Memanfaatkan Teknologi Big Data dalam Melawan Pandemik Corona

via: WHO

Saat ini isu mewabahnya Virus Corona sudah tidak dapat lagi dipisahkan dari keseharian masyarakat, termasuk di Indonesia berdasarkan data pembaruan per 18 Maret 2020 tercatat sudah ada 227 kasus Corona di Indonesia dengan 19 diantaranya dinyatakan meninggal. Berdasarkan data akumulasi tersebut maka bisa disimpulkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi dalam penanganan wabah ini. Situasi ini tentunya harus segera ditangani dan memperoleh perbaikan dari segi penangan preventif maupun penanganan terhadap kasus-kasus yang telah terjadi, mengingat virus ini merupakan jenis yang tangguh dan mudah menyebar. Dengan adanya krisis ini maka pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak cepat, salah satu yang mungkin potensial untuk memberikan solusi adalah pendekatan teknologi, salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan secara fungsinya dalam penanganan ini adalah teknologi big data analytics.

Dengan teknologi big data analytics terdapat satu cara yang mungkin dilakukan, salah satunya pengumpulan data suspect Corona maupun data penderita. Data-data ini dihimpun untuk mengetahui kategori-kategori suspect dan penderita, dari mulai jenis kelamin, usia, mobilitas, kontak sosial yang dilakukan dalam keseharian, konsumsi makanan serta kebiasaan. Data-data tersebut tentunya bisa membantu men-tracking seseorang dan mengetahui pola-pola terkait bagaimana orang tersebut bisa tertular dan pada akhirnya dinyatakan sembuh atau justru meninggal. Dengan menghimpun data-data tersebut sejak dini maka hal tersebut akan mampu memangkas proses pengujian terhadap suspect-suspect baru, hal ini dikarekan pola-pola keseharian suspect bisa diketahui melalui data-data yang sudah direkam untuk kemudian dianalisis hingga mencapai simpulan menyoal; 1) riwayat berpergian keluar negeri, 2) riwayat kontak dengan penderita hingga 3) gejala-gejala awal yang dirasakan oleh suspect, dsb.

Sistem terpadu mungkin bisa disiapkan sedari dini untuk bersama-sama melawan pandemik Corona melalui teknologi, mungkin aplikasi yang menyediakan suatu form yang bisa diisi secara mandiri ketika seseorang merasakan gejala-gejala yang mengindikasikan Corona bisa disediakan sehingga masyarakat bisa lebih mengenal kondisi tubuhnya dan merasa tidak panik, karena mungkin dalam aplikasi yang tersedia juga terdapat informasi mengenai apakah kondisi seseorang sudah perlu diperiksakan ke tenaga medis atau jusru belum sama sekali. Menggunakan big data analytics bisa membantu menangani wabah pandemik Corona dari sisi preventif maupun dari sisi penanggulangan. Mungkin data-data yang dihimpun oleh big data analytics tersebut juga penting dalam proses pengembangan vaksin Corona yang hingga saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *