Kenali Ciri-Ciri Aplikasi Play Store Berbahaya, Agar Data Ponsel Tetap Aman !

Image source : Urbanasia

Perkembangan teknologi memberikan berbagai kemudahan untuk melakukan berbagai aktivitas, bahkan sejumlah inovasi bermunculan seperti pengembangan aplikasi untuk smartphone. Tidak sedikit dari kita yang lebih banyak menggunakan smartphone android dan menggunakan Play Store untuk mengunduh berbagai aplikasi yang dibutuhkan untuk membantu berbagai aktivitas, dibandingkan dengan penggunaan app store untuk iOS. Berdasarkan data dari SensorTower seperti yang dilansir oleh databoks.katadata.co.id secara global unduhan aplikasi di Google Play dari 24,4 miliar pada kuartal I-2020 menjadi 28,2 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2021 ini. Sedangkan, jumlah unduhan aplikasi di App Store menurun dari 9,2 miliar menjadi 8,4 miliar unduhan. Adapun Indonesia menempati posisi tertinggi ke 3 berdasarkan total unduhan aplikasi di Asia pada 2020.

Namun selain memiliki dampak positif untuk memenuhi kebutuhan, sejumlah aplikasi yang tersedia di Play Store sering kali disisipi malware yang dapat merugikan pengguna. Bahkan sering kali Google malakukan bersih-bersih di google Play Store dan menghapus sejumlah aplikasi yang berbahaya. Seperti pada pertengahan tahun 2020 lalu Google dikabarkan kembali menghapus sekitar 25 aplikasi berbahaya dari Google Play Store, aplikasi yang dihapus Google terbukti kedapatan memiliki malware yang mencuri data pengguna lewat media sosial Facebook. Aplikasi-aplikasi berbahaya tersebut biasanya memanfaatkan Facebook yang sedang terbuka di latar belakang, kemudian menyelipkan tab browser dengan halaman masuk ke Facebook palsu di jendela aplikasi latar belakang terbuka dan mengarahkan pengguna untuk mengisi informasi login akun Facebook-nya.

Hal tersebut tentu berbahaya karena pihak lain akan mengetahui sejumlah data pribadi pada ponsel, bahkan masih banyak cara lainnya yang dilakukan oleh aplikasi berbahaya untuk melemahkan sistem yang ada di smartphone android bahkan bisa mencuri data pribadi pemilik ponsel. Sebagai pengguna kita harus lebih berhati-hati untuk memilih aplikasi yang aman untuk digunakan, berikut tips untuk mengecek aplikasi berbahaya sebelum dipasang pada perangkat Android :

  • Gunakan Google Play Protect

Google Play Protect adalah fitur yang tersedia di layanan Google Play Store. Fitur ini berfungsi untuk menjalankan pemeriksaan keamaanan pada aplikasi dari Google Play Store. Dengan fitur ini, kamu akan diberitahu mengenai aplikasi apa saja yang berpotensi membahayakan perangkat. Biasanya Google Play Protect akan memberikan peringatan (disclaimer) yang muncul di layar perangkat.

  • Gunakan Sistem Keamanan di Android

Pada perangkat sistem Android sudah terdapat sejumlah fitur keamanan yang disematkan, seperti Sandbox Aplikasi Android untuk memisahkan data aplikasi dan eksekusi kode dari aplikasi lain, serta perizinan aplikasi untuk membatasi akses ke fitur sistem maupun data pengguna. Untuk meningkatkan sistem kemanan tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kamu harus mengetahui di mana aplikasi akan tersimpan setelah selesai diunduh dan diinstal. Sangat disarankan untuk tidak menyimpan informasi sensitif di penyimpanan eksternal. Hal ini karena secara umum penyimpanan eksternal dapat dibaca dan ditulus, sehingga dapat dengan mudah diubah oleh peretas atau aplikasi yang berbahaya. Selain itu alangkah baiknya, kamu juga harus meminimalkan jumlah izin yang diminta aplikasi. Membatasi akses ke izin sensitif akan mengurangi resiko dari aplikasi berbahaya dan mencegah terjadinya kebocoran data.

  • Hindari Aplikasi dengan Rate atau Unduhan Rendah

Cara lain untuk menghindari penggunaan aplikasi berbahaya bisa dengan memeriksa ulasan pengguna dan melihat berapa banyak aplikasi tersebut di unduh. Kamu bisa mempertimbangkan untuk mengunduh aplikasinya atau tidak setelah membaca sejumlah ulasan apakah lebih banyak ulasan yang baik atau buruk. Selain itu kamu juga bisa periksa skornya, jika memilki kurang dari empat bintang dan hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai legitimasinya sebaiknya hindari untuk mengunduh aplikasi tersebut. Aplikasi yang asli dan tidak berbahaya pasti memiliki lebih banyak ulasan positif dan telah banyak di unduh oleh pengguna. Jika masih ragu, maka kamu bisa cek ke bagian bawah halaman Play Store-nya dan lihat apakah pengembang telah membuat aplikasi lain,  Jika sudah biasanya akan ada bagian yang dilabeli dengan nama pengembang atau daftar semua apliksi yang mereka buat. Kamu bisa cek aplikasi mereka yang lain, jika skor aplikasi lainnya juga rendah sebaiknya hindari penggunaan salah satu aplikasi mereka.

  • Hindari Penggunaan Aplikasi Dari Pengembang Yang Tidak Dikenal

Untuk menghindari aplikasi berbahaya juga bisa dilakukan dengan memeriksa nama pengembang atau developer dari aplikasi tersebut, Jika namanya terlihat aneh atau tidak wajar, maka kamu perlu berhati-hati. Ada sejumlah aplikasi di Play Store yang mencoba menipu untuk meyakini bahwa mereka adalah aplikasi yang berbeda dan lebih terkenal. Pengembang ini sering mencitrakan dirinya sebagai pengembang yang sudah terkenal. Mereka akan menyalin ikon, logo, bahkan menggambarkan aplikasi dengan cara yang mirip dengan versi aplikasi yang sebenarnya. Namu, karena mereka tidak dapat mereplikasi nama, kamu biasanya dapat mengetahui mana yang asli dengan membaca nama pengembang. Perhatikan nama pengembang dengan benar dan pastikan pengembang tersebut adalah pengembang resmi dan terpercaya.

  • Hindari Penggunaan Aplikasi Yang Meminta Banyak Perijinan

Sama halnya dengan memeriksa pengembang, kamu juga harus memeriksa izin di kolom informasi aplikasi untuk mengetahui apakah aplikasi tersebut palsu atau berbahaya. Selain itu kamu juga bisa melihat izin apa yang diminta dari aplikasi tersebut kepada perangkat smartphone yang kamu miliki. Banyak aplikasi yang meminta izin untuk mengakses sensor yang tidak mereka butuhkan atau bahkan akan meminta izin untuk mengakses semua sensor ponsel. Sebagai contoh aplikasi WhatsApp yang resmi akan meminta izin untuk membuka kontak, menghidupkan kamera, dan lain sebagainya. Namun jika ada aplikasi palsu contohnya aplikasi radio, kemudian ia meminta izin untuk membuka kontak hingga kamera maka kamu perlu waspada dan sebaiknya di hindari saja.

  • Hati-Hati Pada Aplikasi Dengan Deskripsi Menjanjikan

Untuk memastikan keamanan aplikasi yang akan di unduh, kamu harus menghidari aplikasi yang terlalu banyak menjanjikan fitur-fitur bagus namun tidak wajar. Misalnya, ada beberapa aplikasi di Play Store yang mengklaim memungkinkan pengguna memperbarui sistem operasi mereka ke Android Pie, termasuk yang sudah diunduh puluhan ribu kali. Atau bisa disebut aplikasi dengan deskripsi yang bisa dikatakan “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”.Biasanya banyak terjadi pada aplikasi yang berhubungan dengan game. Seperti dengan mengklaim memberi  mata uang dalam game gratis atau menawarkan menipu dan meretas untuk membuat kamu unggul dalam game. Jika begitu aplikasi tersebut harus diwaspadai dan sebaiknya di hindari untuk di unduh.

Di era yang serba digital saat ini data menjadi aset yang sangat berharga dan perlu kehati-hatian agar tidak terjadi kebocoran atau pencurian data, terutama ketika menggunakan aplikasi yang di unduh untuk smartphone yang kita miliki. Kewaspadaan menjadi hal yang penting untuk menghindari penyalahgunaan data yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. (Berbagai Sumber)

#GooglePlayStore #PencurianData #AplikasiBerbahaya #Malware #AplikasiAndroid #KeamananData #Teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *