Jenis Pekerjaan Yang Paling Dibutuhkan Perusahaan Startup

Image Start Up

Di era kemajuan teknologi yang semakin melesat ini bekerja di perusahaan startup menjadi daya tarik yang cukup tinggi, terutama bagi para generasi milenial yang sudah akrab dengan perkembangan teknologi. Selain dianggap menawarkan gaji yang cukup besar, bekerja di perusahaan startup juga dinilai memiliki kebudayaan yang tidak kaku dimana antara atasan dan bawahan tidak begitu tearasa hierarkinya sehingga bisa berkomunikasi dengan terbuka. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik bekerja di perusahaan yang sedang naik daun ini.

Tapi tahukah kamu jenis pekerjaan apa saja yang banyak di cari perusahaan stratup ? Mungkin banyak orang mengira bahwa bidang IT menjadi satu-satunya jenis pekerjaan yang paling di butuhkan perusahaan startup, namun pada kenyataanya startup juga punya beragam jenis pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis agar tatap berjalan. Meski setiap perusahaan mungkin punya kebutuhan sumber daya yang berbeda-beda namun berikut uraian mengenai jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan perusahaan startup :

Web & Mobile Developer

Pada dasarnya untuk  profesi web dan mobile developer ini dibutuhkan keahlian dalam menguasai bahasa pemrograman. Tugas seorang web developer adalah memprogram kode dari website agar dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna. Selain itu, seorang web developer juga harus memahami database, coding, domain, JavaScript dan hal lain yang manjadi pondasi dari website. Adapun secara umum profesi web developer ini memiliki beragam jenis seperti full stack developer, front-end developer dan JavaScript developer.

Sedangkan untuk profesi mobile developer lebih memiliki spesialisasi dalam teknologi seluler seperti mengembangkan aplikasi untuk Google Android, Apple iOS dan Microsoft Windows phone platform. Jadi sederhananya tugas dari profesi mobile developer ini adalah merancang aplikasi di Play Store maupun App Store sedemikian rupa agar mudah digunakan oleh pengguna.

UI/UX Designer

UI/UX designer sangat dibutuhkan oleh perusahaan startup, meski dibilang mirip dua profesi ini memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Seorang UI atau User Interface designer memiliki tugas untuk membuat tampilan dalam sebuah software, website atau aplikasi yang berfokus pada desainnya. Untuk menjadi seorang UI designer kamu harus memiliki kemampuan dalam merancang atau membuat desain tampilan website, software atau aplikasi yang terlihat menarik dan unik.

Sedangkan seorang UX atau User Experience designer memiliki tanggungjawab untuk meningkatkan kepuasan pengguna saat mengakses website, software atau aplikasi. Jika kamu ingin menempati posisi UX designer di perusahaan startup maka kamu harus memiliki kemampuan dalam meriset keinginan user atau pengguna. Kamu juga harus mampu mewawancarai dan mendapatkan pandangan pengguna untuk membangun startup sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kemampuan dalam memproses data kualitatif dan kuantitatif juga perlu dimiliki.

Sales & Digital Marketing

Dalam menawarkan produk atau jasa perusahaan startup tentu membutuhkan strategi pemasaran, maka profesi sales dan digital marketing menjadi kuncinya. Pada dasarnya tugas sales dan digital marketing sama – sama untuk memasarkan produk, bedanya sales melakukan pemasaran secara langsung atau menjelaskan produk yang ditawarkan pada klien. Sedangkan untuk profesi digital marketing melakukan pemasaran secara digital dengan membuat konten promosi yang menarik sehingga penawaran produk/jasa bisa diterima dengan baik oleh konsumen.

Jika kamu tertarik untuk menempati posisi sebagai seorang sales di perusahaan startup maka skill penting yang harus dimiliki yaitu pandai bernegosiasi, persuasif, ulet dan mampu membangun hubungan yang baik serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sedangkan untuk posisi digital marketing kamu harus miliki kemampuan dalam membuat konten digital yang menarik, memahami perkembangan media sosial, memahami tools analytics serta memahami teknik SEO dan tentunya mampu berkomunikasi dengan baik.

Data Analyst

Profesi data analyst sangat dibutuhkan perusahaan startup untuk membantu perusahaan dalam mengumpulkan dan menganalisis data, serta mencari informasi yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis serta membantu perusahaan dalam mengambil keputusan. Peran data analyst ini cukup berpengaruh terhadap masa depan perusahaan, adapun kemampuan yang harus dimiliki seorang data analyst adalah memahami bahasa pemrograman, matematika serta mampu menganalisis dan menginterpretasikan data. Seorang data analyst harus mampu mengkomunikasikan hasil temuannya kepada pihak-pihak yang terkait, data tersebut harus divisualisasikan sehingga mudah dibaca dan dipahami oleh orang lain.

System Engineer

Posisi system engineer memiliki pengaruh terhadap perusahaan startup untuk mengelola semua sistem yang berjalan pada perusahaan seperti menganalisa, memperbarui dan mengatasi masalah yang terjadi pada sistem sehingga sistem dapat berjalan dengan lancar. Untuk bisa menempati posisi ini kamu harus memiliki kemampuan dalam memahami bahasa pemrograman, instalasi software, sistem operasi, komponen hardware dan pengetahuan yang berhubungan dengan komputer. Serta memiliki kreativitas yang tinggi dalam proses problem solving.

Product Manager

Product manager cukup penting bagi perusahaan startup karena bertanggungjawab untuk merancang strategi, visi dan pengembangan produk. Product manager menjadi otak atau pelaksana berbagai macam produk-produk perusahaan dan sering dikatakan sebagai CEO 2.0 karena perannya yang vital untuk perusahaan. Untuk menjadi seorang product manager setidaknya harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, riset dan analisis data, strategic thinking, memahami coding serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Operasional

Sama seperti perusahaan pada umumnya, perusahaan startup juga membutuhkan tim operasional untuk mengatur jalannya perusahaan. Pada bagian operasional ini meliputi HRD, Adminstrasi, General Affair dan lain sebagainya. Posisi yang disebutkan tersebut akan membantu perusahaan untuk mengurus berbagai kebutuhan perusahaan seperti perizinan, urusan hukum, menyiapkan keperluan kantor, rekrut karyawan, mengatur dan mengelola keuangan hingga memantau kinerja karyawan. Maka juka kamu tertarik menjadi tim operasional di perusahaan startup maka setidaknya kamu harus memiliki pengalaman berorganisasi serta mampu memahami hal-hal yang berkaitan dengan administrasi. (Berbagai Sumber)

Penulis : Widiawati S.A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *