Precision Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Digital

Marketing Strategy Connting Digital Devices Concept

Precision Marketing merupakan salah satu teknik marketing yang memanfaatkan perilaku pelanggan yang memiliki tingkat loyalitas terhadap suatu brand yang digunakan. Di mana pada umumnya para pelanggan ini didorong secara langsung maupun tidak langsung mengunggah konten yang berkaitan dengan suatu brand, hal ini pada akhirnya yang membawa sebuah brand diwartakan dan secara langsung memperoleh review dan ekspos yang terasa natural/raw. Dalam artian, masyarakat/pengguna suatu brand melakukan indirect promotion berupa unggahan yang tentunya akan memberikan keuntungan positif bagi citra suatu brand.

Unggahan demi unggahan yang dilakukan oleh masyarakat secara langsung meningkatkan ekspos suatu brand tanpa perusahaan tersebut mengeluarkan biaya, hal ini tentunya akan menguntungkan karena perusahaan bisa menekan biaya iklan.

Sebut saja perusahaan waralaba kopi dunia, Starbucks, ada satu teori yang menyatakan bahwa kesalahan penulisan/typo nama pelanggan pada cup merupakan suatu kesengajaan. Kesalahan penulisan tersebut kemudian dianggap sebagai sesuatu yang lucu oleh sebagaian besar pelanggan, dan hal ini mendorong mereka untuk memposting cup demi cup yang mereka beli. Berapa juta orang di seluruh penjuru dunia yang memposting cup mereka? Hal ini tentunya menjadi satu cara marketing yang effortless. Namun, contoh Starbucks tersebut adalah salah satu yang organik terjadi, dan teknik Precision Marketing ini kini sudah banyak dipelajari lebih jauh oleh para ahli untuk meningkatkan efektifitas dalam beriklan, lalu apakah hal yang penting untuk hadir dalam Precision Marketing?

1. Iklan yang Persuasif

Buatlah iklan yang memiliki ikatan dengan audiens, seperti misalnya konten iklan yang menggunakan konsep story telling. Hal ini akan mewujudkan kedekatan suatu brand dengan masyarakat (pengguna dan calon pengguna), menggunakan teknik beriklan dengan konsep story telling ini efektif untuk memperkuat karakter suatu brand dalam persepsi masyarakat. Brand tersebut akan terasa akrab dan familiar di kehidupan.

2. Creating Deals, Offers, and Gimmicks

Merencanakan program yang bersifat mengikat untuk pelanggan, misalnya apabila melakukan pembelian dan menggunggah barang yang dibeli pada media sosial mereka, maka akan mendapatkan service ataupun treatment khusus pada pembelian selanjutnya. Sistem reward pada pelanggan umumnya akan secara efektif mengikat para pelanggan untuk kembali.

3. Sasaran yang Spesifik

Sasaran dalam beriklan haruslah semakin mengerucut dan sepesifik, seperti misalnya tidak hanya berdasarkan gender saja. Namun harus lebih spesifik lagi misalnya apabila ingin mengambil segmentasi berdasarkan gender harus juga diperjelas rentang umur, kebiasaan, pekerjaan, dan hal-hal spesifik lainnya.

4. Komunikasi Dua Arah

Kini media sosial sudah dilengkapi dengan fitur-fitur yang mempermudah pemiliki suatu brand untuk mendekatkan dengan diri dengan pelanggan dan calon pelanggannya. Fitur-fitur seperti diskusi, mengajukan pertanyaan sampai ke voting bisa dilakukan secara berkala untuk mendekatkan diri kepada audiens. Topik-topik yang diangkat bisa yang bersesuaian dengan dinamika isu terkini.

4 poin tersebut harus menekankan pada kegiatan soft selling, di mana semua kegiatan bertujuan untuk meningkatkan engagement pada audiens. Ketika audiens sudah merasa dekat dengan suatu brand maka peningkatan penjualan pun akan terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *