Teknologi Tingkatkan Efisiensi di Masa New Normal

Dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang serba digital. Kehadiran teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul.

Di masa pandemi aktivitas sosial benar-benar terbatas untuk dilakukan, hal ini menyebabkan hambatan pada beberapa aktifitas yang membutuhkan pertemuan tatap muka. Namun di tengah situasi tersebut teknologi digital digunakan sebagai solusi untuk tetap meningkatkan efisiensi kehidupan.

Kira-kira teknologi apa saja yang diterapkan di masa pandemi untuk menunjang kehidupan?

1. Less Contact bagi Service yang Disediakan oleh Usaha Rintisan (Startup)

Service daripada startup sebisa mungkin mengdepankan unsur less contact. Salah satu yang mungkin akan paling berkembang adalah pelaksanaan kelas-kelas online baik bagi karyawan maupun pelajar yang beraktifitas di rumah.

2. Penerapan Society 5.0

Dalam Society 5.0 teknologi dietmpatkan menyatu dengan manusia itu sendiri. Internet bukan sebagai penunjang memperoleh informasi melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Penerapan ini terlihat sekali dalam pola aktifitas pemerintahan salah satunya penerapan lingkungan kerja digital, pengelolaan big data dalam pengambilan keputusan, serta pengembangan profesionalitas secara mandiri (self development).

3. Online Single Submission (OSS)

Pendaftaran yang berkaitan dengan izin usaha yang ditunjang oleh infrastruktur digital berupa Online Single Submission (OSS). Pelayanan digital ini memang diutamakan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses pelayanan publik tanpa perlu melakukan tatap muka.

4. Teknologi Pengolahan Pangan Perlu Digenjot

Produk pada sektor pertanian dan peternakan menjadi satu yang paling terdampak situasi pandemi COVID-19, hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus pasalnya kebutuhan akan makanan adalah suatu keniscayaan yang senantiasa memiliki demand. Oleh karena itu teknologi perlu dihadirkan sebagai solusi.

Peneliti UGM Yudi Pranoto mengatakan di masa pandemi sekarang ini menjadi ujian dan tantangan bagi para petani, peternak dan wirausahawan untuk melakukan perubahan dalam proses pengolahan pangan. Sebab, saat ini konsumen lebih memilih pangan yang lebih higienis, sehat dan terjamin dari kontaminasi covid. Dengan fakta tersebut kanal digital bisa dipersiapkan untuk membantu pemasaran wirausaha, serta teknologi pangan yang menekankan pada unsur pengawetan makanan alami, kemasan yang tahan kontaminasi, dsb perlu dilakukan untuk membangkitkan industri pangan.

5. E-Money/Dompet Digital

Produk dompet digital perlu mendapatkan ekspos apalagi produk seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia, sebisa mungkin kampanye menggunakan uang digital terus digalakan di tengah masa pandemi. Karena hal ini bisa mengurangi kontak langsung dari benda yang memang rawan membawa kontaminasi virus seperti uang tunai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *