Media Monitoring dan Media Analytics Sebagai Mekanisme untuk Sokong Perkembangan Organisasi dan Perusahaan

Source: securitymagazine

Istilah Media Monitoring dan Media Analytics belakangan naik ke permukaan dan banyak dibincangkan pada diskusi-diskusi publik, hal ini bukan tanpa alasan mengingat fungsi kedua hal tersebut yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di mana arus data begitu cepat terdistribusi tiap detiknya pada berbagai portal di dunia maya juga media konvensional seperti, Media Massa Daring, Media Cetak, Media Sosial, Saluran Televisi, Radio, dsb. Banyaknya data-data yang beredar menjadikan para pemangku kepentingan khususnya di bidang bisnis dan pemerintahan harus mampu melakukan pemantauan, namun tidak sekedar pemantauan, melainkan analisis mendalam pada isu-isu strategis perlu dilakukan agar bisa menyesuaikan dengan trend terkini juga tidak kecolongan ketika adanya krisis pada suatu isu-isu sensitif menyangkut citra lembaga.

Lalu secara umum apa saja fungsi utama dari Media Monitoring dan Media Analytics? Simak beberapa rinciannya di bawah ini.

1. Memprediksi Trend Terkini

Konten-konten yang tersebar di portal daring khususnya media sosial yang berisi opini-opini yang bersifat personal dari akun-akun warganet bisa digeneralisasi untuk menentukan minat, hobi hingga kebutuhan akan suatu produk dan jasa. Selain itu dengan menganalisis pola-pola bermedia sosial warganet maka akan diketahui mengenai konten-konten apa yang diminati oleh masyarakat, hal ini kemudian bisa dijadikan insight untuk menentukan strategi bisnis dan memberikan ide untuk Teknik marketing.

Trend terkini pada Media Monitoring dan Media Analytics bisa juga dilihat melalui analisis trending hashtag, analisis trending keyword serta analisis top person (orang yang paling banyak dibicirakan), trending hashtag, keyword dan top person ini bisa merefleksikan kepopuleran dari suatu hal yang bisa digunakan sebagai salah satu indikator.

2. Menentukan Strategi Bisnis dan Memberikan Ide untuk Pemasaran (Marketing)

Ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam menentukan strategi bisnis, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan hasil laporan dari analisis big data yang dilakukan pada mekanisme Media Monitoring dan Media Analytics, dari laporan/report yang dikeluarkan secara berkala yang menyajikan hasil pengolahan big data. Ada banyak insight yang bisa diperoleh untuk menyokong perkembangan bisnis/keorganisasian.

3. Menganalisis Kompetitor

Pemetaan dan analisis terkait kompetitor bisa dilakukan secara lebih komprehensif apabila menggunakan pendekatan Media Monitoring dan Media Analytics. Dengan melakukan analisis kompetitor yang mengandalkan fitur komparasi maka eksistensi kompetitor bisa dipetakan untuk mengetahui tingkat ekspos kompetitor agar lebih memahami seberapa banyak nama kompetitor disebutkan/diberitakan sebagai indikator popularitas suatu produk, selain itu sentimen yang beredar dari produk kompetitor juga bisa diketahui, dengan mengetahui sentimen yang beredar maka bisa diketahui kira-kira apa yang menyebabkan suatu produk bersentimen negative, hal ini pun bisa dijadikan sebuah insight untuk pengembangan produk kita sendiri.

4. Mendeteksi Dini Suatu Isu

Karena perkembangan isu yang cenderung bergerak begitu cepat maka perlu untuk mengetahui mana saja isu-isu prioritas yang perlu mendapatkan penanganan yang lebih cepat agar suatu isu tidak mencapai situasi krisis dan membahayakan citra perusahaan/kelembagaan. Dengan deteksi isu secara lebih dini maka suatu isu ditindaklanjuti secara lebih cepat. Deteksi isu secara dini juga bisa dikatakan sebagai mekanisme preventif.

Empat poin tersebut merupakan hal-hal krusial yang penting untuk diketahui oleh lembaga maupun perusahaan agar eksistensinya dapat relevan dengan kondisi terkini, menjawab kebutuhan serta memberikan kontribusi yang lebih terasa dampaknya bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *