PRO KONTRA TERKAIT WACANA PRESIDEN JOKOWI 3 PERIODE

geotimes.id

Wacana terkait jabatan presiden tiga periode sudah lama bergaung keras, Malah menurut peneliti politik dari Lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menyebut, isu perubahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode muncul sejak era SBY hingga saat ini.

Mengacu kepada kemungkinan Presiden Joko Widodo maju kembali pada pilpres 2024 mendatang. Isu tersebut semakin terdengar setelah beberapa komunitas  atau relawan yang mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi-Prabowo atau (JokPro) 2024.  Bahkan M Qodari sebagai penasihat JokPro 2024 mengatakan, komunitasnya memiliki target untuk melakukan komunikasi kepada publik untuk mendukung jokowi 3 periode dan berpasangan dengan Prabowo Subianto yang saat ini sedang menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

Wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode ini sontak memicu berbagai macam polemik terutama di media daring, meski ada yang setuju dengan wacana tersebut namun tidak sedikit juga yang menolak dan menentang wacana tersebut, pasalnya masa jabatan presiden tiga periode tersebut melanggar aturan perundang-undangan sebagai mana yang telah ditetapkan pada pasal 7 UUD 1945.

Melihat atensi publik terkait wacana tersebut yang cukup ramai terutama di media daring, Kazee Digital Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang data analytics memanfaatkan teknologi data untuk mengkomparasikan respon masyakarat dari sudut pandang media, yakni pro dan kontra terhadap pemberitaan mengenai wacana presiden 3 periode, yang di ambil dalam rentan waktu 1 bulan terakhir yakni 29 Juni hingga 28 Juli 2021.

Pergerakan Data Terkait Jokowi Tiga Periode Berdasarkan Perspektif Media Monitoring

Source: Media Analytics Kazee, 29 Juni-28 July 2021

Perbandingan Presentase Data Ekstraksi

Source: Media Analytics Kazee, 29 Juni-28 July 2021

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pembicaraan di media terkait wacana Presiden Jokowi 3 Periode pihak yang pro lebih mendominasi dengan presentase 53,6%.  di bandingkan yang kontra dengan presentasi 46,4% dari 2.700 total data.

Salah satu pemberitaan yang cukup populer dari pihak yang pro akan wacana tersebut yakni pernyataan dari direktur eksekutif Indo Barometer sekaligus penasihat JokPro, M Qodari, M Qodari berpendapat, Jokowi 3 periode dapat mencegah polirisasi ekstrem di Indonesia seperti yang terjadi pada saat Pemilu tahun 2014 dan 2019.

#Jokowi #MembangunIndonesia #JebakanBatman3Periode #Tolak3Periode #IndonesiaMaju #membangunindonesia #3PERIODE #PDIPerjuangan #BapakPresidenMenyerahlah #PDIPerjuanganJabar #IbuKotaBaru #Jokowi7TahunCukuplah #JokowiMundurRakyatSelamat #tolak3periode #BravoNKRI #Jokowi3Periode #RevolusiNKRI2021 #VaksinDemiKebaikanNKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *