7 Tips Strategi Konten untuk Media Sosial

Ilustrasi Tersebarluasnya Konten Media Sosial (Sumber: Nusantara Art Media)

Masyarakat era modern saat ini tak bisa lepas dari keberadaan jejaring sosial atau media sosial, baik itu Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, Youtube, dan lain sebagainya.

Tentunya dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang ini membuat para pebisnis mengembangkan sayapnya dalam jagat online untuk memasarkan produk atau jasa yang ditawarkannya. Dalam kasus ini, ada orang dibalik akun yang memanajemen konten-konten terkait bisnis. Orang tersebut biasa kita kenal dengan nama Admin Media Sosial, atau dalam jagat online, netizen biasa menyebutnya dengan nama ‘mimin’.

Menjadi Admin Media Sosial memang tak mudah seperti yang dipikirkan kebanyakan orang. Menjadi Admin Media Sosial tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus memenuhi target agar tercapai dalam hal penjualan, membuat konten atau pesan yang dapat menarik perhatian audience, terjangkaunya audience sesuai segmen, dan mampu menciptakan keterlibatan audience.

Mengutip laman Social Media Today, inilah 7 tips strategi konten dan kiat menulis untuk media sosial yang dapat menarik perhatian para audience, berikut tipsnya!

  1. Lakukan Riset

Lakukanlah riset mengenai audience Anda. Bisa dimulai dengan memahami secara demografis umum, kemudian masuklah dalam konten yang lebih spesifik dan mendetail. Semakin konten relevan dengan target audience Anda, maka semakin banyak interaksi atau respon yang didapatkan.

2. Bicaralah dengan Bahasa Mereka

Lakukanlah kembali riset lebih lanjut dan pelajari bahasa apa yang digunakan para audience Anda untuk mengomunikasikan kebutuhan atau tantangan mereka. Gunakanlah bahasa tersebut ketika Anda menulis konten dan pastikan konten Anda memiliki frekuensi dengan target audience. Ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar memahami kebutuhan dan tantangan mereka.

Misalnya, Anda menulis konten pada platform Instagram untuk dibaca kalangan milenial, tapi akan sangat berbeda jika konten yang Anda tulis di platform LinkedIn dibaca oleh kalangan eksekutif tingkat senior. Dua kelompok ini memiliki sudut pandang yang berbeda, meskipun inti dari konten tersebut sama. Gunakan bahasa dan frasa yang tepat seperti mereka berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini dilakukan agar konten yang Anda sebarluaskan dapat efektif relevan dengan segmen.

3. Kembangkan Suara Anda

Walaupun Anda harus menulis konten media sosial dalam bahasa audience target Anda, pesan keseluruhan harus ditulis berdasarkan suara Anda sendiri. Suara Anda atau suara merek dari bisnis yang Anda kelola mengacu pada kepribadian dan emosi yang dimasukkan ke dalam semua aktivitas pemasaran dan interaksi sosial Anda dalam jagat online. Anda harus bisa menulis konten atau berinteraksi dengan audience menggunakan bahasa serta nada Anda.

Tentunya suara ini dipengaruhi oleh kepribadian Anda atau perusahaan Anda. Suara ini harus konsisten di seluruh konten yang dibuat dan dibagikan pada platform media sosial, serta keterlibatan apapun yang dimiliki dalam jaringan tersebut. Konsistensi ini akan membantu para audiens terhubung dengan Anda secara emosional, serta membangun kepercayaan, dan mengidentifikasi konten yang disebarluaskan pada media sosial.

4. Bersikap Positif

Buatlah konten yang bersemangat dan penuh insiprasi. Dalam pembuatan konten, Anda dapat memilih untuk membagikan pendapat pribadi atau mengambil sikap terhadap sesuatu yang penting bagi merek Anda. Hindari pengkritikan apapun, karena terdapat perbedaan antara membagikan pendapat pribadi yang bersifat menyerang atau mengambil sikap. Jika hal itu terjadi, maka akan merusak citra merek Anda dan itu merupakan tindakan yang tidak profesional.

5. Tetap Singkat dan Sederhana

Buatlah konten dan tulisan Anda mudah dibaca dengan singkat dan sederhana. Karena audience tidak suka dengan tulisan yang sangat panjang. Gunakan heading, bullets, dan list yang memungkinkan untuk membuat konten Anda lebih mudah dibaca. Jika menggunakan paragraf, usahakan hanya dua atau tiga kalimat menjadi lebih singkat.

6. Gunakan Gambar dan Video

Dengan menggunakan media visual seperti gambar, grafik, video, dan juga animasi video dapat menceritakan suatu konten dan membawa keterlibatan emosi audience. Hal tersebut berdampak efektif untuk menciptakan interaksi dengan audience.

Sebagian besar platform media sosial memiliki fitur video langsung, yang dapat bermanfaat bagi Anda. Video langsung tanpa narasi dapat membuat Anda merasa rentan, tetapi kerentanan itu akan membuat video memiliki tingkat keaslian.

Demi hasil terbaik, optimalkan setiap konten visual untuk platform media sosial dan pastikan pesan yang Anda dibagikan sesuai dengan segmen demografisnya.

7. Tambahkan Ajakan untuk Bertindak

Di akhir konten, arahkanlah audience dengan tindakan selanjutnya setelah membaca konten tersebut. Ajakan untuk bertindak bisa dalam bentuk apapun dan memiliki tujuan yang berbeda. Misalnya Anda dapat memotivasi audience untuk mengambil tindakan, seperti:

  • Meminta mereka untuk menyukai atau membagikan konten media sosial Anda
  • Ajukan pertanyaan yang bisa mereka jawab di komentar
  • Arahkan mereka ke konten lain (bisa dengan tautan)
  • Kirim mereka ke halaman arahan
  • Arahkan mereka ke situs web Anda
  • Arahkan mereka untuk berlangganan buletin Anda
  • Minta mereka untuk terhubung dengan Anda di saluran media sosial lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *