Isu Tertinggi Pasca Kementerian Investasi Umumkan Realisasi Investasi Kuartal II

Photo by Precondo CA on Unsplash

Investasi adalah hal yang sangat penting di Indonesia karena dapat meningkatkan ekonomi dan penyerapan sumber daya manusia. Pengelolaan investasi menjadi hal yang perlu diperhatikan agar inevestasi yang masuk bisa lebih terorganisir juga untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Oleh karenanya, Indonesia memerlukan pihak yang berwenang untuk mengurus investasi. Sebelumnya, BKPM menjadi penanggung jawab investasi di Indonesia. Pada tanggal 28 April 2021, presiden Jokowi resmi melantik Bahlil Lahadalia yang merupakan kepala BKPM menjadi Menteri investasi. Dengan demikian, saat ini BKPM merangkap menjadi Kementerian investasi. Peran kementrian investasi agar investasi baik dari dalam maupun luar negeri akan lebih terpusat pada satu pintu.

Pada tahun 2021, Indonesia ditargetkan untuk mendapatkan realisasi investasi sebesar Rp. 900 triliun. Dengan masih adanya pandemi, hal ini tentu masih menjadi sentimen negatif bagi para investor yang akan berinvestasi di Indonesia. Meskipun demikian, kementerian Investasi mencatat realisasi investasi pada kuartal II 2021 lebih baik. Realisasi investasi kuartal II tahun 2021 tercatat sebesar Rp 223 triliun. Jumlah itu naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, jumlah realisasi investasi sampai dengan semester I tahun 2021 sudah mencapai Rp 442 triliun.

Kazee melalui media monitoring system mencoba merangkum lima isu tertinggi yang bermunculan di media pasca pengumuman realisasi investasi kuartal II yang dilakukan oleh Kementerian Investasi. Dalam grafik di bawah adalah hasil data lima isu tertinggi yang tersorot berdasarkan pergerakan data dalam periode 27 Juli 2021 sampai dengan 5 Agustus 2021.

Berdasarkan grafik di atas, lima isu yang paling banyak menjadi sorotan media pasca pengumuman realisasi investasi kuartal II dalam periode tanggal 27 Juli sampai dengan 5 Agustus 2021 terangkum sebagai berikut:

  1. Regulasi Turunan UU Ciptaker Bantu Naikkan Investasi

Isu pertama tertinggi yang tersotot adalah terkait regulasi turunan UU Cipta Kerja. Menurut Kementerian investasi, regulasi turunan UU Cipta Kerja dapat menaikkan kelas UMKM dan juga membuat UMKM lebih berdaya saing. Selain itu, UU Cipta Kerja juga merupakan sentimen positif bagi para investor karena dengan adanya UU Cipta Kerja, hal ini banyak memberikan kemudahan usaha bagi para investor. Percepatan regulasi UU Cipta Kerja dan turunannya ini akan menjadi motor membuat perhumbuhan ekonomi yang berkualitas.

2. Belanda Masuk Lima Besar Investor Utama di Indonesia

Isu kedua tertinggi adalah terkait Belanda yang berhasil masuk dalam lima besar daftar investor utama Indonesia. Belanda berhasil menggeser nilai investasi Jepang dan menanamkan investasi di Indonesia sebesar USD 1,1 miliar. Naiknya nilai investasi Belanda di Indonesia memberikan sentimen positif dan juga kepercayaan negara Uni Eropa terhadap Indonesia.

3. Realisasi Investasi Naik 16% Jadi Rp 223 T di Kuartal II-2021

Isu ketiga tertinggi adalah terkait realisasi investasi di kuartal II tahun 2021 yang mencapai Rp 223 triliun. Realiasasi investasi ini tumbuh 16,2 persen dibandingkan nilai realisasi investasi yang sama tahun lalu. Isu perkembangan ekosistem mobil listrik juga menjadi salah satu faktor yang mengerek realisasi investasi kuartal II. Modal yang ditanamkan pada realisasi investasi kuartal II didominasi modal asing.

4. Investasi Jabar Meningkat Mampu Serap 58 Ribu Pekerja

Isu keempat tertinggi adalah terkait investasi di Jawa Barat yang meningkat dan mampu menyerap 58 ribu pekerja. Realisasi investasi di Jawa Barat pada semester I 2021 menduduki peringkat satu nasional. Dari realisasi investasi semester I/2021 terdapat lima kota/kabupaten dengan realisasi investasi terbesar, Kabupaten Bekasi Rp 23,3 triliun, Kabupaten Karawang Rp13,8 triliun, Kota Bandung Rp8,0 triliun, Kabupaten Bogor Rp6,1 triliun, Kabupaten Subang Rp3,8 triliun, dan kota/kabupate lainnya Rp17,5 trilun. Dengan banyaknya investasi yang ditanamkan, hal ini berdampak baik bagi penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat pada periode ini.

5. Bahlil Lahadalia: Investasi di Luar Jawa Capai Rp 113,8 Triliun

Isu kelima tertinggi adalah terkait investasi di luar Jawa yang mencapai Rp. 113,8 triliun. Realisasi ini tumbuh 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu tercatat hanya Rp 91,3 triliun. Investasi yang masuk ke wilayah luar Jawa didominasi oleh investasi tambang dan migas. Provinsi Maluku Utara, Sulawesi Tengah dan Riau masuk dalam daftar lima besar daerah dengan PMA tertinggi di wilayah luar Jawa.

Dapat disimpulkan bahwa isu-isu yang berada pasca pengumuman realisasi investasi kuartal II 2021 yang diumumkan oleh kementerian Investasi berkaitan dengan UU Cipta Kerja yang menjadi salah satu sentiment positif bagi investor, nilai realisasi investasi Belanda yang menggeser posisi Jepang, Jumlah realisasi investasi kuartal II mencapai Rp. 223 triliun, Investasi Jabar meningkat dan menyerap 58 ribu tenaga kerja dan juga investasi di luar Jawa yang mencapai Rp. 113,8 triliun.

Investasi merupakan hal yang penting bagi Indonesia terlebih di masa pandemi ini. Investasi bisa membantu meningkatkan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional juga penyerapan tenaga kerja, peningkatan kualitas UMKM. Semakin banyak investasi yang masuk ke Indonesia, maka ekonomi Indonesia juga akan lebih meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *