Inilah Cara Memaksimalkan IGTV untuk Pemasaran

Ilustrasi IGTV (Sumber: Mashable.com)

Instagram merupakan salah satu media sosial yang benar-benar mendengarkan navigasi penggunanya, karena Instagram dinilai menjadi media sosial yang paling menarik dan populer. Beberapa waktu lalu Instagram membuat fitur baru yaitu IGTV. Terobosan awal dinilai gagal karena terdapat masalah dengan user interface dan navigasi. Namun, IGTV tetap menjadi fitur yang layak dan berpotensi menawarkan peluang besar bagi pemasar dan pencipta.

IGTV mempunyai cara yang beda untuk menjangkau audience. IGTV membuat podcast yang mencakup video-video khusus untuk mendapatkan lebih banyak audience, lebih mendalam, dan memberikan nilai lebih.

Selain itu peningkatan Instagram ke platform baru ini membuat suatu merek akan lebih dikenal. Konten IGTV biasanya terdapat dalam feed utama Instagram dan tab profil pengguna yang membuat konten tersebut, namun sekarang konten IGTV bisa ditemukan di bagian explore, dan disajikan sebagai video yang disarankan pada video terkait. Pengguna dapat menonton video hingga 60 detik dan cukup klik untuk menonton sisa video dalam IGTV. Sekarang IGTV dapat ditemukan di aplikasi IGTV yang berdiri sendiri atau dalam tab Instagram IGTV di desktop.

Mengutip Social Media Examiner, Jasmine Star, seorang ahli Instagram, fotografer profesional, dan ahli strategi bisnis, mengungkapkan bahwa lebih dari 90% audiens-nya lebih suka menonton video yang berdurasi panjang dan khusus ditujukan pada platform ini, sehingga tidak cukup hanya dengan menggunakan kembali apa yang sudah dia terbitkan untuk platform lain.

Dia juga menemukan bahwa audience cenderung menonton video di IGTV lebih lama jika dibandingkan dengan video lainnnya di Facebook, karena kemudahan dalam menonton dan integrasi yang baik dengan Instagram. Hal ini merupakan dorongan Instagram untuk adopsi IGTV yang lebih luas, dan menjadikannya upaya yang menjanjikan.

Lain ceritanya dengan akun bisnis yang sudah terverifikasi dan sudah memiliki lebih dari 10.000 followers, IGTV dapat menyiarkan konten hingga 60 menit. Biasanya IGTV berdurasi antara 15 detik – 10 menit. Berdasarkan pengalaman Jasmine, video yang berdurasi 3 – 5 menit terbukti secara statistik yang paling baik di antara audience Instagram. Menurut keterangan Jasmine secara khusus pembuatan konten video dengan cara yang mudah dipangkas menjadi format vertikal atau digunakan sebagai B-roll untuk membuat sesuatu yang menyenangkan dan menarik secara tampilan visual. Tujuannya adalah untuk menjaga agar para audience tetap terlibat dalam ruang media sosial.

Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan meme pelengkap, GIF, kutipan tweetable, atau efek visual untuk membuat materi menarik yang berbeda dari apa yang dibagikan di YouTube atau Facebook. Selain itu gunakanlah teknik pengeditan video lainnya untuk memperbesar dan memperkecil wajah, memotong video lain, dan masih banyak lagi. Teknik-teknik ini dinilai efektif ketika konten disajikan dalam sesuatu yang mungkin tidak terlalu menarik atau mengasyikkan. Ini merupakan cara untuk menarik perhatian audiens.

Hal ini menunjukkan bahwa IGTV memungkinkan pengguna untuk mengunggah foto atau menggunakan bidikan dari video itu sendiri sebagai thumbnail. Thumbnail harus dibuat ketika menggunggah video ke akun Instagram, sehingga menghasilkan lebih banyak keterlibatan dan klik-tayang daripada mengunggah foto. Setiap teks atau gambar pada thumbnail akan dipotong, kemudian judul atau deskripsi video yang muncul setelah video diklik. Jasmine menekankan pentingnya memiliki judul dan deskripsi yang kuat untuk video dan terus membuat konten berkualitas tinggi.

Di sisi lain, Instagram Stories sangat ideal untuk membuat konten keren untuk video IGTV. Instagram Stories hanya berdurasi 15 detik, namun video yang lebih panjang sekarang dapat diunggah bersama dan dipecah ke dalam segmen 15 detik. Sementara video 30 – 45 detik dapat menghasilkan dua atau tiga konten Instagram Stories yang terpisah, maisng-masing dengan fitur swipe-up dan dapat ditautkan ke video lengkap di IGTV.

Instagram Stories dapat dikatakan cara terbaik yang mutlak untuk mempromosikan video IGTV, karena sepenuhnya terintegrasi dalam aplikasi yang sama. Instagram Stories memungkinkan untuk menggunakan kembali konten masa lalu dengan menautkan kembali ke video IGTV tertentu. Oleh karena itu Stories digunakan untuk membuat kumpulan sorotan video IGTV terbaik dan menunjukkan kepada audience agar bermanfaat untuk melihat ke saluran IGTV Anda.

Cara tersebut harus dilakukan secara konsisten dan berkomitmen untuk membuat konten di Instagram, dan memanfaatkan audience untuk konten tanya-jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *