Memahami Cara Kerja Algoritma Social Media

Media Social kini sudah menjadi hal yang sangat bagi beberapa Brand atau Perusahaan dalam mempromosikan diri mereka, kenapa kini social media menjadi sangat penting? Karena kini sebagaian perputaran pasar sudah masuk ke ranah digital, ditambah juga dengan media social kita bisa mendapat dan menjangkau pengikut atau konsumen yang luas lagi.

Sebagian besar brand atau perusahaan memanfaatkan social media untuk memperkenalkan bahkan berjualan di social media, semua bran dan perusahaan berlomba-lomba untuk memberikan konten terbaik untuk mendapat perhatian pengikut mereka. Namun sayangnya tidak semua brand atau perusahaan memperhatikan hal yang satu ini, bagaiamana sih cara kerja atau bagaimana sih Algoritma Social Media ini bekerja. Mari sedikit kita membahasa terkait Algoritma di Media Social.

Sistem algoritma media sosial mengawasi segala hal yang disukai oleh penggunanya. Selain itu,sistem ini

Algoritma social media itu sendiri adalah bagaimana sebuah sisitem atau aplikasi dalam mengawasi segala kegiatan kita sebagai pengguna social media, Hasil data dari analisa sistem algoritma akan disajikan kepada penggunanya bedasarkan kesukaan masing-masing.

Instagram

Instagram selalu pemberharui algortima yang mereka miliki, mash ingat jika dulu timeline atau home dari aplikasi ini dibuat secara realtime dan berurutan? Semenjak beberapa tahun lalu Instagram akhirnya mengubah algoritmanya yang hingga kini algoritma itu tidak berubah.

Minat: Instagram memprioritaskan tipe post yang banyak di-like, comment, atau save oleh pengguna; mengikuti perilaku penggunanya.

Hubungan: Melalui interaksi

Recency:Instagram mengetahui postingan mana yang baru-baru ini kita bagikan atau

postingan yang diprioritaskan untuk dilihat baru-baru ini

Frekuensi : Instagram mengikuti frekuensi pengguna saat mengakses aplikasinya. Jika pengguna jarang membuka Instagram, maka feeds hanya menyajikan highlight atau post menarik yang ingin dilihat oleh pengguna.

Facebook

Facebook termasuk kedalam 5 besar social media yang paling banyak digunakan baik secara global maupun Indonesia,

“Interactions is the new Engagement” . Postingan yang memiliki interaksi seperti komentar dan shares lebih bagus daripada post yang hanya mendapat banyak likes dan reactions. Selain itu, postingan Facebook dengan komentar lebih panjang akan dianggap lebih baik daripada postingan yang memiliki sediki komentar.

.Facebook sekarang memprioritaskan interaksi aktif seperti meninggalkan komentar dan share konten serta click-throughs (atau berapa kali link tersebut diklik). Jadi, like bisa dibilang bukan lagi prioritas Facebook dalam menunjukkan postingan mana yang mendapat banyak interaksi. Beberapa point yang harus diingat adalah: Komentar, Reaksi, Share

Twitter

Pada bulan September 2018, Twitter mengumumkan bahwa pengguna akan dapat beralih antara Tweet Teratas dan Tweet Terbaru. Artinya adalah orang  sekarang dapat dengan mudah beralih antara algorithm feed dan real-time feed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *