Perubahan Pola Netizen dalam Berinternet Selama Bulan Ramadan

Memasuki bulan Ramadan ada beberapa aktifitas sehari-hari yang terpengaruh secara polanya, termasuk pola netizen dalam berinternet. Selama bulan Ramadan ada pergeseran pola-pola yang terjadi, kira-kira pola perubahan apa saja yang mempengaruhi kebiasaan berinternet masyarakat khususnya di Indonesia, yuk kita simak poin-poinnya di bawah ini:

1. Jam Aktif dalam Berinternet

Sebuah riset dilakukan oleh peneliti yang bernama Ahmed Bahamman dengan judul riset “Assessment of Sleep Patterns, Daytime Sleepiness, and Chronotype During Ramadan in Fasting and Nonfasting Individual”, dalam penelitian yang dilakukannya Bahamman menemukan bahwa selama Ramadan pola tidur mengalami pergeseran menjadi lebih larut. Meskipun lebih larut rata-rata jam tidurnya mencapai 6,2 atau 6,3 jam, meningkat beberapa menit dibandingkan dengan jam tidur pada bulan biasanya yang hanya 6 jam.

Sehingga, waktu tidur sangat mempengaruhi waktu aktif orang-orang dalam menggunakan internet, berdasarkan penelitian lainnya dinyatakan bahwa keaktifan dalam berinternet berlangsung antara pukul 9 malam sampai pukul 5 pagi. Jam-jam aktif ini sebisa mungkin dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk melancarkan promosi pada jam tersebut selama Ramadan.

Youtube menjadi platform yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Tingkat penetrasi dari pencarian konten video di YouTube meningkat hingga 40%, sedangkan waktu yang dihabiskan untuk menonton mengalami peningkatan hingga 50% dibanding bulan lainnya.

2. Konten Pencarian

Pola-pola pencarian pun turut mengalami perubahan karena kondisi masyarakat yang secara perilaku lebih mendekatkan diri kepada hal-hal yang religius selama bulan Ramadan. Konten penelusuran yang populer selama Ramadan di antaranya;

1. Konten religius, seperti tips menjaga ibadah selama Ramadan, konten-konten terkait kajian, dll banyak dicari oleh masyarakat. Secara umum kata kunci yang paling banyak dicari; Al Quran, Mudik, Doa, Zakat, Kultum, Jadwal Puasa, Larangan Puasa, Cerita Nabi, Amal, Donasi, dll.

2. Tiket perjalanan mudik khususnya tiket kereta api, bisnis travel dan perjalanan banyak dicari sebagai kata kunci selama bulan Ramadan.

3. Resep-resep untuk berbuka puasa, Vrinda Singh, konsultan analisis Google, dalam tulisannya berjudul “Ramadan Series 2017: Part 1 Data Mining and Insight Generation” menyatakan bahwa pencarian tentang resep makanan meningkat hingga 50% dibandingkan rata-rata tahunan, selain itu pencarian tentang restoran dan menu berbuka tradisional mengalami peningkatan.

3. Pilihan Penggunaan Aplikasi

Salah satu perusahaan periklanan di Singapura, Interactive Advertising Bureau (IAB), mengeluarkan sebuah penelitian yang memaparkan bahwa selama bulan Ramadan 2018 lalu terjadi kenaikan penggunaan aplikasi mobile yang berkorelasi dengan ibadah. Di Indonesia peningkatan penggunakan aplikasi berbasis ibadah terjadi sebesar 7,4% di banding bulan-bulan di luar Ramadan. Tidak hanya di Indonesia, kenaikan penetrasi penggunaan aplikasi berbasis ibadah juga meningkat di negara lain yang juga memiliki masyarakat muslim yang menjalankan ibadah pada bulan Ramadan.

Aplikasi-aplikasi yang populer digunakan sepanjang bulan Ramadan di antaranya; i-Quran dengan peningkatan 21,86%, Alarm Adzan Sholat dan Kiblat dengan peningkatan 22,72%. Aplikasi berbasis ibadah dengan peningkatan paling tinggi adalah Muslim Pro, yaitu aplikasi yang salah satu fungsinya sebagai pengingat waktu salat, pengingat waktu imsak dan berbuka saat Ramadan, fitur audio Quran dan Dzikir, aplikasi ini secara penggunaan meningkat secara signifikan hingga 85,85%

4. Produk yang Paling Laris

Pada penelitian yang dilakukan oleh Google dengan judul “Winning Ramadan with Digital 2018” dinyatakan bahwa pada Ramadan 2018 Indonesia mengalami memecahkan rekor peningkatan ekonomi terbaik dibandingkan bulan lainnya sejak tahun 2013 silam, dengan peningkatan GDP sebesar 5,27% dan peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,14%.

Barang-barang yang mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan di antaranya;

1. Gadget dan barang elektronik lainnya, umumnya produk-produk ini meningkat dalam mesin pencarian berbarengan dengan kondisi masyarakat yang sudah memperoleh THR.

2. Fashion Muslimah, meningkat sebanyak 1,7 kali pada minggu kedua, segmen produk ini menjadi laris selama Ramadan untuk menunjang penampilan saat Idulfitri.

3. Restoran dan fastfood, kata kunci seperti fast food,” “restaurant“, “dining” dan “bakery” banyak digunakan untuk dicari oleh masyarakat selama Ramadan.

4. Alat-alat kecantikan, beberapa e-commerce mendapat peningkatan penjualan yang signifikan terkait produk kecantikan seperti make up dan skincare.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *