Pentingnya Jurnalisme Data di Era Keterbukaan Informasi

Pentingnya Jurnalisme Data di Era Keterbukaan Informasi
Ilustrasi Jurnalisme Data (Sumber: Beritagar)

Pesatnya arus informasi di era digital saat ini, menjadikan media sosial sebagai alat untuk mendistribusikan isu-isu terkini. Tak heran jika beberapa tahun belakang ini, berita bohong atau hoaks atau disinformasi kian masif beredar di media sosial. Bahkan sebagian media massa yang merupakan penggerak arus informasi utama turut menyiarkan berita tanpa adanya verifikasi dan validasi terlebih dahulu. Sehingga masyarakat rentan mengonsumsi informasi yang belum tentu benar. Untuk meminimalisir hoaks yang beredar, media massa turut berperan penting dalam memerangi informasi palsu tersebut.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, penyampaian informasi dalam media massa terasa sangat berbeda. Masyarakat dibawa ke ragam pilihan dalam menikmati berita. Hal itu dapat menjawab pertanyaan “Bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk kembali mengonsumsi berita-berita dari media massa?”.

Hal ini tentu berkaitan dengan cara kerja jurnalis, yang mana media massa menggunakan strategi Jurnalisme Data atau kerap disebut istilah data driven journalism. Sehingga para jurnalis dituntut untuk melakukan disiplin verifikasi dan validasi atas informasi yang diterimanya guna mempertahankan kepercayaan masyarakat pada media.

Di lain sisi, strategi Jurnalisme Data juga menghadirkan warna baru di era disrupsi informasi ini, yang mana memiliki pendekatan mengajak masyarakat untuk memeriksa keakuratan informasi dan memvisualisasikannya ke dalam sebuah grafik.

Lalu, apa itu Jurnalisme Data?

Melansir dari Remotivi, Alexander Howard mendetilkan pelaporan jurnalisme data dalam proses seperti mengumpulkan, membersihkan, menganalisis, memvisualisasikan, hingga mengolahnya menjadi sebuah karya jurnalistik. Ia menyebut praktik ini sebagai implementasi dari data science dalam ruang redaksi.

Dari pernyataan tersebut bisa disimpulkan bahwa Jurnalisme Data merupakan sekumpulan data yang dapat diolah dan dianalisis yang dapat disajikan untuk keperluan pemberitaan.

Secara harfiah fungsi pers adalah edukasi. Sehingga data menjadi sangat penting. Oleh karena itu, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan indepth reporting writing sangat diperlukan. Sebab, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah good quality journalism.

Dalam praktiknya, Jurnalisme Data erat dikaitkan dengan big data sebagai bahan baku penyusunan berita dan didukung teknologi terkini. Selain itu, Jurnalisme Data kian berkembang seiring terwujudnya keterbukaan informasi di lembaga-lembaga pemerintahan.

Meskipun demikian, hal ini membutuhkan tim khusus yang fokus dalam menyelidiki data dengan teliti dan menganalisisnya. Sehingga akan menghasilkan berita yang dirangkai dalam bingkai narasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *