PERGESERAN TREND DI TENGAH PANDEMI COVID-19 SEBAGAI MASUKKAN MENGHADAPI NEW NORMAL

Situasi pandemi COVID-19 sudah berlangsung selama berbulan-bulan lamanya, situasi ini telah mendorong masyarakat untuk membentuk suatu pola kebiasaan baru untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kebiasaan-kebiasaan baru tersebut muncul akibat terbatasnya mobilitas karena pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam sebuah penelitian menggunakan metode survey yang dilakukan oleh Redseer ditemukan bahwa terdapat 51% responden yang mengaku pertama kali memanfaatkan teknologi aplikasi belanja saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Fakta ini menyebabkan permintaan pembelanjaan di e-commerce mengalami lonjakan dengan skala 5-10 kali lebih besar dibandingkan sebelum pandemi. transaksi per hari mengalami peningkatan menjadi 4,8 juta transaksi pada April lalu. Padahal pada masa sebelum pandemi transaksi rata-rata berada pada angka 3,1 juta.

Pola belanja yang beralih dari berbelanja secara langsung menjadi belanja daring menjadi salah satu aspek yang paling terlihat. Hal ini karena proses berbelanja berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk tetap bertahan hidup di tengah keterbatasan ruang gerak.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Kazee, terdapat kategori trend yang turut mengalami pergeseran, untuk lebih detailnya ditampilkan dalam grafik yang mengkomparasikan jumlah data yang berkaitan dengan trend berdasarkan masa sebelum karantina dan setelah karantina.

Sumber: Kazee, Overview

Total Data Januari – Februari 2020 terkait Trend               Total Data Maret – April 2020 terkait Trend

Berdasarkan pengolahan big data yang memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan trend yang secara umum menglami perubahan yang besar di masyarakat dapat dilihat bahwa arus data yang beredar antara dua periode menunjukkan perbedaan jumlah yang besar.

Secara spesifik, tim analis Kazee mengklasifikasikan 5 trend utama yang mengalami shifting yang cukup drastic pada masa sebelum karatina dan setelah karantina, 5 trend tersebut di antaranya 1) Belanja Online, 2) Meningkatnya Pembelian Vitamin dan Produk Kesehatan, 3) Layanan Pesan Antar Makanan, 4) Belajar dan Bekerja di Rumah, 5) Layanan Hiburan Streaming.

Kelima trend tersebut menjadi kategori yang berkaitan dengan pola kebiasaan masyarakat yang mengalami penyesuaian terbesar yang mengakibatkan terjadinya peningkatan partisipasi selama masa karantina.

Sumber: Kazee, Ekstraksi

Berdasarkan data komparasi per kategori trend yang membandingkan periode sebelum dan sesudah masa karantina bisa diketahui bahwa jumlah data yang terdistribusi secara daring mengalami peningkatan pada periode Maret – April 2020. Melonjaknya total data tersebut dikarenakan tingkat partisipasi masyarakat yang melakukan adaptasi di tengah masa karantina.

Data-data yang ditampilkan tersebut bisa dijadikan salah satu sumber rujukan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam kontribusinya terkait penciptaan trend di tengah masa karantina. Selain itu, Era New Normal yang sejenak lagi akan muncul mungkin saja akan melanggengkan situasi yang terjadi pada bulan Maret – April 2020. Hal ini karena selama masa New Normal, protokol Kesehatan tetap harus dikedepankan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, selain itu masyarakat sudah terbiasa dengan pola kebiasaan baru yang cenderung membatasi kerumunan.

1. Konsumsi Vitamin akan tetap menjadi trend mengingat New Normal mengizinkan kita berpergian ke kantor atau sekolah sehingga imunitas tubuh harus lebih dijaga disbanding semasa karantina.

2. Layanan Hiburan Streaming juga akan tetap tetap digandrungi sebelum ada mekanisme lain yang menggantikan fungsi bioskop dan gigs/konser.

3. Belajar dan Bekerja di Rumah akan mengalami penurunan mengingat perkantoran dan industri sudah Kembali beroperasi. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat kebijakan perusahaan yang mengharuskan karyawan bekerja dari rumah.

4. Layanan Pesan Antar Makanan akan stabil dalam hal partisipasi, hal ini karena meskipun banyak masyarakat yang telah beraktifitas di kantor tetap akan memilih metode ini. Namun, tidak bisa dipungkiri ada sebagian orang yang beralih ke trend membawa bekal karena mementingkan sisi kesehatan selama New Normal.

5. Belanja Online akan tetap menjadi pilihan karena dinilai praktis dan minim kontak dengan orang lain, selain itu hal ini karena masyarakat sudah terbiasa dengan kemudahan yang ditawarkan e-commerce selama masa karantina. Pedagang sayur dan kebutuhan harian juga turut beradaptasi dengan menyediakan layanan pesan-antar.

Jadi, apakah setuju dengan trend-trend yang mungkin hadir saat New Normal yang sudah dipaparkan, ataukah justru ada trend lain yang nantinya turut muncul?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *