Manfaat Big Data Bagi E- Commerce

Seiring dengan perkembangan teknologi pada revolusi industri 4.0, big data menjadi salah satu teknologi yang sering kali di gunakan oleh hampir semua kalangan baik dari pemerintah hingga pebisnis. Begitu juga dari berbagai sektor mulai dari sektor bisnis, pendidikan, kesehatan, keuangan dan sektor-sektor lainnya. Salah satu peran penting big data yaitu pada sektor bisnis, pertumbuhan ekosistem bisnis berbasis online seperti e-commerce membuat big data menjadi sorotan utama yang digunakan untuk menganalisis kebutuhan dan keputusan yang tepat dalam strategi marketing.

Bagi e-commerce kahadiran big data memegang peran penting untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen serta produk apa yang di sukai oleh konsumen atau produk apa yg menjadi tren pasar. Hal tersebut bisa di dapatkan dengan mengumpulkan data konsumen dari interaksi mereka dalam website atau platform e-commerce yang kemudian dianalisa. Maka dengan pengetahuan tersebut para pebisnis bisa memaksimalkan strategi marketing dan membuat inovasi produk. Big data semakin di rasakan manfaatnya oleh para pebisnis, maka kali ini kita akan membahas berbagai manfaat big data bagi e-commerce seperti berikut :

  1. Mengenal Pelanggan dengan Lebih Baik

Manfaat pertama dari penggunaan big data adalah pebisnis atau pelaku e-commerce bisa lebih memahami konsumennya. Kita dapat mengumpukan seluruh informasi terkait konsumen atau pelanggan dengan menggunakan teknolgi big. Maka dengan begitu kita bisa menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Analisa big data dengan memahami karakteristik konsumen ini bisa menentukan pangsa pasar yang tepat, sehingga ketika akan melakukan promosi lewat suatu iklan bisa lebih tepat sasaran.

2. Meningkatkan Pengalaman Belanja Konsumen

Meningkatkan loyalitas konsumen menjadi hal yang penting dengan memberikan pengalaman belanja yang memuaskan. Namun saat konsumen mengunjungi sebuah website atau platform e-commerce mereka tidak hanya berniat untuk langsung berbelanja, tetapi juga mencari insight produk apa yang kira-kira mereka butuhkan dengan begitu kita dapat merekomendasikan produk sesuai dengan minat atau kebutuhan konsumen berdasarkan history pencarian. Selain itu dengan melakukan analisa big data, pelaku e-commerce juga bisa mengevaluasi alur belanja konsumen dari mereka datang hingga keluar dari website atau platform e-commerce. Contohnya dengan mengevaluasi fitur mana yang paling sering digunakan oleh konsumen untuk kenyamanan berbelanja, apakah navigasi halaman sudah cukup jelas bagi mereka dan sebagainya. Dengan menawarkan kepuasan pengalaman berbelanja maka memungkinkan calon konsumen untuk kembali ke e-commerce tersebut.

3. Personalisasi Belanja Berdasarkan Minat Konsumen

Setelah meningkatkan pengalaman belanja konsumen, data yang terkumpul di dalam platform e-commerce bisa digunakan juga untuk meningkatkan strategi promosi yang lebih baik dengan melakukan personalisasi belanja. Contohnya dengan data yang di dapatkan dari histori kategori produk apa yang paling diminati, dengan begitu ketika akan mengadakan promosi belanja seperti Harbolnas (Hari Belanja Nasional) , pelaku e-commerce bisa melakukan personalisasi dengan cara memberikan diskon-diskon yang relevan bagi konsumen terdaftar. Hal ini juga sangat menunjang untuk memaksimalkan pemasaran.

4. Meningkatkan Inovasi E-commerce

Inovasi menjadi sebuah keharusan agar bisnis tetap berjalan dengan fleksibel di tengah tren pasar yang berubah-ubah dari waktu ke waktu. Dengan adanya inovasi maka pelaku e-commerce bisa membuat konsumen tetap loyal dengan produk kita. Kecenderungan perilaku inilah yang di manfaatkan untuk melakukan inovasi yang lebih tepat. Misalnya dengan memberikan diskon, berbeda dengan diskon konvensional yang hanya berupa potongan harga saat ini inovasi promosi hadir dalam bentuk inovasi yang beragam seperti dengan memberikan promo cashback, flash sale, kuis di sosial media hingga games di dalam aplikasi. Inovasi ini sangat penting untuk menjaga engagement dan loyalitas konsumen seiring dengan perkembangan jaman.

5. Membaut Strategi Marketing yang Lebih Efektif

Berdasarkan data yang dimiliki dari hasil analisa big data konsumen, tentu aktiftas promosi atau strategi marketing tidak akan dilakukan secara asal-asalan. Dengan berpegangan pada data yang ada pelaku e-commerce bisa menawarkan produknya dengan cara yang lebih efektif, hal ini karena sudah memahami apa  saja yang sebenarnya dibutuhkan oleh konsumen. Pelaku e-commerce juga bisa menjangkau konsumen yang sesuai dengan segemen pasar , sehingga lebih tepat sasaran. Hal ini bisa mengurangi resiko penyusutan pangsa pasar karena hubungan dengan konsumen sudah terbangun sebelumnya.

6. Memaksimalkan Peran Media Sosial

Penggunaan akun media sosial akan lebih maksimal jika berlandaskan pada big data, terlebih lagi untuk keperluan branding serta agar lebih dekat lagi dengan konsumen. Melalui analisa big data di media sosial pelaku e-commerce bisa menentukan strategi marketing yang tepat di setiap platform media soaial yang digunakan oleh konsumen seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Misal dengan menggunakan forntliner big data analitik seperti Paques, tulisan konsumen di media sosial baik tentang pengalaman positif maupun komplain dapat di temukan kemudian dengan menganalisa data tak terstruktur tersebut pelaku e-commerce bisa menjadikannya sebagai informasi dalam membuat keputusan bisnis untuk kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *