Mengapa Transformasi Digital Penting Bagi Pelaku Usaha?

Tidak dapat dipungkiri, abad ini merupakan era digital, yang dimana teknologi digital tersebut secara distruptif mampu mengubah cara manusia menjalani hidup, bekerja, bergaul, dan berinteraksi dengan orang lain. Cepatnya perkembangan era digital ini pun turut memaksa perusahaan dan pelaku usaha untuk dapat menyesuaikan diri dalam mengadopsi cara baru dalam menjalankan bisnis agar lebih efektif dan efisien, agar perusahaan dapat terus bertahan dan dapat bersaing dengan kompetitor.

Melihat hal tersebut, dapat dipastikan transformasi digital itu sangat diperlukan, terutama bagi perusahaan dan juga  bagi pelaku usaha lainnya. Lalu sebenernya apa sih transformasi digital itu ?. mengutip dari www.lp3i.ac.id, Transformasi digital dapat diartikan sebagai pengintegrasian teknologi pada semua area dalam bisnis. Pada dasarnya, transformasi digital merupakan perubahan dalam cara beroperasi dan dalam memberikan nilai-nilai kepada klien atau pelanggan. Perubahan ini memaksa entrepreneur untuk menantang status quo, terus bereksperimen, dan berani dalam menghadapi kegagalan. Maka, setiap bisnis mengalami transformasi digital yang berbeda—sesuai dengan tantangan dan permintaan klien atau pelanggan.

Menurut data Microsoft menyebut, bahwa sekarang ini ada sekitar 57% dari perusahaan-perusahaan di seluruh dunia sudah hijrah ke digital. Namun, lebih tepatnya melakukan sebagian peran untuk transformasi digital, naik dari tahun lalu yang berada di angka 49%. Sayangnya, banyak perusahaan yang mengaku telah go digital hanya dengan memindahkan toko fisik ke toko online. Padahal, banyak elemen lain yang diperlukan untuk melakukan transformasi digital.

Kesuksesan sebuah perusahaan  dalam menerapkan transformasi digital tidak hanya cukup dengan sekedar bagaimana perusahaan tersebut memanfaatkan teknologi, melainkan pelaku usahapun perlu memperhatikan indikator – indikator yang dapat menunjang keberhasilan transformasi digital.

Dikutip dari https://republika.co.id/ , Menurut Senior Research Manager for Consulting and Heads of Operations pada Internasional Data Corporation (IDC) Indonesia, Mevira Munindra, mengatakan, untuk mengukur keberhasilan keberhasilan transformasi digital dibutuhkan key performance indicator (KPI) yang tepat. Tanpa indikator yang tepat, maka proses transformasi digital hanya tampak menghabiskan biaya tanpa memberikan keuntungan bisnis.

Menurut IDC sendiri ada 5 indikator keberhasilan tranformasi digital bagi perusahaan dan pelaku usaha di Indonesia. Kelima indikator tersebut yaitu :

  1. Inovasi produk dan layanan.

Indikator ini digunakan untuk melihat tranformasi digital memberikan perbaikan pada layanan atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

  • Customer Advocacy.

Yakni, peningkatan layanan kepada konsumen atau pelanggan itu sendiri. Hal ini penting karena akan berhubungan dengan peningkatan pembelian ataupun permintaan jasa. Dan akhirnya juga akan bermuara pada peningkatan keuntungan.

  • Kapitalisasi Data.

Kapitalisasi data akan sangat  berguna untuk menavigasi ekonomi digital, karena dengan kapitalisasi data dapat memetakan kebutuhan pasan dan dapat menentukan produk yang akan ditawarkan.

  • Operasi Bisnis.

Yaitu proses produksi atau di dalam perusahaan itu sendiri, sebab, transformasi digital ikut mengubah pola kerja, seperti tempat kerja karyawan.

  • Perkembangan Karyawan.

Indikator ini selain melihat hasil transformasi digital pada peningkatan kapabilitas karyawan, tapi juga menjadi penunjuk arah pengembangan karyawan agar menjawab perkembangan teknologi.

Transformasi digital dinilai bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kembali perkonomian Indonesia yang menurun akibat dari pandemi covid-19. Tanpa disadari pandemi covid-19 telah memuncukan pola kebiasaan baru, masyarakat jadi terbiasa menggunakan teknologi digital, dan ini merupakan suatu hal yang sangat positif, artinya masyarakat dapat beradaptasi dengan teknologi. Selain itu, peluang untuk membangkitkan ekonomi melalui tranformasi digital terbuka lebar, terlihat dari lonjakan penggunaan internet yang begitu besar. Data yang dihimpun dari www.barantum.com, menyebutkan  bahwa, penggunaan aplikasi online (belajar, bekerja, konsultasi kesehatan) naik hingga 443%, ritel daring naik 400%, dan penggunaan televisi naik 80% sejak diterapkan PSBB. Dengan melakukan tranformasi digital secara masal, diharapkan kita dapat berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju dan kuat di 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *