Instagram Hapus Fitur ‘Like’

Instagram mengumumkan akan melakukan uji coba terkait penghapusan fitur Instagram. Keputusan ini awalnya dikeluarkan pada April 2019 dan diterapkan di sejumlah negara. Negara yang pertama kali dilakukan uji coba ini adalah Kanda. Namun, pada pertengahan bulan Juli 2019, Instagram sudah menyediakan pilihan menyembunyikan jumlah ‘like’ publik bagi enam negara lain: Irlandia, Jepang, Brazil, Australia, dan Selandia Baru. Selanjutnya, Instagram mulai melakukan uji coba penghilangan fitur ‘like’ ini di Amerika Serikat pada minggu kedua di bulan November. Pengguna masih dapat melihat secara pribadi jumlah likes pada postingan pribadinya. Namun, pengguna lain tidak dapat melihatnya.

Keputusan Instagram tentunya menuai tanggapan yang kontroversi. Banyak sekali pro dan kontra yang bertebaran terkait penghapusan filter ‘like’ di Instagram. Pasalnya, keputusan ini dilakukan demi kesehatan mental anak-anak muda. Adam Mosseri, CEO Instagram memutuskan untuk menghilangkan fitur ‘like’ di Instagram sebagai bentuk percobaan juga mengurangi tekanan Instagram, mengurangi kompetisi di Instagram, dan memberikan orang-orang ruang untuk focus berhubungan dengan kerabat serta orang yang menginspirasi mereka. Memang keputusan ini bertujuan baik, khususnya bagi kesehatan mental remaja. Banyaknya jumlah like dan pengikut di akun Instagram sering kali menimbulkan persaingan untuk mengukur tingkat popularitas seseorang.

Namun, dibalik itu semua, terdapat pihak-pihak yang merasa dirugikan dan merasa bermasalah dengan hilangnya fitur ‘like’ di Instagram. Khususnya untuk para creator dan influencer yang mengandalkan fitur ‘like’ sebagai tolak ukur engagement akun Instagram mereka.

Meski begitu, Adam Mosseri mengatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap pengguna Instagram setelah fitur like ini ditiadakan.

Bagaimana pendapatmu terkait penghapusan fitur ‘Like’ Instagram ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *