam surat pada Agustus 1986 itu, Suhandinata menyarankan agar ada sesuatu yang nyata untuk mengingat Sudirman. Dia juga bertanya apakah IBF akan mempertimbangkan proposal Indonesia untuk diadakan kompetisi di rumahnya atas nama Sudirman.

Kemudian gagasan tersebut didiskusikan pada pertemuan Dewan IBF oleh Arthur Jones. Pada tahun 1988 IBF mengadakan Kejuaraan Beregu Campuran Dunia dan menerima tawaran piala dari Indonesia.

Karena jadwal yang padat, Dewan IBF memutuskan Piala Sudirman diselenggarakan bersamaan dengan kejuaraan dunia tetapi pada tahun-tahun alternatif.

Piala Sudirman sama halnya dengan piala besar bulu tangkis lainnya seperti Piala Thomas, Piala Uber, dan Piala Suhandinata.

Piala Sudirman terbuat dari perak padat berlapis emas 22 karat. Piala ini memiliki spesifikasi terbuat dari perak padat berlapis emas 22 karat.

Piala Sudirman memiliki tinggi 80 cm dan berdiri di atas alas segi delapan yang terbuat dari kayu jati terbaik. Badan cangkirnya berbentuk seperti kok, sedangkan tutupnya dirancang seperti Candi Borobudur Indonesia yang terkenal di dunia.

Gagangnya berbentuk seperti benang sari, melambangkan benih bulu tangkis. Trofi tersebut dibuat oleh Perusahaan Masterix Bandung dengan biaya US$ 15.000 saat diserahkan kepada Federasi Bulu Tangkis Internasional pada Mei 1989.

Sudirman Cup pertama kali diadakan di Gelora Bung Karno Indonesia pada 24-29 Mei 1989 dengan 28 tim yang berpartisipasi. Gelaran ini sangat populer di kalangan pemain dan penggemar bulu tangkis.

Pada edisi kedelapan, Piala Sudirman telah membangun momentum yang dapat dipentaskan sebagai acara yang berdiri sendiri.

Piala Sudirman diadakan setiap dua tahun sekali sejak tahun 1989. Indonesia memenangkan edisi perdana Piala Sudirman.

Selanjutnya Korea menjuarai Piala Sudirman 2 kali berturut-turut, diikuti oleh China yang memenangkan semua acara kecuali satu dari 1995 hingga 2015.

Sumber: detikcom, tribunews,okezone

#bulutangkis #pialasudirman #sudirmancup #badminton #juaradunia #cabangolahraga #Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *