Top 5 Bank Terkait Perbankan Digital

Technology photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Canggihnya teknologi internet dengan mengefektifkan waktu penggunanya membuat banyak orang meninggalkan cara tradisional dalam transaksi dan beralih ke cara digital. Menggunakan layanan online banking mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Hampir semua bank tradisional memiliki sistem online banking, namun tidak semua layanan bank tradisional bisa diakses online melalui internet. Misalnya, jika nasabah ingin membuka atau menutup akun bank, mereka biasanya wajib datang ke cabang bank untuk melakukannya.

Sedangkan, bank digital adalah bank yang menyediakan tidak hanya produk namun juga semua layanan perbankan melalui internet. Bahkan, bank digital bisa beroperasi tanpa kantor fisik. Sistem yang digunakan oleh bank digital disebut dengan perbankan digital. Menurut Wikipedia, perbankan digital melibatkan otomatisasi proses tingkat tinggi dan layanan berbasis web dan dapat mencakup API yang memungkinkan komposisi layanan lintas institusi untuk memberikan produk perbankan dan menyediakan transaksi.

Dengan layanan internet, banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan dari perbank digital. Salah satunya adalah nasabah tidak perlu mengurus keperluan terkait rekening bank ke cabang bank karena semua layanan bisa diakses secara langsung melalui internet.

Di Indonesia, industri bank digital mulai banyak dilirik oleh perusahaan dan juga bank exixting. Beberapa waktu terakhir, OJK mengeluarkan peraturan mengenai perbankan digital. Hal tersebut diatur dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2021 BAB IV Pasal 23 sampai dengan Pasal 31. Di Indonesia, Bank Digital diwajibkan memiliki setidaknya satu kantor fisik.

Kazee melalui sistem media monitoring mencoba merangkum beberapa bank terkait pemberitaan perbankan digital yang tersorot di media selama periode 23 Agustus – 29 Agustus 2021. Analisis dilakukan dengan menggunakan kata kunci “Perbankan digital” dan “bank digital”

Berikut adalah lima perusahaan teratas yang paling banyak disorot oleh media:

Berdasarkan grafik di atas, berikut top lima perusahaan teratas yang paling banyak disorot media adalah:

  • Bank Neo Commerce

Bank Neo Commerce menjadi salah satu perusaah dengan sorotan terbanyak yakni 31%. Bank Neo Commerce memiliki aplikasi bank digital bernama neo+. Terdapat isu yang menjadi pendukung sorotan nama Bank Neo Commerce beberapa diantaranya adalah terkait statement Direktur Utama Bank Neo Commerce, dimana bank tersebut akan memperkuat ekosistem digitalnya, menambah produk dan layanan, kemitraan, sampai sistem keamanan dalam melayani kebutuhan Perbankan Digital masyarakat Indonesia. Bank Neo Commerce semakin terpacu untuk terus berinovasi dan memberikan layanan dan produk Perbankan Digital yang end-to-end dengan dukungan penuh dari regulator

  • Bank Central Asia

Bank yang paling banyak menjadi sorotan media pada peringkat kedua yakni 27% adalah Bank Central Asia (BCA). Bank Central Asia menjadi sorotan didukung oleh pemberitaan mengenai anak perusahaannya (PT. BCA Digital). Isu lain mengenai Bank BCA adalah BCA Digital mengalokasikan anggaran capital expenditure di sektor IT dengan sebanyak lebih dari Rp 100 miliar hingga akhir tahun ini. Tahun ini BCA Digital memfokuskan pada pembangunan infrastruktur IT, dan juga pengembangan ekosistem digital. Bank BCA siap untuk bersaing di pasar digital dan berkomitmen untuk terus mengembangkan aplikasi bank digitalnya yakni Blu.

  • Bank MNC Internasional

Selanjutnya adalah Bank MNC Internasional yang menempati posisi ketiga sorotan terbanyak yakni 15%. Bank MNC Internasional sendiri memiliki bank digital yakni MotionBanking. Isu yang beredar terkait dengan Bank MNC Internasional adalah mengenai ByteDance yang merupakan induk perusahaan aplikasi TikTok dikabarkan berinvestasi di MotionBanking. Selain itu, ekosistem MNC digunakan untuk menambah nasabah MotionBanking. Salah satunya dengan menarik basis penonton dan pembaca jaringan media MNC Group untuk menjadi pengguna MotionBanking.

  • Bank BTPN

Bank BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) menempati sorotan terbanyak ke empat yakni 15%. Bank BTPN memiliki bank digital Bernama Jenius. Beberapa isu yang beredar terkait bank BTPN yang paling banyak disorot media adalah cara menjaga keamanan menggunakan bank digital. Selain itu, di ulang tahun kelimanya, Jenius menghadirkan tampilan desain UI/UX baru pada aplikasinya.

  • Bank Capital Indonesia

Bank yang paling banyak tersorot kelima adalah Bank Capital Indonesia. Bank Capital merupakan salah satu bank yang sedang dalam proses go digital. Nama Bank Capital tersorot karena didukung naik oleh isu bank digital yang mulai dilirik oleh investor. Bank Capital mencoba meningkatkan modal pada paruh kedua 2021.

Kesimpulannya, di Indonesia sudah banyak bank baru maupun exixting yang mulai merambah ke dunia perbankan digital. Terlebih di saat pandemi, banyak sekali kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara tatap muka, maka, situasi seperti ini banyak meningkatkan kegiatan di dunia digital. Selain itu, banyak sekali manfaat dari bank digital, salah satunya dalah mengefisienkan waktu nasabahnya. Namun, bank digital masih perlu disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat karena tidak semua masyarakat bisa memahami sistem bank digital atau tidak memiliki banyak literasi mengenai perbankan digital.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Digital_banking

#BankDigital #DigitalBanking #BankNeoCommerce #BankBCA #BankBTPN #Jenius #BankCapital #BankMNC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *