Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Social Media Listening dan Social Media Monitoring

Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Social Media Listening dan Social Media Monitoring
Ilustrasi Penggunaan Social Media Monotoring (Sumber: Meltwater)


Brand atau merek merupakan salah satu identitas dalam atribut pemasaran.

Berkembangnya teknologi digital membuat banyak brand dibicarakan oleh penggunanya dalam linimasa media sosial. Sejalan dengan itu, para pelaku bisnis harus memahami konten media sosial apa yang sedang tren di kalangan masyarakat. Sebab, hal tersebut dapat memberikan keuntungan kepada brand lewat peningkatan popularitas dan mudah terhubung dengan target audiensnya melalui pola komunikasi yang dapat menguatkan relasi antara brand juga pelanggan. Sehingga berpotensi untuk meningkatkan penjualan bahkan menciptakan loyalitas pelanggan.

Belakangan ini, istilah social media listening dan social media monitoring muncul ke permukaan. Sebagian besar masyarakat kerap menyamakan kedua istilah tersebut. Namun, hal tersebut sangatlah berbeda dari sisi fungsi, skala, teknis, maupun reaksi audiens.

Lalu, apa yang dimaksud hal tersebut? Dan bagaimana membedakan keduanya?

Mengutip dari Sprout Social, social media listening merupakan memahami audiens dengan meningkatkan strategi kampanye melalui akses seluruh percakapan seputar industri yang digeluti, merek, dan topik apa pun yang relevan dengan brand terkait.

Sementara itu, social media monitoring yaitu memelihara pelanggan dengan memantau media sosial untuk pesan yang terkait langsung dengan brand dan merespons pesan-pesan itu dengan tepat.

Pada prinsipnya, cara kerja hal tersebut bisa dilihat dari beberapa sisi. Melansir dari Marketing Craft, inilah yang membedakan cara kerja keduanya.

Fungsi

Intinya, social media monitoring memberi tahu Anda apa yang sedang ramai dibicarakan, dan social media listening mengungkapkan akar masalahnya.

Skala

Social media listening, dalam hal ini mencakup jangkauan lebih luas, atau tentang bagaimana kelompok audiens yang disasar memandang brand terkait secara makro, dan membahasnya, khususnya di media sosial. Sementara itu, social media monitoring lebih khusus memantau perbincangan audiens secara mikro. Karena urusannya adalah menanggapi pertanyaan, pernyataan, atau komentar yang disampaikan pada brand.

Teknis

Umumnya, social media monitoring bisa dilakukan secara manual, seperti menggunakan platform media sosial itu sendiri, atau tools lain yang memudahkan kegiatan monitoring akun yang dikelola. Di sisi lain, untuk melakukan social media listening kita membutuhkan teknologi yang lebih canggih, dan punya kemampuan mengumpulkan dan mengukur data yang dibutuhkan seakurat mungkin melalui berbagai penelusuran berbagai keywords, tren percakapan, hashtag (tagar), mentions terkait brand, hingga akun.

Reaksi Audiens

Social media monitoring merupakan strategi media sosial yang penting dijalankan dan bersifat reaktif. Namun pada kenyataannya, interaksi pelanggan tidak berhenti sampai di situ, sehingga kita butuh melakukan social media listening yang lebih bersifat proaktif. Social media listening adalah metode brand menjaring poin-poin penting dari pembicaraan sasaran audiens di media sosial, untuk menjadi insight yang mendukung strategi dan taktik komunikasi.

Dengan menggunakan pendekatan dan teknologi yang tepat, Anda dapat menggali informasi lebih rinci terkait persepsi brand dalam media sosial. Karena media sosial bersifat dinamis.

Terkait dengan hal tersebut, Kazee Media Monitoring menyajikan data pantauan terkini atau real time lewat tampilan dashboard yang mudah diakses oleh pengguna dan merupakan produk sistem teknologi informasi dalam negeri yang tentunya paham dengan kultur penggunaan internet masyarakat Indonesia. Sehingga kegiatan social media monitoring dan social media listening dapat terfasilitasi dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *