Teknologi Yang Digunakan Untuk Memerangi Covid-19

pic : cloudcomputing.id

Di akhir tahun 2019 tepatnya pada 31 Desember 2019 dunia digemparkan oleh virus yang dinamakan covid-19 atau 2019-nCov. Virus tersebut pertama kali ditemukan di Wuhan China, memang masih belum jelas penyebab virus tersebut bersumber dari mana, namun virus tersebut dapat menyebar secara cepat dari manusia ke manusia dan parahnya dapat menyebabkan kematian. Hingga pada awal tahun 2020, tepatnya pada bulan Maret lalu, virus tersebut masuk ke Indonesia, dan telah menginfeksi ratusan ribu orang dengan ribuan orang meninggal dunia akibat virus tersebut. akibatnya tidak hanya kesehatan saja, namun perlahan virus tersebut menggerogoti perkonomian dunia.

               Mengetahui betapa berbahayanya pandemi ini, negara – negara di dunia dengan cepat melakukan tindakan untuk menciptakan vaksin corona, namun kita belum tahu pasti kapan vaksin tersebut rampung diciptakan dan diproduksi secara massal diseluruh dunia. Menunggu vaksin tersebut rampung, kali ini teknologi berperan sangat penting untuk menekan penyebaran virus, teknologi tersebut diantaranya digunakan sebagai penditeksi virus, memantau kondisi kesehatan, dan alat untuk memantau aktifitas manusia. Kali ini kita akan bahas beberapa teknologi canggih yang digunakan dunia untuk memerangi covid-19 yang dikutip dari kompastekno.com.

  1. Aplikasi Pelacak Virus Corona

               Sesuai dengan namanya, aplikasi ini mampu melacak jejak dan merekam riwayat interaksi sosial penggunanya. Lewat aplikasi ini, pengguna bisa memperoleh peringatan perihal wilayah dan orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga bisa menampilkan peta sebaran virus corona di sekitar tempat tinggal penggunanya. Teknologi inipun sudah digarap oleh dua perusahaan teknologi yaitu Google dan Apple yang bekerja sama dalam membuat sebuah sistem pelacak virus corona yang disebut contact tracing. Sistem ini akan melacak orang yang kemungkinan pernah berdekatan atau berinteraksi dengan pasien positif Covid-19. Tujuannya adalah, untuk memberikan peringatan bahwa mereka pernah punya riwayat berdekatan dengan pasien yang positif terpapar virus. Cara kerja sistem ini kurang lebih mirip dengan aplikasi Peduli-Lindungi buatan pemerintah Indonesia dan Trace Together buatan pemerintah Singapura.  Sistem yang dibuat Google dan Apple ini, berwujud application programming interface ( API) dan bukan merupakan sebuah aplikasi utuh yang langsung bisa diunduh di Play Store atau Apps Store. Sistem ini memanfaatkan koneksi Bluetooth Low Energy (BLE) sebagai medium untuk melakukan pelacakan orang-orang yang berada di sekitar ponsel pengguna. Tak hanya di Amerika Serikat, aplikasi pelacakan virus corona inipun juga digunakan oleh beberapa negara seperti Korea Selatan, China, India, Singapura, dan Australia.

  • Gelang Pintar

               Gelang ini dirancang khusus untuk memantau kondisi kesehatan pengguna seperti pengecekan temperatur badan secara langsung atau real-time untuk mengetahui apakah ada gejala demam atau tidak. Dengan dukungan sistem Global Positioning System (GPS), artinya gelang ini dapat terintegrasi melalui smartphone yang telah terhubung dengan aplikasi untuk memonitor kondisi kesehatan penggunanya. Apabila pengguna mengalami masalah kesehatan, nantinya aplikasi yang terhubung ke gelang pintar tersebut akan memberi peringatan dan merekomendasi mereka untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Gelang ini juga dapat membantu para tenaga medis dalam mengawasi dan memantau kesehatan pasien yang terpapar virus Covid-19. Tak hanya untuk para tenaga medis, beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Beijing juga telah menyiapkan gelang pintar untuk mendeteksi jika ada sesuatu yang tidak normal di badan siswa sehingga langsung dapat mengantisipasinya. Statistik suhu badan yang dideteksi gelang itu nantinya akan diupload ke smartphone melalui koneksi bluetooth. Siswa yang sudah kembali bersekolah diminta memakai gelang itu selama jam pelajaran berlangsung. Pemerintah Beijing rencananya akan memperluas implementasi gelang pintar itu dalam waktu dekat.

  • Thermal Scanner

               Sejumlah negara kini telah memasang alat thermal scanner di bandara untuk memantau suhu tubuh pengunjung sebagai salah satu langkah antisipasi guna mendeteksi adanya indikasi virus yang mungkin dibawa oleh penumpang. Thermal scanner sendiri merupakan alat untuk mengetahui suhu pada sebuah objek dengan menggunakan teknologi FPA (focal plane array) sebagai detektor yang akan menerima sinyal infra merah. Alat berupa kamera ini nantinya akan mendeteksi suhu dengan menghasilkan output berupa cahaya warna-warni.

Suhu objek yang ditangkap akan menunjukkan warna yang berbeda-beda. Untuk suhu yang lebih dingin dimunculkan dengan warna biru, ungu, dan hijau. Sedangkan suhu yang lebih hangat diberi warna merah, oranye, dan kuning. Di Indonesia, alat ini sudah difungsikan di beberapa bandara maupun pelabuhan.

  • Artificial Intelligence (AI)

Di masa pandemi saat ini, secara teknis, teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dirancang untuk mengidentifikasi pola pergerakan penyebaran virus Covid-19. Namun, untuk membantu dalam hal diagnosa, perlu menggunakan perhitungan alogaritma dengan melakukan analisa lewat CT Scan. Seperti misalnya di China, teknologi kecerdasan buatan ini membantu para tenaga medis dalam melakukan identifikasi untuk membedakan hasil scan pneumonia. Kecerdasan buatan tersebut juga diklaim mempunyai tingkat akurasi sampai dengan 90 persen sebagaimana dihimpun  dari Global China Daily. Sebelumnya perusahaan asal Israel, Corsight AI, juga dilaporkan tengah mengembangkan teknologi pemindai wajah. Berbeda dengan pemindai wajah pada umumnya, teknologi yang dikembangkan Corsight AI dapat mendeteksi meski tengah menggunakan masker atau penutup wajah lainnya.

  • Drone

               Di masa pandemi Covid-19 saat ini, pesawat tanpa awak atau drone beralih fungsi menjadi alat yang dimanfaatkan untuk menggantikan tenaga manusia. Pasalnya drone kini difungsikan untuk menjembatani rumah sakit dengan kediaman warga untuk mengantarkan kebutuhan medis. Begitupun sebaliknya, perusahaan teknologi bernama Antwork juga sudah melakukan proses pengiriman barang maupun logistik untuk keperluan tenaga medis di China.

Bahkan salah satu kampus yang berada di wilayah Carolina Utara AS memanfaatkan drone untuk mengantarkan hasil sampel uji Covid-19 ke rumah sakit di pusat kota. Sementara, pihak kepolisian di Paris dan India, memanfaatkan drone untuk menegakkan aturan karantina wilayah. Alat ini dipakai untuk mengingatkan warga agar mematuhi kebijakan pemerintah terkait social distancing.

  • Robot

               Teknologi Robot buatan nampaknya turut berkontribusi dalam mendukung beberapa kegiatan ditengah masa pandemi Covid-19. Seperti kampus The Business Breakthrough (BBT) University memanfaatkan robot untuk menggantikan para wisudawan dalam menjalani prosesi wisuda. Robot yang bernama Newme itu dipakaikan kain toga berwarna hitam sehingga semakin menyerupai para mahasiswa yang tengah mengikuti perayaan wisuda.Sementara, Rumah Sakit Circolo, Varese, di Italia mulai mengerahkan robot untuk membantu para staf medis dalam menangani pasien virus corona. Para robot itu bertugas untuk memantau kondisi pasien dari peralatan di ruangan kemudian menyampaikannya ke staf rumah sakit.

               Itulah beberapa teknologi yang saat ini digunakan untuk membantu memerangi pandemi virus corona sampai benar-benar vaksin ditemukan dan diproduksi secara masal. Semoga informasi kali ini berguna dan bermanfaat untuk kamu semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *