Business Intelegence dan Data Analytics Manakah Yang Lebih Penting?

Perusahaan skala nasional sampai dengan perusahaan multinasional tentu memiliki analisis bisnis yang bagus. Dalam hal ini segala pengambilan keputusan perusahaan ada sebuah wadah untuk menggambarkan bagaimana gejala yang sedang terjadi di masyarakat, sehingga fokus perusahaan dalam membangun suatu bisnis tergambar dalam sebuah data pokok. Namun apakah kamu tahu metode apa yang digunakan untuk mengambil data tersebut ? metode yang digunakan untuk mengambil data tersebut disebut dengan istilah bussines intelegence dan data analytic, berikut kita akan bahas pengertiannya.

Seperti yang dikutip pada https://cutt.ly/svibHIK Business intelegence merupakan seperangkat proses, arsitektur dan teknologi  yang mengubah data  mentah menjadi informasi yang bermakna untuk mendorong tindakan bisnis yang menguntungkan. Sebagai contoh Pemilik hotel menggunakan aplikasi analitik Business Intelegence untuk mengumpulkan informasi statistik mengenai rata-rata hunian dan tarif kamar. Ini membantu untuk menemukan pendapatan agregat yang dihasilkan per kamar. Itu juga mengumpulkan statistik tentang pangsa pasar dan data dari survei pelanggan dari masing-masing hotel untuk memutuskan posisi kompetitif di berbagai pasar. Melalui analisis tren business intelegence dari tahun ke tahun, bulan ke bulan dan hari ke hari dapat membantu manajemen untuk menawarkan diskon pada penyewaan kamar.

Dari gambaran contoh di atas fokus utama pada business intelegence ialah untuk saat ini dan masa lalu terlebih tujuan utamanya pun untuk mendukung pengambilan keputusan. Adapun dari segi penggunanya, biasanya business intelegence menggunakan metode dari reporting, automated monitoring, ad hoc query dan dashboard. Sementara itu terdapat juga keuntungan dari business intelegence dianataranya yaitu :

  • Tingkatkan produktivitas

Dengan program business intelegence , bisnis dapat membuat laporan dengan satu klik sehingga menghemat banyak waktu dan sumber daya. Ini juga memungkinkan karyawan untuk lebih produktif dalam tugas-tugas mereka.

  • Meningkatkan visibilitas

Business intelegence juga membantu meningkatkan visibilitas proses-proses ini dan memungkinkannya mengidentifikasi area-area yang perlu diperhatikan.

  • Perbaiki Akuntabilitas

Sistem business intelegence menetapkan akuntabilitas dalam organisasi karena harus ada seseorang yang harus memiliki akuntabilitas dan kepemilikan atas kinerja organisasi terhadap tujuan yang ditetapkan.

  • Memperlancar proses bisnis

Business intelegnce menghilangkan semua kompleksitas yang terkait dengan proses bisnis. Ini juga mengotomatiskan analitik dengan menawarkan analisis prediktif, pemodelan komputer, benchmarking, dan metodologi lainnya.

Sementara itu apakah yang dimaksud dengan data analytic? Di kutip dari https://cutt.ly/HviWi4n, data analitic merupakan metode pengolahan data yang mampu menyatukan substansi dari masing-masing data yang dikumpulkan dari berbagai sumber untuk diubah menjadi suatu gambaran besar informasi yang kritikal. Sebagai contoh data analitik yang dapat dilakukan untuk area Procurement adalah analisis benturan kepentingan (konflik akibat posisi atau wewenang seseorang yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, kelompok atau lainnya) antara supplier dengan karyawan. Data analytic dapat mencari supplier dan karyawan yang memiliki identitas diri yang serupa misal berdasarkan kesamaan nama, alamat, nomor telepon, kontak email, dan lain-lain. Kemudian digabungkan dengan perbandingan perilaku kejanggalan saat pelaksanaan tender seperti karyawan yang membocorkan spesifikasi teknis dan harga perkiraan ke supplier pilihannya atau komunikasi sesama karyawan yang berujung pada pelanggaran peraturan. Selain itu, hotline pengaduan dari supplier lain yang merasa ketidakberesan dalam proses tender ditambahkan sebagai bukti pendukung terjadinya pelanggaran.

Hasil data analytic mampu menunjukkan karyawan dan supplier mana yang berpotensi memiliki benturan kepentingan dan melakukan pelanggaran. Dengan mengetahui hal ini, perusahaan mendapatkan keuntungan diantaranya perusahaan dapat menambal bocor keuangan akibat biaya korupsi yang mungkin terjadi untuk memperkaya pribadi maupun orang lain dalam hal benturan kepentingan, dapat memangkas biaya remediasi atau penangangan tindak korupsi, dapat menghindari penalti yang dikenakan pemerintah akibat pelanggaran dan dapat menjaga reputasi perusahaan jika ada supplier yang merasa dirugikan mengajukan gugatan ke pengadilan. Dari contoh kasus di atas bisa di simpulkan bahwa fokus utama dari data analitik ialah untuk masa depan dengan tujuan mengkonversikan data dan metode yang di gunakan pun menggunakan data mining, predictive modeling, quantitative analysis dan simulation optimization.

Lantas dari uraian business analisis dan data analytic di atas manakah yang lebih penting? Tentu saja keduanya sangat penting untuk kepentingan pengambilan keputusan. Dapat disimpulkan juga bila business intelegence itu berkaitan dengan pengambilan data untuk saat ini juga dan bisa untuk masa lalu, lain hal nya dengan data analytic yang fokus pengambilan data untuk masa yang akan datang atau masa depan. Dengan demikian bila suatu perusahaan menerapkan analisis data berbasis pada business intelegence dan data analytic akan memperoleh gambaran yang bagus dalam membangun suatu trust dalam pengembangan data untuk memperoleh kemajuan dan tujuan dari instansi atau suatu perusahaan. (Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *