Buzzer Sebagai Profesi Di Era Digital

Pic: kovermagz.com

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, tak ayal hampir seluruh manusia dibelahan dunia saat ini amat sangat bergantung kepada Media Sosial. Mengapa? karena Media Sosial memberikan kemudahan dan kecepatan bagi penggunanya untuk dapat bersosialisasi tanpa perlu bertatap muka. Selain itu media sosial sangat popular untuk dijadikan sebagai media promosi, bisa untuk promosi produk, ataupun bisa untuk membangun personal branding.

Berkaitan dengan hal tersebut banyak sekali istilah yang ada di media sosial, salah satunya ialah Buzzer. Mungkin kita sering mendengar istilah tersebut, namun tak banyak yang memahami apa itu Buzzer. Mengutip dari jojonomic.com kata buzzer sebetulnya berasal dari Bahasa Inggris yang berarti bel, lonceng,alarm. Sedangkan pengertian buzzer secara harfiah adalah alat yang digunakan untuk atau dimanfaatkan sebagai media untuk menyampaikan dan menyebarluaskan informasi.

Bicara buzzer, maka kita juga akan berbicara salah satu system pemasaran, yaitu buzz marketing, yang pada dasarnya itulah pekerjaan para buzzer, yaitu melakukan pemasaran. Buzz marketing merupakan system pemasaran yang tujuannya adalah menjadikan suatu produk viral atau popular dikalahangan masyarakat. Adapun orang yang menjalankan adalah buzzer.

Seperti judul diatas, kita akan membahas mengenai buzzer dalam bentuk profesi, untuk itu, profesi yang berkembang di era digital ini, akan sangat erat kaitannya dengan aktivitas media sosial. Seorang Buzzer adalah seorang yang memanfaatkan media sosialnya untuk menyebarluaskan informasi. Sebetulnya, buzzer dapat dijadikan sebuah profesi, karena ia berada dalam system kerja pemasaran dan melakukan aktifitas pemasaran. Sejatinya seorang buzzer haruslah memiliki pengikut banyak di media sosial, karena itu membuat para informan atau seorang yang menerima informasi menimbulkan rasa kerpercayaan pada informasi yang didapatkan. Namun hal tersebut tidak menjadikan acuan saklek atau baku dari profesi buzzer, utamanya iyalah informasi yang diberikan harus memiliki value untuk audiencenya, karena salah satu goals dari buzzer ialah dapat memberikan suatu kepuasan informasi terhadap target pasar buzzer itu sendiri.

Namun amat sangat disayangkan di Indonesia masih banyak yang menganggap buzzer identik dengan hal-hal berbau negatif, karena sifat buzzer yang cepat memberikan tanggapan terhadap netizen dan cepat mem-viralkan produk, tokoh, ataupun isu-isu tertentu, buzzer banyak dibayar oleh oknum untuk menyerang personal, organisasi, perusahaan atupun untuk kepentingan politik. Oleh karenanya di Indonesia Buzzer dicap kurang baik.

Mengenai hal tersebut sebetulnya di Indonesia buzzer itu bukalah profesi yang “haram” atau dilarang secara hukum, mengutip dari cnnindonesia.com Dirjen Aplikasi dan Informatika Samuel Abrijani Pangarepan mengatakan, justru profesi buzzer itu, bayar orang-orang (buzzer) untuk kerja. Memang kamu tidak boleh jadi endorser? Memang pemerintah mau memberikan duit ke orang-orang. Tapi tetap tidak boleh melanggar konten.ujar ” Samuel Abrijani Pangarepan”. Bagi Samuel, yang memberikan dampak negatif di media sosial bukalah buzzer, tapi konten-konten negatif yang dimainkan oleh buzzer. Buzzer itu boleh. Tidak melanggar, yang melanggar kontennya. Yang kita awasi kontenya, kata Samuel.

Sebetulnya harus kita pahami, buzzer memiliki sistem kerja, sama seperti profesi-profesi lainnya. Seperti yang sudah disamapaikan tugas utama seorang buzzer adalah melakukan promosi. Bisa terhadap suatu produk, jasa, kegiatan dan lain sebagainya. Bisa juga untuk membangun image atau menyukseskan CSR suatu perusahaan.

Ada juga yang melakukan suatu kampanye untuk kebutuhan pribadi atau organisasi, bukan sekadar perusahaan. Misalnya melakukan kampanye melek literasi, dan lain sebagainya. Dengan begitu terlihat kan kalau cakupan pekerjannya cukup luas. Sampai ke ranah kampanye politik dan isu-isu politik.Cara kerja buzzer di semua lini mungkin sama, mereka menggunakan media sosial dan menggunakan media-media sosial tersebut untuk menyebarluaskan informasi. Mereka akan membuat persona palsu dari ratusan akun yang mereka kelola.Lalu mereka akan memberikan pesan-pesan yang membujuk seseorang, memuji klien mereka, atau melakukan pembelaan jika ada singgungan terhadap kliennya. Biasanya, untuk kerja seperti ini akan dikerjakan oleh satu tim. Karena cukup sulit mengelola ratusan media sosial sendiri.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan jika ingin menjadi seorang buzzer ?

Lakukanlah Apa yang Kamu Sukai

Ini hanya hal sederhana yang perlu diperhatikan saat akan memulai suatu pekerjaan. Pilih dan lakukan apa yang disukai, karena akan mengerjakannya sepenuh hati dan secara maksimal. Ini bisa dimulai dengan mengetahui apa hobi dan passionmu.

Bedakan Feeds Kamu

Ketika kamu menjadi seorang buzzer, kamu nantinya tidak hanya akan beraktifitas di satu platform media sosial. Nantinya kamu mungkin akan melakukannya di instagram, facebook dan twitter.Untuk itu, kamu harus bisa membedakan dan membuat feeds sesuai dengan platform yang kamu gunakan. Jangan sampai kamu samakan atau justru salah sasaran, misalkan feeds yang mestinya untuk instagram, kamu gunakan untuk twitter. Nantinya kerjamu tidak akan maksimal.

Jalin Hubungan dengan Agensi atau Buat Networking

Terakhir, hal yang perlu kamu perhatikan adalah networking. Sebetulnya, apapun pekerjaanmu, networking  merupakan hal yang penting. Namun, jika kamu adalah seorang buzzer, ini menjadi penting karena networking tersebut yang akan mendatangkan peluang dan proyek-proyek baru untukmu.

Hal ini bisa kamu lakukan dengan mendatangi agensi-agensi, atau dengan mengajukan proposal. Sehingga nantinya kamu bisa menjadi bagian dari marketing perusahaan tersebut. Namun untuk konteks politik, tidak jarang kamu akan menemukan open recruitment untuk menjadi seorang buzzer.

Syarat yang Harus Kamu Penuhi Ketika Akan Menjadi Buzzer

Selain beberapa hal yang harus kamu perhatikan, ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi untuk manjadi seorang buzzer.

Memahami Apa yang Dipromosikan

Promosi sebagai tugas utama seorang buzzer bertujuan untuk membuat sebuah produk atau layanan bisa dikenal atau lebih laku. Untuk itu, ketika kamu menjadi bagian dari profesi ini, kamu harus memahami apa yang kamu promosikan, baik itu barang, jasa atau layanan.

Bersikap Profesional

Sebagai seorang buzzer, kamu dituntut untuk bersikap profesional. Dalam artian kamu tidak boleh terlalu cepat marah atau kesal terhadap respon dari para followers-mu. Kamu harus bisa menjaga emosi saat melakukan promosi ataupun memberi tanggapan dalam kolom komentar. Selain itu, kamu juga harus responsif terhadap setiap komentar atau tanggapan yang masuk ke laman media sosialmu. Hal ini akan meningkatkan kinerjamu sebagai seorang buzzer.

Kurang lebih itu pembahasan terkait profesi buzzer yang semakin populer di era digital ini. Bagi kamu yang berminat, kamu bisa mulai dengan hal-hal yang telah dijelaskan di atas. Atau bagi kamu yang ingin menggunakan jasa profesi ini, maka kamu bisa cari tahu dan mulai mencobanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *