Polemik Program Formula E DKI Jakarta

Source: www.fiaformulae.com

Pada 4 Agustus 2021 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 49 tahun 2021. Ingub tersebut berisi penyelesaian 28 isu prioritas daerah pada tahun 2021-2022, termasuk salah satunya ialah mengenai penyelenggaraan balap mobil listrik atau formula E di DKI Jakarta pada Juni 2022 mendapatang.

Pada awalnya, penyelenggaraan formula E di Jakarta akan dilaksanakan pada Juni 2020 namun karena pandemi covid-19, ajang balap mobil listrik tersebut gagal diselenggarakan.  Namun Anies Baswedan berencana akan menyelenggarakan program tersebut pada Juni 2022 mendatang. Dengan diselenggarakan pada tahun depan diharapkan pandemi telah berakhir dan DKI Jakarta mampu menorehkan sejarah dalam menyelenggarakan balapan yang menggunakan mobil listrik.

Namun sejak awal rencana program balap mobil listrik tersebut diluncurkan justru menuai berbagai polemik, terutama dari beberapa partai dan tokoh politik.

Kazee Digital Indonesia, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang data analytics mencoba memetakan data mengenai polemik tersebut dalam periode 26 Agustus 2021 Hingga 1 September 2021, dengan menggunakan sistem media monitoring. Analisis dilakukan dengan menggunakan kata kunci “Mobil Listrik”,”Formula E”.

Berikut merupakan data presentase pro dan kontra terkait isu tersebut.

Source: Media Analytics Kazee, 26 Agust-1 Sept 2021

Dapat dilihat dari sistem media monitoring kazee, total data yang didapat berjumlah 2.72 ribu data, terdiri dari 2.01 ribu data twitter, 698 data news, 3 blog, dan 1 unggahan di youtube.

Source: Media Analytics Kazee, 26 Agust-1 Sept 2021

Melihat dari hasil analisis sistem media monitoring kazee, dapat disimpulkan bahwa isu terkait polemik gelaran formula e di DKI Jakarta presentase yang kontra lebih banyak yakni 89,4%. Hasil analisis melihat bahwa pihak pihak yang kontra menilai bahwa penyelenggaraan formula e bagi perekonomian masyarakat Jakarta tak akan signifikan.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Manuara Siahaan pun mengatakan anggaran penyelenggaraan Formula E setara dengan anggaran pembangunan 88 sekolah baru. Anggaran Formula E selama 5 tahun senilai Rp 4,48 triliun, anggaran tersebut bisa dialihkan ke program yang lebih berpihak pada warga seperti pembangunan sekolah.

Sedangkan menurut hasil analisis, pihak yang pro mendapatkan 10,6% dari total data yang di dapat. Isu yang berkembang terkait mereka yang pro terhadap isu tersebut yakni, Penyelenggaraan balap mobil listrik di DKI Jakarta beranggapan bahwa meskipun biaya besar namun mampu mendongkrak nama Jakarta sejajar dengan kota-kota besar di dunia lainnya. Selain itu mereka berkeyakinan, secara ekonomi, perputaran uang akibat penyelenggaraan formula e ini akan meningkat tajam, karena berdampak besar bagi sektor investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *