Kolaborasi – Bantu UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

Dimasa Pandemi covid-19 pemerintah menerapkan kebijakan PPKM yang membatasi kegiatan masyarakat dalam rangka mengendalikan penyebaran COVID-19. Kondisi Pandemi memberikan pukulan yang sangat besar dalam dunia usaha. UMKM diharapkan bisa beradaptasi dengan kondisi ini dengan memanfaatkan keberadaan platform digital untuk dapat bertahan dan memperkuat usahanya ditengah arus digitalisasi saat ini. Dampak Pandemi COVID-19, yang dihadapi UMKM sangat signifikan, terutama pada saat diberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat, yang memicu penurunan penjualan dan pada akhirnya menurunnya pendapatan UMKM.

Berdasarkan hasil survei dari Katadata Insight Center (KIC), pendapatan 70% Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi offline turun saat pandemi COVID-19. Bahkan, banyak pelaku usaha yang akhirnya terpaksa gulung tikar karena tidak ada pemasukan

Dikutip dalam Citra Indonesia Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan transformasi digital merupakan solusi bagi pelaku UMKM, yang terdampak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk tetap dapat meningkatkan kinerja usahanya.

UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, tentu saja tidak kebal dari dampak pandemi. Oleh karena itu, mereka harus bisa mengembangkan usahanya secara Digital. Peran penting UMKM dalam perekonomian nasional, yang mana kontribusinya saat pandemi meningkat dari 60% menjadi 63% terhadap produk domestik bruto (PDB). Hal ini salah satunya disebabkan karena keberhasilan UMKM untuk bisa menghadapi tantangan pandemi lewat transformasi digital.

Sumber : Komparasi Kazee

Berdasarkan data Kazee kolaborasi UMKM dan E-commerce di tengah pandemi selama periode Agustus 2021 pemberitaan didominasi oleh kolaborasi Tokopedia bersama UMKM mecapai 24,8%. Hal tersebut disebabkan Tokopedia berinisiatif mengadakan ‘Hyperlocal’. Program ini difokuskan untuk mempercepat Digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM)  Tokopedia mendukung para pegiat bisnis lokal di berbagai daerah di Indonesia agar memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan usaha serta meningkatkan daya saing bisnis melalui teknologi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Dra Ema Rachmawati menuturkan rata-rata UMKM yang bekerja sama dengan e-commerce, mereka mendapatkan kenaikan omzet sebesar 200 persen.

Sedangkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) yang dikutip Kemenparekraf menjelaskan ada 13,7 juta pelaku UMKM yang sudah masuk ke pasar digital. Jumlah tersebut baru mencakup 12,5 persen dari total pelaku UMKM di Indonesia. Oleh sebab itu, ppentingnya kolaborasi untuk membantu UMKM masuk ke platform digital.

Dengan adanya dukungan dari e-commerce yang mendukung transformasi ekosistem digital bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui beragam program. Kolaborasi yang dihasilkan dari ekosistem milik masing-masing platform ini menjadi komitmen dalam mendukung pemerintah khususnya mendorong transformasi digital pelaku UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *