Memahami Marketing Objective Facebook Ads

Photo by Disruptive Advertising

Beriklan di media sosial telah menjadi pilihan menarik bagi para brand dengan beragam tujuan. Mulai dari meningkatkan citra perusahaan, menjangkau customer baru, hingga meningkatkan penjualan.

Baru-baru ini, Hootsuit telah mengeluarkan data hasil komparasi audiens muda dengan usia 13-17 tahun yang dapat dijangkau oleh advertising di Facebook, Snapchat, Instagram hingga Twitter. Jangkauan potensial di Facebook dapat berjumlah 113.3 juta, Snapchat 66.9 juta, Instagram 52.9 juta dan Twitter 20.2 juta.

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa Facebook masih menjadi platform dengan jangkauan audiens muda terbanyak. Selain itu, beriklan di Facebook tak hanya bisa didistribusikan di Facebook sendiri, namun juga di Instagram.

Saat membuat kampanye iklan di Facebook pengguna akan dihadapkan pada tiga pilihan marketing objective, yaitu awareness, concideration dan conversion. Jika pengguna hanya ingin mendapatkan attention atau perhatian publik, objektif yang dipilih cukup dengan awareness. Jika pengguna ingin menciptakan ketertarikan dan keinginan dari audiens, bisa memilih concideration. Sementara jika pengguna ingin membuat audiens langsung melakukan aksi, seperti membeli produk atau menggunakan jasa, bisa memilih conversion.

  • Awareness

Saat memilih awareness sebagai marketing objective, pengguna akan dihadapkan pada dua pilihan yaitu brand awareness dan reach. Brand awareness bertujuan untuk meningkatkan kesadaran brand dengan menjangkau orang-orang yang lebih mungkin tertarik dengannya. Sementara reach akan menampilkan iklan pengguna ke jumlah maksimum orang yang akan menerimanya. Memilih awareness dalam kampanye iklan memiliki beberapa keuntungan, seperti jumlah jangkauan yang luas dan biaya klik yang cukup rendah.

  • Concideration

Concideration dapat dipilih saat audiens sudah tahu tentang brand Anda dan membuat mereka memutuskan untuk membeli produk pengguna atau pesaingnya. Concideration memiliki beberapa pilihan detail seperti traffic, engagement, app installs, video views, lead generation, dan messages.

Traffic dimaksudkan untuk mengarahkan audiens ke suatu link tertentu seperti situs web, aplikasi, atau percakapan Messenger. Engagement bertujuan untuk mendapat lebih banyak keterlibatan postingan, suka halaman, respon acara, atau klaim penawaran.

App installs bertujuan untuk menjangkau lebih banyak orang agar menginstal aplikasi pengguna. Video views ditujukan agar lebih banyak orang untuk melihat konten video pengguna. Lead generation mendorong lebih banyak arahan penjualan, seperti alamat email, dari orang yang tertarik dengan merek atau bisnis pengguna. Messages ditujukan agar mendapatkan lebih banyak orang untuk mengirim pesan ke bisnis pengguna di Messenger atau WhatsApp.

  • Conversion

Conversion sendiri merupakan tujuan akhir dari sebuah iklan, yakni menghasilkan aksi. Conversion dibagi menjadi 3 pilihan, yaitu conversions, katalog sales dan store traffic. Conversions dimaksudkan untuk mendorng aksi langsung di situs web, aplikasi, atau di pesan di iklan pengguna.

Sementara katalog sales adalah iklan yang secara otomatis menampilkan item dari katalog pengguna berdasarkan target audiens yang sesuai sehingga menimbulkan tindakan dari para audiens. Store traffic dipilih untuk mengarahkan kunjungan ke toko fisik pengguna dengan menampilkan iklan kepada orang-orang di sekitarnya.

Dengan memahami marketing objective dari Facebook ads diharapkan pengguna dapat memilih dengan cerdas objektif kampanye yang tepat dengan tujuan beriklan. Meski rumit, namun setiap detail akan mempengaruhi kinerja iklan pengguna, sehingga pengguna diharapkan untuk selalu meninjau ulang iklan yang sedang berjalan agar mendapat hasil maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *