Tips Menulis Copy untuk Promosi Brand

credit: Freepik

Copywriting adalah sebuah teknik penulisan yang dilakukan untuk mendapatkan respon dari pembacanya. Copywriting akan menghasilkan sebuah copy. Respon yang didapatkan setelah pembaca membaca sebuah copy adalah pembaca bisa merasa terbujuk untuk membeli produk yang berada dalam copy tersebut. Menulis copy merupakan hal yang tidak mudah. Sebuah copy terdiri dari beberapa unsur yaitu headline, subheading, body copy, call-to action, tagline/slogan. Butuh strategi yang pas agar sebuah copy menghasilkan goal yang bisa membuat brand anda terjual. Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengembangkan copywriting anda.

Kenali Audiens Anda

Sebelum anda mempromosikan produk anda, ada baiknya anda mengenal dengan baik target audiens anda. Dengan mengetahui target audiens, maka anda akan lebih mudah memilih kosa kata ataupun media yang cocok untuk dijadikan wadah promosi anda. Sebagai contoh saat ini, masyarakat berusia 40 tahun ke atas mungkin akan lebih banyak anda temukan aktif di sosial media Facebook, maka anda perlu mengupas hal-hal yang berkaitan dan trending di Facebook.

Perlu dilakukan research termasuk membuat strategi dan planning mendalam dari mulai usia, minat, hobi, pekerjaan, gaji, dsb. Jika sudah mengetahui target audiens, maka akan mudah bagi anda untuk membuat copy untuk kata panggilan audiens, tagline maupun tagar promosi.

Gunakan Formula

Setelah mengetahui target audiens, anda sudah bisa memulai meramu formula untuk copy anda. Terdapat beberapa teknik yang bisa anda gunakan. Teknik yang cukup popular digunakan adalah Teknik AIDA. Teknik AIDA terdidi dari:

Attention: Tarik perhatian audiens. Anda bisa memulai menarik perhatian dengan membuat headline yang bisa membuat audiens penasaran dan ingin membaca lebih lanjut copy anda.

Interest: melalui interest, anda bisa mengajak konsumen untuk berminat membeli produk anda dengan cara memaparkan value proposition dari brand anda. Value proposition adalah sebuah rangkuman berbentuk statement atas alasan mengapa audiens harus memilih brand anda. Sebagai contoh, Amazon memiliki produk Bernama Kindle. Kindle adalah sebuah gadget untuk membaca e-book dan bisa dibawa kemanapun. Value proposition Kindle adalah sebagai berikut: ““Easy to read on the go”

Desire: setelah audiens tertarik dan menjadi calon pembeli, maka munculkanlah ‘desire’ untuk memacu mereka memilih brand anda. Pada tahap ini, anda bisa menyelipkan teknik psychological triggers untuk copy anda. Dalam psychological triggers, terdapat banyak aspek yang bisa anda gunakan salah satu atau gabungkan beberapa aspek tersebut. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Promises: membuat brand anda terdengar menjanjikan
  2. Social proof: penggunaan bukti sosial untuk meningkatkan rasa percaya konsumen
  3. Hallo effect: memberikan bukti seperti testimonial atau bekerjasama dengan influencer sebagai brand ambassador.
  4. Mirror neurons: menulis cerita berdasarkan keresahan atau membangkitkan memori target konsumen sehingga emosinya terbawa saat melihat iklan
  5. Reciprocity: memberikan keuntungan yang didapat oleh konsumen jika membeli brand anda.
  6. Scarcity: menulis copy yang keterbatasan stok, waktu atau kelangkaan agar target konsumen tertarik untuk segera membeli.

Action: buat target melakukan sebuah tindakan.

Membuat Call-To-Action

Menulis call-to-action adalah tahap terakhir dari membuat sebuah copy. Dalam call-to-action (CTA) inilah yang menentukan hasil akhir target konsumen yang akan membeli produk anda. Maka dari itu, menyisipkan unsur “kesegeraan” adalah hal yang paling umum digunakan oleh copywriter. Untuk menulis CTA, anda bisa menggunakan strong words seperti kata “sekarang”, “terbatas”, dsb. Selain itu, anda juga bisa menambahkan angka agar lebih bisa menarik emosi konsumen seperti “50%”. Sebagai contoh: “Beli sekarang dan dapatkan diskon 50%!”. Anda juga bisa menambahkan unsur FOMO (Fear of Missing Out) dari target konsumen. Contohnya, “Waktu Terbatas! Dapatkan sekarang!”.

Proofreading

Setelah selesai membuat copy, jangan lupa untuk membaca kembali hasil copy anda dan merevisi hal yang perlu dan tidak perlu ada dalam copy anda.

Untuk menulis sebuah copy yang baik dan menarik target, selain harus menentukan strategi, anda juga harus banyak membaca referensi agar bisa terus terinspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *