Indeks Demokrasi Indonesia Melanjutkan Tren Penurunan Sejak 2017

Indeks Demokrasi Indonesia yaitu indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Adapun indeks yang disusun oleh Economist Intelligence Unit (EIU) mengukur keadaan demokrasi di 167 negara, dimana indeks demokrasi berdasarkan EIU ini menggunakan metodologi survei opini publik dari masing-masing negara dan penilaian para ahli. Tingkat capaian demokrasi diukur berdasarkan 5 instrumen dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan yaitu :

  1. Proses pemilihan umum dan pluralisme
  2. Kebebasan Sipil
  3. Berfungsinya pemerintahan
  4. Partisipasi Politik
  5. Budaya Politik

Hasil indeks demokrasi disampaikan dalam skala 0-10, angka ini dibagi dalam kategori tipe rezim. Dimana skor 0-4 menunjukan rezim otoritarian, skor 4.01–6 menujukan rezim hibrida, skor 6.01–8 menunjukan demokrasi tidak sempurna atau demokrasi cacat dan skor 8.01–10 menunjukan demokrasi penuh.

Berdasarkan data terbaru dari Laporan Indeks Demokrasi 2020 yang dirilis The Economist Intelligence Unit (EIU) menunjukkan bahwa Indeks Demokrasi Indonesia mencatatkan skor 6,3. Ini merupakan angka tenrendah yang diperoleh Indonesia sejak tahun 2010 serta melanjutkan tren penurunan tajam dari tahun 2017, berikut grafik indeks demokrasi Indonesia dari tahun 2010 sampai 2019 :

Dari grafik diatas menunjukan bahwa indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan tajam pada tahun 2017 yaitu 6,39 dari sebelumnya tahun 2016 dengan skor 6,97, pada tahun 2016 berdasarkan laporan Economist Intelligence Unit (EIU) Indonesia menempati peringkat ke-48 dari 167 negara dalam kebebasan demokrasi namun turun tajam pada 2017 menjadi peringkat ke 68. Pada tahun 2019 sempat terjadi kenaikan tingkat kebebasan demokrasi di Indonesia dengan skor 6,48, namun berdasarkan data terakhir dari EUI Indonesia kembali melanjutkan tren penurunan pada tahun 2020 dengan skor 6,3 dan menjadikan Indonesia peringkat ke 64 dari 167 negara.

Sementara itu di kawasan Asia Tenggara indeks demokrasi Indonesia sendiri pada tahun 2020 ada di peringkat empat di bawah Malaysia, Timor Leste, dan Filipina. Adapun Malaysia peringkat pertama dengan skor 7,19 diikuti oleh Timuor Leste 7,06, Filipina 6,56 dan Indonesia 6,3. Di Indonesia EIU memberikan skor 7.92 unutk proses pemilu dan pluralisme. Sementara itu, fungsi dan kinerja pemerintah dengan skor 7.50, partisipasi politik 6.11, budaya politik 4.38, dan kebebasan sipil dengan skor 5.59.

Demokrasi di Indonesia masih termasuk dalam kategori demokrasi tidak sempurna atau kategori cacat (flawed democracy) dengan skor di kisaran 6 hingga 7. Hal tersebut dikarenakan menyeruaknya isu penghapusan demokrasi langsung dalam proses pemilihan presiden. Sementara itu dalam laporannya EIU mengatakan bahwa negara dengan flawed democracy tetap menerapkan sistem pemilihan yang adil dan bebas. Selain itu, kebebasan media, kebebasan lainnya, dan hak-hak sipil pun masih dihormati. Namun, kelemahan yang signifikan ada pada aspek demokrasi lainnya termasuk dalam masalah pemerintahan, budaya politik yang kurang berkembang, dan partisipasi politik yang rendah.

Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu aspek demokrasi seperti partisipasi poitik menjadi hal yang penting dalam meningkatkan indeks demokrasi di Indonesia, masyarakat Indonesia perlu untuk meningkatkan pasrtisipasinya terutama dalam pemilihan umum. Namun reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang diterapkan pemerintah juga harus sejalan dengan upaya untuk meningkatkan indeks demokrasi Indonesia. Dimana wacana mengenai penghapusan pemilihan presiden, masa jabatan dan mekanisme pemilihan presiden terkait rencana amandemen Undang-Undang Dasar 1945, dan pengembalian Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang kemungkinan akan menghambat partisipasi demokrasi masyarakat Indonesia harus dikaji kembali.

Sumber : Economist Intelligence Unit (EIU)

#IndeksDemokrasi #IndeksDemokrasiIndonesia #IndeksDemokrasiIndonesiaMenurun #IndeksDemokrasiIndonesiaSejak2009 #IndeksDemokrasiIndonesiaDari2017 #IndeksDemokrasiIndonesia2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *