Brand Personality

  Brand Personality

pict: freepik

Brand personality merupakan strategi pemasaran yang telah banyak digunakan di berbagai belahan dunia, brand personality adalah satu kesatuan karakteristik manusia yang diasosiasikan kepada sebuah merek tertentu. Srategi ini bekerja dengan menggunakan ingatan seorang konsumen dengan memunculkan karakteristik produk di ingatan, hal tersebut akan mempengaruhi preferensi konsumen dalam pemilihan kebutuhannya.

Selain dalam mempengaruhi preferensi konsumen, brand personality dapat digunakan untuk meningkatkan loyalitas konsumen pada sebuah merek tertentu. Peningkatan loyatitas konsumen tersebut ternyata dapat mempengaruhi minat beli, dalam  Aaker (1997) journal dimensions of brand personality terdapat 5 komponen penting untuk brand personality berikut adalah beberapa elemen tersebut

  • Sincerity
  • Excitement
  • Competencce
  • Shophistication
  • Ruggedness

Sincerity

Sincerity adalah “ketulusan” dimensi ini merupakan penggambaran seseorang yang hangat, dimensi ini tertuang dalam kejujuran, keaslian dan juga sifat-sifat sederhana, ceria serta mempunyai karakter berjiwa muda

Excitement

Dimensi Ecitement mempunyai arti keramahan, energi dan juga aktivitas, dalam dimensi ini menjelaskan tentang semangat untuk mempunyai inovasi yang diiringi dengan semangat dan juga tingkat imaginasi yang tinggi untuk hadir membuat perbedaan.

Competence

Berbicara tentang  dimensi competence adalah dimensi yang mempunyai arti dapat yang diandalkan atau dipertanggungjawabkan.

Shophistication

Dimensi shophisticaion  merupakan dimensi dari keagunggan, dimensi ini menggambarkan bahwa konsumen ingin memiliki barang eksklusif yang tidak dimiliki kebanyakan orang.

Ruggerdness

Dimensi terakhir yang satu ini adalah dimensi yang menggambarkan tentang kegiatan luar rumah dan juga daya tahan, biasanya dimensi ini mempunyai karakteristik yang kuat dan juga maskulin.

(Aaker,1997)

          Kelima dimensi brand personality Sincerity, Excitement, Competence, Shophistication, dan Rugerdness mempunyai  peranan dalam mempengaruhi pembelian konsumen, maka dari itu hal yang perlu diperhatikan adalah memilih brand personality yang tepat untuk para calon  konsumen.

Dalam hal mempengaruhi konsumen, sebenarnya ada beberapa komponen yang dapat dijadikan tolak ukur.  Berikut adalah empat komponennya :

  1. Tertarik untuk mencari informasi sebuah produk

       Konsumen yang tertarik akan sebuah kebutuhannya otomatis akan mencari informasi lebih mengenai produk yang mereka lihat. Kebutuhan ini disebut sebuah rangsangan produk, rangsangan  produk menurut Kotler dan Keller  (2007) melalui dua tahapan yaitu tahapan ringan yakni konsumen mencari informasi sebuah produk dari bacaan dan juga tahap aktif konsumen mencari informasi melalui bertanya dengan teman maupun langsung mendatangi sebuah toko ke tempatnya.

  • Pertimbangan untuk pembelian.

Melalui pengumpulan informasi, konsumen biasanya mempertimbangkan sebuah produk  dengan produk lainnya yang mempunyai jenis yang sama.

  • Tertarik untuk mencoba

Ketertarikan konsumen juga dapat terlihat ketika seorang konsumen mencari tahu manfaat-manfaat sebuah produk maupun solusi yang ditawarkan. Hal ini secara kognitif sudah memasuki fase dimana konsumen secara sadar dan secara rasional mempunyai daya tarik pada sebuah produk .

  • Ingin membeli sebuah produk dan memilikinya

Seorang konsumen atau pembeli akan mempunyai perhatian besar terhadap sebuah brand yang dapat memberikan manfaat atau solusi yang dicarinya, dan akhirnya pada fase ini biasanya konsumen sebuah  melakukan pengambilan keputusan terhadap pembelian untuk kebutuhan mereka.

Source :

Kotler, Philip & Keller, K.L. (2009)  Manajemen pemasaran edisi 13 jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga

Aaker, J.L (1997). Dimensions of Brand Personality. Journal of marketing research Vol. 34 pp 347 356

by : fauzan najib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *