Content Writing VS Copywriting, Apa Perbedaannya?

Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), membuat orang-orang yang memiliki keahlian menulis terasa mudah untuk menyulapnya menjadi ladang uang. Pasalnya, industri kreatif saat ini semakin berkembang, dan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk dijadikan sebagai aset perusahaan.

Di masa kini muncul profesi baru seperti Content Writing dan Copywriting. Kedua profesi tersebut sangat menjanjikan di era sekarang, apalagi implementasi bisnis digital semakin masif. Sekilas profesi tersebut terlihat sama, namun nyatanya kedua profesi tersebut menyimpan perbedaan dalam hal tugas serta tanggung jawab.

Lalu, seperti apa perbedaan antara Content Writing dan Copywriting?

Content Writing adalah……

Profesi dalam bidang tulis-menulis terkait konten yang relevan untuk sebuah website perusahaan atau permintaan klien. Biasanya tulisan tersebut berupa artikel yang memiliki tujuan untuk meningkatkan brand awareness ataupun mengedukasi pembaca agar lebih mudah dimengerti orang awam. Tentunya tulisan tersebut disusun dengan jumlah kata yang sudah ditentukan serta mengoptimalkan penggunaan keyword atau kata kunci supaya dapat muncul di mesin pencarian Google dan mudah ditemukan oleh target audiens. Oleh karena itu, seorang Content Writer harus memiliki keahlian dalam Search Engine Optimization (SEO).

Umumnya, seorang Content Writer ditempatkan di divisi Marketing, namun ada juga perusahaan yang menempatkannya pada divisi Editorial/Redaksi.

Untuk menjadi seorang Content Writer, ada beberapa keahlian yang harus dimiliki, di antaranya:

  1. Umumnya, formula 5W+1H digunakan dalam kaidah penulisan jurnalistik. Melalui formula itu, seorang Content Writer dituntut menyajikan informasi secara mendalam.
  2. Memiliki daya analisa dan riset mumpuni untuk menghasilkan konten yang kredibel.
  3. Memiliki keahlian dalam edit-mengedit tulisan dari naskah mentah hingga menjadi naskah layak terbit adalah syarat selanjutnya yang harus dimiliki seorang Content Writer demi tersampainya gagasan dalam tulisan lebih mudah dimengerti audiens.
  4. Mudah beradaptasi dengan karakter website perusahaan, yang mana terdapat ketentuan dalam penggunaan gaya bahasa serta bisa memahami target audiens.
  5. Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas, seorang Content Writer harus memiliki keahlian dalam Search Engine Optimization (SEO) guna meningkatkan page ranking dari website agar selalu terindeks pada mesin pencarian, hingga mendatangkan traffic lebih banyak pada website.

Copywriting adalah……

Profesi dalam bidang tulis-menulis dengan fokus untuk kebutuhan komersial yang akan dipublikasikan pada kanal media sosial, e-mail campaign, web banner, dicetak pada media billboard, poster, majalah, Koran, serta brosur.

Seorang Copywriter harus mampu membangun suatu tindakan dari audiens berupa pembelian atau aktif terlibat dalam kampanye produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan lewat pesan-pesan bersifat persuasif. Biasanya tulisan tersebut mengandung soft selling dan hard seliing dengan memiliki bentuk tulisan headline, tagline, slogan, maupun jingle. Selain itu, seorang Copywriter juga terlibat dalam pembuatan script iklan untuk kebutuhan TVC, radio, dan media lainnya.

Lalu, keahlian apa saja yang harus dimiliki seorang Copywriter?

  1. Seorang Copywriter dituntut untuk memiliki kemampuan menulis yang baik, kosakata yang banyak, serta pengetahuan mengenai tata bahasa. Sehingga tulisan yang disajikan bisa menjadi menarik dan favorit di pasaran serta dapat membentuk positioning dari produk atau jasa.
  2. Memiliki jiwa kreatif adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh Copywriter. Pasalnya, dalam hal ini seorang Copywriter harus memunculkan konsep ide/inovasi tulisan baru serta berbeda dengan yang lainnya. Oleh karena itu, proses brainstorming merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kreativitas dan dapat memainkan emosi audiens melalui sebuah pesan.
  3. Sama halnya dengan Content Writer, seorang Copywriter juga harus memiliki daya analisa dan riset mumpuni, sehingga penggalian informasi pada produk atau jasa dapat menjadi acuan untuk tulisan komersial.

Kedua profesi tersebut harus dilandasi dengan manajemen yang baik melalui konsep POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) supaya sikap kerja efektif dan efisien dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *