Remote Working sebagai Salah Satu Manifestasi Efisiensi di Era Smart City

Image Source: Creative Review (https://creativereview.imgix.net)

Di tengah-tengah wabah COVID-19 yang kini telah menjadi isu global, tidak dapat dipungkiri aktifitas sehari-hari yang sudah menjadi bagian menjadi rutinitas sudah mengalami pergeseran karena harus menyesuaikan dengan situasi yang harus meminimalisir kontak fisik (physical distancing). Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah terkait kebijakan beberapa perusahaan yang menerapkan Kebijakan Remote Working kepada karyawannya, hal ini didorong utamanya untuk meminimalisir penyebaran di wilayah kantor sehingga para pekerja diharuskan bekerja dari rumah. Memindahkan lokasi produktif yang sebelumnya di wilayah kantor menjadi di rumah masing-masing. Pertemuan-pertemuan yang mesti dilakukan pun kini mengandalkan aplikasi-aplikasi Video Conference seperti halnya Zoom Meeting, Google Hangouts Meet, Facebook Messenger Desktop, Skype hingga Cisco Webex.

Tapi tahukah kalian kalau istilah Remote Working terlepas dari tujuannya untuk menekan penyebaran Wabah COVID-19 ternyata sangat erat kaitannya dengan pola-pola produktifitas yang sejalan dengan konsep Smart City?

Konsep Smart City tentunya sangat erat dengan peningkatan aspek efektifitas dan efisiensi di berbagai sektor kehidupan, salah satu sektor yang utama adalah yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan. Di negara-negara maju atau secara khusus di perusahaan startup (usaha rintisan) konsep bekerja secara Remote sudah dilakukan sejak lama untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam bekerja. Konsep ini tidak mengharuskan karyawan berpergian untuk menuju ke kantor, melainkan karyawan bisa bekerja dari mana saja dan di mana saja tentunya dengan pengawasan tertentu agar Key Performance Indicator (KPI) setiap karyawan dapat terpenuhi meskipun tidak perlu pergi ke kantor. Dalam konsep Remote Working ini umumnya meeting (pertemuan) dengan user (leader) dilakukan sesekali ketika hendak melakukan evaluasi pada periode tertentu.

Lalu hal apa sajakah yang membuat Remote Working sejalan dengan Penerapan Smart City? Mari simak alasan-alasan yang menyertainya di bawah ini:

1. Remote Working Bisa Mengurangi Kemacetan

Hal ini tentunya menjadi hal yang tidak bisa dipungkiri, para karyawan yang bekerja secara remote tidak perlu berpergian secara reguler (commute) dari satu tempat ke tempat lainnya karena pekerjaan yang bisa dilakukan di mana saja. Bayangkan ketika sejumlah besar pekerja memang melakukan pekerjaan dari rumah maka akan seberapa lenggang lalu lintas di berbagai daerah?

2. Remote Working Bisa Menghemat Biaya Operasional Perusahaan

Dalam menjalankan Remote Working perusahaan tidak lagi menganggap kantor sebagai sesuatu hal yang krusial atau harus hadir, sebagai gantinya mungkin kantor-kantor akan digantikan dengan sebuah gedung representatif yang fleksibel. Alih-alih memiliki gedung perkantorkan mungkin Co Working Space akan menjadi pilihan berbagai perusahaan ke depannya untuk mengadakan meeting ketika diperlukan, atau justru ketika pemerintah sudah mulai fokus mendukung konsep Remote Working justru akan disediakan lokasi khusus di mana perusahaan-perusahaan bisa memanfaatkannya dengan cuma-cuma atau dengan sistem sewa. Dengan hal ini sebuah perusahaan tidak lagi perlu mengeluarkan dana untuk maintenance serta hal-hal mendasar seperti kebutuhan listrik, air dan lainnya.

3. Remote Working Lebih Flexible sehingga Meningkatkan Kreatifitas dan Produktifitas

Konsep Smart City erat kaitannya dengan produktifitas, dengan Remote Working maka karyawan akan lebih mudah mengatur waktu yang dimilikinya untuk mensiasati kejenuhan yang umumnya dirasakan ketika bekerja di kantor. Dengan fleksibelitas yang tinggi ini maka kualitas hidup SDM akan meningkat karena bisa mewujudkan konsep work-life balance, ketika hal tersebut sudah terwujud maka kreatifitas akan meningkat sehingga melahirkan inovasi-inovasi mutakhir untuk menunjang kehidupan yang lebih baik.

4. Mendukung Kelestarian Lingkungan Hidup dengan Berkurangnya Emisi Kendaraan Bermotor

Dengen bekerja remote maka sudah pasti karyawan tidak melakukan rutinitas pulang-pergi menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, hal ini tentunya akan mengurangi tingkat kendaraan yang berlalu lalang yang umumnya memadati kota. Ketika hal ini diterapkan maka akan sangat besar emisi karbon dari kendaraan bermotor yang bisa ditekan sehingga sangat mendukung kelestarian lingkungan hidup. Polusi di perkotaan bisa berkurang dengan drastis sehingga masyarakat pun bisa merasakan kehidupan yang lebih baik lagi dari segi kesehatan udara.

5. Time is Money!

Waktu perjalanan pulang dan pergi yang mestinya ada bisa dialihkan kepada waktu-waktu produktif. Umumnya dalam konsep Smart City penerapan Remote Working ini dimulai dari Pegawai Pemerintahan, di mana lokasi tempat tinggal para pegawai dengan tempat-tempat tujuan yang menjadi bagian dari rutinitas (bank, rumah sakit, kantor pemerintahan, dsb.) telah diatur sedemikian rupa berada pada satu lokasi yang berdekatan. Dengan penerapan seperti ini maka waktu-waktu produktif akan lebih banyak dimiliki pegawai karena tidak mesti melakukan perjalanan pulang-pergi.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa dengan penerapan Remote Working bisa mewujudkan lima aspek utama dari Smart City, yaitu smart mobility, smart environment, smart living, smart governance dan smart economy. Lalu apakah paska Wabah COVID-19 ini berakhir apakah akan ada perusahaan yang mempelajari pola-pola terkait Remote Working dan mencapai simpulan bahwa mekanisme bekerja remote ternyata lebih memberikan keuntungan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *