Metode Penelitian yang Digunakan oleh UX Researcher

Image Penelitian UX
https://clevertap.com/blog/user-experience-optimization-process

Mungkin anda sudah tidak asing dengan kata UX design? Tapi, apakah anda sudah pernah mendengar mengenai UX research? User research atau bisa disebut juga dengan UX research adalah hal yang sangat krusial dalam user experience design. UX research adalah sebuah penelitian mengenai perilaku pengguna/pelanggan dan kebutuhannya. Seseorang yang menangani hal yang berkaitan dengan UX research disebut dengan UX researcher. Posisi UX researcher dapat diisi oleh semua kalangan yang memiliki hal yang berkaitan dengan research. Posisi UX researcher akan berhubungan dengan posisi product manager, manager, content strategist, engineer dan juga designer. UX researcher bertugas untuk meneliti kebutuhan, perilaku, sikap dan juga problem spesifik yang dialami oleh calon pengguna.

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh UX researcher dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan juga kuantitatif. Penelitian kualitatif mengenai user experience dapat meliputi hal-hal yang berkaitan dengan apa yang dipikirkan dan juga dirasakan oleh seseorang yang akan menghasilkan data untuk mengetahui opini pengguna, masalah yang dihadapi, sebab-sebab, dan juga motivasinya. Dikutip dari https://careerfoundry.com/en/blog/ux-design/the-importance-of-user-research-and-how-to-do-it/, beberapa cara yang digunakan dalam penelitian kualitatif diantaranya:

  • Guerilla testing: ini adalah metode yang paling cepat dan murah dengan cara observasi lapangan, ulasan sketsa kertas atau menggunakan alat online untuk kegunaan jarak jauh.
  • Interview: wawancara dengan tujuan untuk menggambarkan interaksi, pikiran dan perasaan mereka dalam kaitannya dengan produk atau layanan atau bahkan lingkungan produk.
  • Focus group: partisipan yang dipimpin melalui diskusi dan kegiatan untuk mengumpulkan data tentang produk atau layanan tertentu.
  • Field studies: penelitian yang lebih kepada lingkungan pengguna dan mengamati sambil mencatat atau mengambil foto/video jika memungkinkan.
  • In-lab testing: observasi dimana pengguna menyelesaikan tugas tertentu dalam lingkungan yang terkendali. Pengguna sering diminta untuk mendeskripsikan tindakan, pikiran dan perasaan mereka untuk direkam dan nantinya dianalisis.
  • Card sorting: biasanya membantu memahami information architecture dan menamakan konvensi dengan baik. Bisa sangat berguna untuk menyortir sejumlah besar konten ke dalam    pengelompokan logis untuk pengguna.

Sedangkan penelitian kuantitatif lebih banyak meneliti hal yang berkaitan dengan angka atau statistic yang bisa digunakan untuk menemukan opini dan juga perilaku pengguna. Beberapa cara diantaranya adalah:

  • User surveys: menyebarkan kuisioner dengan format yang terstruktur, menargetkan pengguna spesifik. Hal ini akan berguna untuk pengumpulan data dalam jumlah besar. Salah satu online tool populer untuk membantu penelitiannya adalah Surveymonkey. 
  • First click testing: pengujian untuk menganalisis apa yang diklik pengguna terlebih dahulu untuk menyelesaikan tugas yang dimaksudkan. Ini dapat dibantu dengan prototype kertas, gambar rangka interaktif ataupun situs web yang sudah ada.
  • Eye tracking: mengukur apa yang dilihat oleh pengguna. Ini bisa menjadi tes yang mahal namun ada alternative heatmapping yang lebih murah.
  • Heatmapping: pemetaan visual untuk menunjukan bagaimana pengguna mengklik dan juga scroll situs prototype. Online tool yang cukup terkenal dalam metode ini adalah Crazyegg.
  • Web analytics: data yang dikumpulkan dari sebuah website ataupun prototype yang terintegrasi, dapat membantu untuk melihat demografi pengguna, tampilan halaman dan juga funnel tentang bagaimana pergerakan pengguna dalam website. Online tool yang cukup terkenal untuk meneliti hal ini adalah Google Analytics.
  • A/B testing: membandingkan dua versi laman web untuk melihat yang mana yang lebih bisa digunakan untuk pengguna. Ini merupakan cara untuk menguji penempatan tombol, warna, banner dan juga element di User Interface.

UX research akan mengoptimalkan kinerja dari suatu produk. Melalui UX research, maka kita akan mampu untuk mengetahui dan memahami calon pengguna dan juga mendapatkan feedback yang baik untuk pengembangan sebuah produk. Setelah melakukan penelitian, mengidentifikasi masalah, tantangan, menemukan pola biasanya UX researcher akan mampu memahami model mental penggunanya dan juga dapat meraih goal untuk user experience. Selain meneliti, ada pula beberapa skill yang dibutuhkan untuk melakukan UX research salah satunya kemampuan untuk terus memahami apa yang dilakukan dan juga dirasakan oleh pengguna. Tanpa UX research, maka akan sulit untuk mengetahui model mental pengguna karena hanya akan menimbulkan asumsi dan tidak menggunakan waktu untuk langsung berhubungan dengan pengguna.

Penulis: Novi Hirena I

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *